Rabu, 28 Oktober 2026
23:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gaius Petronius

Gaius Petronius

Bagikan:
250px-Ancient_Egypt_map-la.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan wilayah Mesir dan Nubia (seperti Napata) tempat Petronius berperang.

Gaius atau Publius Petronius (meninggal setelah 20 SM) adalah prefek kedua dan kemudian keempat dari Mesir Romawi.

Sejarah

Petronius memimpin kampanye ke wilayah Sudan tengah saat ini melawan Kerajaan Kush di Meroë, yang ratunya, Imanarenat, sebelumnya telah menyerang Mesir Romawi. Karena gagal memperoleh kemenangan permanen, ia menghancurkan kota Napata hingga rata dengan tanah dan mundur ke utara.

Strabo menggambarkan perang dengan bangsa Romawi pada abad ke-1 SM. Setelah kemenangan awal Kandake (atau "Candace") Amanirenas melawan Mesir Romawi, bangsa Kush di Nubia utara dikalahkan dan Napata dijarah.[1]

Hancurnya ibu kota Napata bukanlah pukulan telak bagi bangsa Kush dan tidak cukup menakutkan Candace untuk mencegahnya kembali terlibat dalam pertempuran dengan militer Romawi.

Serangan Gaius Petronius mungkin memiliki pengaruh yang membangkitkan kembali kerajaan tersebut. Tiga tahun kemudian, pada tahun 22 SM, pasukan Kush yang besar bergerak ke utara dengan maksud menyerang Qasr Ibrim. Setelah mengetahui pergerakan tersebut, Petronius kembali bergerak ke selatan dan berhasil mencapai Qasr Ibrim serta memperkuat pertahanannya sebelum pasukan Kush yang menyerang tiba.

Sumber-sumber kuno tidak memberikan deskripsi tentang pertempuran yang terjadi selanjutnya. Pada suatu titik, bangsa Kush mengirim duta untuk merundingkan perjanjian perdamaian dengan Petronius.

Namun, menjelang akhir kampanye kedua setelah tahun-tahun pertempuran lainnya, Petronius tidak berminat untuk berperang lebih lanjut dengan bangsa Kush. Bangsa Kush berhasil menegosiasikan perjanjian damai dengan syarat yang menguntungkan[1] dan perdagangan antara kedua bangsa meningkat.

Lihat pula

Catatan

Daftar pustaka

  • Edwards, David N. (2004). The Nubian Past. London: Routledge. pp. 348 Pages. ISBN0-415-36987-8.
  • Leclant, Jean (2004). The empire of Kush: Napata and Meroe. London: UNESCO. pp. 1912 Pages. ISBN1-57958-245-1.
  • Roger S. Bagnall. Publius Petronius, Augustan Prefect of Egypt. In: Naphtali Lewis (ed.): Papyrology (Yale Classical Studies XXVIII) (1985). S. 85–93.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Aelius Gallus
Prefek Mesir
24 BC–22 BC
Diteruskan oleh:
Publius Rubrius Barbarus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan