Jumat, 25 September 2026
21:50 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Genosida Rohingya

Genosida Rohingya

penindasan bermotif etnis dan agama terhadap suku Rohingya oleh Pemerintah Myanmar

Ada usul agar Niat jahat genosida digabungkan ke artikel ini. (Diskusikan) Diusulkan sejak Juli 2021.
Penindasan terhadap Rohingya di Myanmar 2016–2017
Rakhine_State_in_Myanmar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lokasi Negara Bagian Rakhine di Myanmar
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Genosida_Rohingya&revid=29823024&groups=_0da3acadfecf1192880bd1a3dd3c7a6613cf46e6&parser=parsoid
TanggalOktober 9, 2016;9 tahun lalu (2016-10-09) – sekarang
LokasiNegara Bagian Rakhine, Myanmar
Jenis
TemaKekerasan militer oleh angkatan bersenjata Myanmar dan polisi terhadap Muslim Rohingya
Penyebab
  • Pelanggaran hak asasi manusia yang meluas di tangan pasukan keamanan dan militan Buddha setempat
  • Penganiayaan historis Rohingya oleh pemerintah dan penduduk Buddha
Hasil
Tewas2.000+[1][2]
Larangan siarAkses media dilarang mempublikasikan di Negara Bagian Rakhine utara yang sangat dibatasi oleh Pemerintah Myanmar.

Penindasan terhadap Rohingya di Myanmar 2016–2017 adalah tindakan kekerasan militer yang sedang berlangsung oleh angkatan bersenjata dan kepolisian Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine di wilayah barat laut negara itu.

Tindakan keras militer terhadap orang Rohingya mengundang kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, kelompok hak asasi manusia Amnesty International, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dan pemerintah Malaysia. Kepala pemerintahan de facto Aung San Suu Kyi secara khusus telah dikritik karena tidak bertindak dan diam atas masalah ini dan melakukan sedikit tindakan untuk mencegah pelanggaran militer.

Latar belakang

Orang Rohingya di Negara Bagian Rakhine utara, Myanmar, telah dianggap sebagai kelompok minoritas yang paling tertindas di dunia.[3][4][5] Orang Rohingya mengganggap diri mereka sebagai keturunan etnis Bangladesh Timur (Chittagong) dan saudagar Arab yang telah menetap di wilayah tersebut beberapa generasi sebelumnya.[3] Para ahli telah menyatakan bahwa mereka telah ada di wilayah tersebut sejak abad ke-15.[6] Namun, mereka telah ditolak kewarganegaraan oleh pemerintah Myanmar, yang mengganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.[3] Pada masa modern, penindasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar telah ada sejak tahun 1970-an.[7] Semenjak itu, orang Rohingya biasanya telah menjadi sasaran penindasan oleh pemerintah dan nasionalis Buddhis .[8] Ketegangan antara berbagai kelompok keagamaan di negara ini sering dieksploitasi oleh penguasa militer Burma.[3]

Menurut laporan negara Myanmar, pada tanggal 9 Oktober 2016, beberapa individu bersenjata menyerang beberapa barak polisi perbatasan di Negara Bagian Rakhine yang menewaskan sembilan orang polisi.[9] Senjata dan amunisi juga dijarah. Serangan besar terjadi di kota Maungdaw negara itu. Identitas para penyerang tetap tidak diketahui, meskipun diyakini kelompok sempalan dari Organisasi Solidaritas Rohingya.[10]

Tindakan kekerasan

Menyusul insiden barak polisi, militer Myanmar mulai melakukan tindakan kekerasan besar di desa negara bagian Rakhine utara. Dalam operasi awal, puluhan orang tewas dan banyak yang ditangkap.[11] Karena tindakan kekerasan berlanjut, korban meningkat. Penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan berkelompok,pencabulan kebrutalan terhadap warga sipil, dan terjadi penjarahan.[4][12][13]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Burmese government 'kills more than 1,0Rohingya Muslims' in crackdown". The Independent. 8 Februari 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-09-26. Diakses tanggal 27 Juni 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Village Official Stabbed to Death in Myanmar's Restive Rakhine State". Radio Free Asia (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-06-19. Diakses tanggal 27 Juni 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 Kevin Ponniah (5 Desember 2016). "Who will help Myanmar's Rohingya?". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-13. Diakses tanggal 2017-02-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Matt Broomfield (10 Desember 2016). "UN calls on Burma's Aung San Suu Kyi to halt 'ethnic cleansing' of Rohingya Muslims". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-12-04. Diakses tanggal 12 Desember 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "New wave of destruction sees 1,250 houses destroyed in Myanmar's Rohingya villages". International Business Times. 21 November 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2017-02-09.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Leider, Jacques (2013). Rohingya: the name, the movement and the quest for identity. Myanmar Egress and the Myanmar Peace Center. hlm. 204–255. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-01. Diakses tanggal 2017-02-10.
  7. ↑ "Rohingya Refugees Seek to Return Home to Myanmar". Voice of America. 30 November 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-02. Diakses tanggal 9 Desember 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Myanmar seeking ethnic cleansing, says UN official as Rohingya flee persecution". The Guardian. 24 November 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-10. Diakses tanggal 2017-02-10.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Myanmar says nine police killed by insurgents on Bangladesh border". The Guardian. 10 Oktober 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-03-08. Diakses tanggal 2017-02-10.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Rakhine border raids kill nine police officers". Myanmar Times. 10 Oktober 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-01-18. Diakses tanggal 10 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ James Griffiths (25 November 2016). "Is The Lady listening? Aung San Suu Kyi accused of ignoring Myanmar's Muslims". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-02-17. Diakses tanggal 2017-02-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Myanmar: Security Forces Target Rohingya During Vicious Rakhine Scorched-Earth Campaign". Amnesty International. 19 Desember 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-02-02. Diakses tanggal 2017-02-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Joshua Berlinger (16 November 2016). "'Shoot first, ask questions later': Violence intensifies in Rakhine State". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2017-02-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan