Minggu, 18 Oktober 2026
20:31 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gaya angkat

Gaya angkat

gaya yang tegak lurus terhadap aliran fluida

Bagikan:
250px-Wright_Glider_1902.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wright Glider buatan tahun 1902, menunjukkan gaya angkat dengan menariknya ke atas.

Gaya angkat adalah komponen dari gaya yang serenjang terhadap arah aliran fluida.[1] Penyebab timbulnya gaya angkat adalah adanya aliran vorteks yang timbul akibat perbedaan dalam penyaluran tekanan udara.[2] Gaya angkat dapat dimanfaatkan pada ilmu terapan melalui airfoil.[3]

Penerapan

Sayap pesawat terbang

Gaya angkat diterapkan dalam pembuatan sayap pesawat terbang dengan memanfaatkan airfoil di seluruh bagian sayap. Dengan model ini, terjadi perbedaan tekanan di permukaan bawah dan permukaan atas sayap, sehingga aliran vorteks dapat terbentuk pada ujung sayap. Gerakan maju pesawat membawa aliran vorteks bergerak ke bagian belakang dan menyebabkan pengurangan gaya angkat dan penambahan gaya hambat.[4] Ketika pesawat mulai terbang, aliran udara yang melalui bagian atas airfoil akan memiliki kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan kecepatan aliran udara yang melalui bagian bawah airfoil. Akibatnya, tekanan pada permukaan bawah airfoil lebih besar daripada permukaan atasnya. Gaya angkat timbul akibat perbedaan tekanan ini dan membuat pesawat dapat terbang melayang di udara.[5]

Gaya angkat juga berlaku pada sayap-sayap pembelok pesawat terbang. Pengendalian nilai gaya angkat dilakukan dengan mengatur sudut serang. Gerakan yang dihasilkan berupa gerakan ke atas, ke samping dan memutar.[3]

Kapal

Prinsip gaya angkat diterapkan pada hidrofoil kapal. Kestabilan kapal ditentukan oleh sebuah hidrofoil yang terpasang di area bawah lambung kapal. Badan lambung kapal dapat terangkat ke atas permukaan air karena hidrofoil memberikan gaya angkat yang berubah-ubah. Berat kapal akan ditahan oleh foil ketika lambung kapal mulai terangkat dari air. Ini mengakibatkan mengecilnya luas hambatan yang terjadi akibat gaya gesek antara air dan lambung kapal. Selain itu, ketika kecepatan kapal meningkatk maka foil juga meningkatkan gaya angkat pada kapal.[6]

Kendaraan darat

Gaya angkat diterapkan melalui kontur kendaraan darat. Kontur yang lebih panjang diterapkan pada bagian permukaan atas, sehingga kecepatan udara yang melewatinya lebih tinggi daripada kecepatan udara melewati permukaan bawahnya. Ini mengakibatkan tekanan statis pada permukaan bagian bawah lebih tinggi daripada tekanan statis pada permukaan bagian atas dan membuat arah gaya resultan aerodinamika menuju ke atas. Gaya angkat pun bertambah seiring bertambahnya kecepatan kendaraan dan mengurangi stabilitas serta traksinya. Pengurangan gaya angkat dilakukan dengan menambahkan airfoil pada bagian belakang permukaan atas dengan memperhatikan beda tekanan dan pengaturan sudut serang. Melalui airfoil, kendaraan darat akan tetap stabil dan terkendali meskipun dalam kecepatan tinggi.[7]

Turbin angin

Penerapan gaya angkat pada sudu-sudu rotor turbin angin juga memanfaatkan airfoil. Gaya angkat ini dimanfaatkan untuk memutar generator listrik yang terhubung dengan poros rotor turbin angin. Putaran rotor harus selalu berada dalam kisaran tertentu agar generator listrik dapat bekerja dengan baik dan aman. Rotor generator harus berputar dengan putaran minimal pembangkitan arus listrik dan putaran maksimal yang tidak menyebabkan kerusakan akibat panas. Kecepatan putaran rotor pada turbin angin harus dapat bekerja dalam kondisi tersebut dan menyesuaikan dengan kecepatan angin rata-rata di daerah pemakaian. Gaya angkat digunakan pada sistem pengaman turbin angin yang mengatur sudut serang pada sudu-sudu pada keadaan sudu tidak mampu lagi memutar rotor atau kecepatan rotor berlebihan akibat kecepatan angin yang melebihi batas putaran maksimal.[8]

Referensi

  1. ↑ "What is Lift?". NASA Glenn Research Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-03-09. Diakses tanggal Maret 4, 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Muhammad, Hari (2004). "Prediksi dan Analisis Kestabilan Gerak Longtudinal Kapal Bersayap Wing-in-Surface Effect". Mesin. 19 (1): 22. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-03-18. Diakses tanggal 2020-10-04.
  3. 1 2 Nurcahyadi dan Sudarja 2008, hlm. 111.
  4. ↑ Husnayati, N., dan Moelyadi, M.A. (Desember 2013). "Analisis Aerodinamika dan Studi Parameter Sayap CN-235 Kondisi Terbang Jelajah". Jurnal Teknologi Dirgantara. 11 (2): 128. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-05. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Kewas, J.C., dan Ali M. (April 2020). "Analisis Gaya Angkat Akibat Perubahan Kecepatan Aliran Udara Dan Sudut Serang Pada Airfoil Naca 0015 Dalam Wind Tunnel Sub Sonic". Frontiers: Jurnal Sains dan Teknologi. 3 (1): 73. ISSN 2621-1009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Herraprastansi, E.H., Tauviqirrahman, M., dan Ismail, R. (2014). "Analisis Hidrodinamika Hidrofoil dengan Menggunakan Perangkat Lunak CFD (Computational Fluid Dynamic)". Prosiding SNATIF (1). Fakultas Teknik, Universitas Muara Kudus: 105. ISBN 978-602-1180-04-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  7. ↑ Nurcahyadi dan Sudarja 2008, hlm. 111-112.
  8. ↑ Nurcahyadi dan Sudarja 2008, hlm. 112-113.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan