Kamis, 29 Oktober 2026
19:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gempa bumi Messina 1908

Gempa bumi Messina 1908

Gempa bumi bermagnitudo 7,1 di Sisilia, Italia

Bagikan:
Gempa bumi dan tsunami Messina 1908
330px-Underwood_%26_Underwood_%C2%A9_1906_No._10495_-_Messina_-_The_once_beautiful_Water-front_after_the_earthquake_dett.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan Messina setelah gempa bumi dan tsunami
Gempa bumi Messina 1908 di Italia
Gempa bumi Messina 1908
Tampilkan peta Italia
Gempa bumi Messina 1908 di Eropa
Gempa bumi Messina 1908
Tampilkan peta Eropa
Waktu UTC1908-12-28 04:20:27
ISC16958009
USGS-ANSSComCat
Tanggal setempat28 Desember 1908 (28 Desember 1908)
Waktu setempat05:20:27
Lama37 detik
Magnitudo7.1 Mw[1]
Kedalaman5–6 mi (8–10 km)
Episentrum38°09′N 15°41′E / 38.15°N 15.68°E / 38.15; 15.68
Wilayah bencanaKerajaan Italia
Intensitas maks.MMI XI (Ekstrem)[2]
TsunamiYa hingga 12 m (39 ft)
Gempa susulan293
Korban75.000–82.000 tewas[2]

Gempa bumi Messina 1908 (juga dikenal sebagai Gempa bumi Messina dan Reggio 1908) terjadi pada tanggal 28 Desember di Sisilia dan Calabria, Italia selatan dengan magnitudo momen 7,1 dan intensitas Mercalli maksimum XI (Ekstrem). Sebuah tsunami dengan ketinggian 12 meter terjadi di pesisir Messina, dan menghancurkan banyak bangunan bersejarah. Gempa ini merupakan salah satu gempa bumi terbesar yang pernah melanda Italia, dan salah satu tsunami paling mematikan sepanjang sejarah, setelah Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Letusan Krakatau 1883.[3][4]

Pusat gempa berada di Selat Messina yang memisahkan Sisilia dari daratan Italia.[5] Kota Messina dan Reggio Calabria hampir hancur total, antara 75.000 hingga 82.000 orang tewas akibat gempa bumi dan tsunami. Bencana ini adalah salah satu gempa bumi terdahsyat yang pernah mengguncang Eropa sejak Gempa bumi Lisbon 1755.

Latar belakang

330px-EQs_1900-2016_mediterranean_tsum.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Latar belakang tektonik di wilayah Eropa Selatan dan Afrika Utara

Italia tengah dan selatan beberapa kali dilanda gempa bumi hebat dalam kurun waktu 300 tahun terakhir, dengan gempa bumi paling mematikan setidaknya sejak gempa bumi di Sisilia tahun 1693. Guncangan dahsyat juga terjadi pada tahun 1693, 1783, 1908, 1915, 1976, dan 1980 dengan masing-masing telah menewaskan lebih dari 30.000 orang. Kondisi bangunan Italia yang tua dan terbuat dari bahan batu bata, rentan roboh terhadap guncangan gempa yang sangat dahsyat.

Pegunungan Apennini adalah salah satu daerah paling aktif secara seismik di Italia. Sabuk Pegunungan Apennini terbentuk pada Miosen hingga Pliosen sebagai akibat dari subduksi Lempeng Adriatik ke bawah Lempeng Eurasia, membentuk sabuk lipatan dan dorong. Selama Kuarter, tektonik dorong digantikan oleh tektonik ekstensional, dengan berkembangnya zona sesar normal di sepanjang puncak pegunungan.

Italia terletak di dua perbatasan lempeng tektonik antara Lempeng Afrika, dan Lempeng Eurasia sehingga rentan terhadap aktivitas seismik dan letusan gunung berapi. Gunung berapi yang paling aktif di Italia adalah Gunung Vesuvius, Gunung Etna dan Stromboli.[6]

Gempa bumi

250px-Sismograma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gempa bumi Messina 1908 seismogram

Gempa bumi berkekuatan 7,1 Mw terjadi pada hari Senin tanggal 28 Desember 1908, pukul 05:20:27. Pusat gempa berada di Selat Messina yang memisahkan kota pelabuhan Messina di Sisilia dan Reggio Calabria Italia. Pusat gempa tepatnya terletak di wilayah Laut Ionia bagian utara dekat bagian tersempit Selat tersebut, di lokasi Messina. Kedalamannya sekitar 9 km (5,5 mil).[7]

Gempa berguncang selama 37 detik, dan kerusakannya meluas, dengan kerusakan yang dirasakan seluas 4.300 km2 (1.700 mil persegi), dan menyebabkan gelombang tsunami, yang disebabkan oleh longsor bawah tanah.

Kerusakan dan korban

250px-Reggio_terremoto_via_marina_fontana_nuova.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reggio Calabria luluh lantah setelah dilanda tsunami.
250px-Comerio%2C_Luca_%281878-1940%29_-_Vittime_del_terremoto_di_Messina_%28dicembre_1908%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mayat korban tergeletak di luar dengan bangunan dalam kondisi rusak parah dan sebagian hancur

Gempa hampir meratakan Messina. Setidaknya 91% bangunan di Messina hancur total atau rusak parah dan 75.000 orang tewas di Reggio Calabria, lokasi lain di Calabria juga mengalami kerusakan parah, dengan sekitar 25.000 orang tewas. Pusat bersejarah di Reggio hampir seluruhnya musnah. Gempa Itu adalah gempa bumi paling merusak yang pernah melanda Eropa. Tanah berguncang selama 37 detik, dan kerusakan terjadi sangat luas, dengan kerusakan seluas 4.300 km2 (1.700 sq mi).

Seorang penyintas menceritakan bahwa "keheningan dipecahkan oleh suara yang luar biasa seperti ledakan seribu bom, diikuti oleh hujan yang deras dan deras." Kemudian dia mendengar "suara siulan yang menyeramkan" yang dia samakan dengan "seribu besi panas mendesis di dalam air." Orang yang selamat lainnya melaporkan bahwa ada tiga gerakan yang terpisah dan berbeda selama guncangan gempa selama 37 detik: yang pertama bergetar ke belakang dan ke depan, yang kedua mendorong ke atas dengan keras, dengan yang ketiga bergerak dalam gerakan melingkar. Sebagian besar catatan setuju bahwa bahwa gerakan ke atas kedua yang menyebabkan kehancuran yang meluas di Messina; kebisingan yang dihasilkan gempa bumi digambarkan sebagai "persis seperti sebuah kereta api cepat di dalam terowongan".

Messina kehilangan hampir separuh populasinya dan seluruh pusat kota bersejarah hancur termasuk katedral Norman, yang telah bertahan dari gempa bumi sebelumnya seperti yang parah pada tahun 1783; hanya dinding pembatas yang tetap berdiri kokoh.[8]

Galeri

  • Pusat kota Messina setelah gempa
    Pusat kota Messina setelah gempa
  • Sebuah gereja di Messina rusak berat
    Sebuah gereja di Messina rusak berat
  • Reggio dalam reruntuhan
    Reggio dalam reruntuhan
  • Para penyintas gempa bumi Messina di sebuah tenda
    Para penyintas gempa bumi Messina di sebuah tenda
  • Penyintas gempa bumi Messina 1908
    Penyintas gempa bumi Messina 1908
  • Tentara Russia mencari para korban dalam reruntuhan
    Tentara Russia mencari para korban dalam reruntuhan
  • Gereja di Catania dibangun pada tahun 1200 Masehi. Selamat dari gempa bumi Messina
    Gereja di Catania dibangun pada tahun 1200 Masehi. Selamat dari gempa bumi Messina

Lihat pula

Gempa bumi di Italia lainnya

Pranala luar

  1. ↑ Pino, N.A.; Piatanesi, A.; Valensise, G.; Boschi, E. (2009). "The 28 December 1908 Messina Straits Earthquake (Mw 7.1): A Great Earthquake throughout a Century of Seismology" (PDF). Seismological Research Letters. 80 (2): 243–259. doi:10.1785/gssrl.80.2.243. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-09-11. Diakses tanggal 2023-02-17.
  2. 1 2 USGS (September 4, 2009), PAGER-CAT Earthquake Catalog, Version 2008_06.1, United States Geological Survey, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-17, diakses tanggal 2023-02-17{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Encyclopædia Britannica
  4. ↑ Clancey, Greg (2006-05-01). Earthquake Nation: The Cultural Politics of Japanese Seismicity, 1868-1930 (dalam bahasa Inggris). University of California Press. hlm. 172. ISBN 978-0-520-93229-6.
  5. ↑ Grifasi, A. "Sicily – The Messina 1908 earthquake". Diakses tanggal 25 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Italy's earthquake history". BBC News. 31 Oktober 2002. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2004-07-09. Diakses tanggal 25 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Hitchens, Robert (April 1909). "After the Earthquake". The Century Illustrated Monthly Magazine. New Series, vol. LV. November 1908 to April 1909. New York City: 932.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Cini, George (5 Januari 2005). "When a tsunami hit Malta in 1908". Times of Malta. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Oktober 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan