Selasa, 20 Oktober 2026
07:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Fuat Sezgin

sejarawan Turki (1924–2018)

Bagikan:
Fuat Sezgin
Lahir(1924-10-24)24 Oktober 1924
Bitlis, Turki
Meninggal30 Juni 2018(2018-06-30) (umur 93)
Istanbul, Turki
AlmamaterUniversitas Istanbul
PekerjaanSejarawan sains dan akademisi
Pasangan menikahUrsula Sezgin
PenghargaanPenghargaan Internasional Raja Faisal
Orde Jasa Republik Federal Jerman
Penghargaan Utama Kepresidenan untuk Kebudayaan dan Seni

Fuat Sezgin (24 Oktober 1924 – 30 Juni 2018) adalah seorang cendekiawan dan peneliti Turki yang mengkhususkan diri dalam sejarah Ilmu pengetahuan Islam abad pertengahan. Ia adalah profesor emeritus sejarah ilmu pengetahuan alam di Universitas Johann Wolfgang Goethe di Frankfurt, Jerman dan pendiri serta direktur kehormatan Institut Sejarah Ilmu Pengetahuan Arab-Islam di sana.[1] Ia juga mendirikan museum di Frankfurt dan Istanbul dengan replika instrumen, alat, dan peta ilmiah Arab-Islam bersejarah.[2] Publikasinya yang paling terkenal adalah Geschichte des Arabischen Schrifttums yang terdiri dari 17 jilid, sebuah referensi standar di bidang ini.[3]

Karier

Sezgin memperoleh gelar Ph.D. dari Universitas Istanbul di bawah bimbingan Orientalis Jerman Hellmut Ritter pada tahun 1950. Tesisnya yang berjudul "Buhari'nin Kaynakları"[4] (Sumber-Sumber Al-Bukhari) berpendapat bahwa, bertentangan dengan kepercayaan umum di kalangan orientalis Eropa, edisi Hadits yang dikumpulkan oleh Al-Bukhari didasarkan pada sumber-sumber tertulis yang berasal dari abad ke-7 serta sejarah lisan. Ia memperoleh posisi di Universitas Istanbul, tetapi diberhentikan setelah kudeta tahun 1960. Ia pindah ke Jerman pada tahun 1961 dan mulai bekerja sebagai profesor tamu di Universitas Frankfurt.[5] Ia diangkat menjadi profesor di universitas tersebut pada tahun 1965. Penelitiannya di Frankfurt berfokus pada Zaman Kejayaan Ilmu Pengetahuan Islam. Pada tahun 1982, Sezgin mendirikan Institut Sejarah Ilmu Pengetahuan Arab-Islam. Saat ini Institut tersebut menyimpan koleksi teks terlengkap tentang sejarah ilmu pengetahuan Arab-Islam di dunia. Pada tahun 1983 Sezgin juga mendirikan sebuah museum unik di dalam institut tersebut, yang mengumpulkan lebih dari 800 replika instrumen ilmiah, alat, dan peta bersejarah, sebagian besar milik Zaman Keemasan ilmu pengetahuan Islam. Museum yang sangat mirip dibuka pada tahun 2008 di Istanbul.[2]

Pada tahun 1968, Sezgin menemukan empat buku Arithmetica karya Diophantus yang sebelumnya tidak dikenal di makam Imam Reza di kota Masyhad di timur laut Iran.

Publikasi

Fuat Sezgin adalah penulis dan editor dari berbagai publikasi. Karyanya yang terdiri dari 17 jilid, Geschichte des Arabischen Schrifttums (1967-2000), merupakan referensi utama tentang sejarah sains dan teknologi di dunia Islam. Karya 5 jilid Natural Sciences of Islam mendokumentasikan koleksi di museum Frankfurt. Sejak tahun 1984, ia juga menjadi editor Journal for the History of Arabic-Islamic Science.

Sezgin berpendapat bahwa pelaut Muslim telah mencapai Amerika pada tahun 1420, dengan mengutip sebagai bukti prasasti pada peta dan fakta bahwa ketelitian bujur yang tinggi dari peta-peta awal Amerika tidak akan dapat dicapai dengan menggunakan teknologi navigasi Barat.[6]

Sebuah institut dinamai menurut namanya, yaitu Institut Prof. Dr. Fuat Sezgin Sejarah Ilmu Islam, yang terletak di sebelah Taman Gülhane.

Penghargaan

Sezgin menerima beberapa penghargaan, termasuk Penghargaan Internasional Raja Faisal pada tahun 1978[5] dan Orde Jasa Republik Federal Jerman. Ia adalah anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Turki,[7] Akademi Kerajaan Maroko dan akademi Bahasa Arab di Kairo, Damaskus, dan Bagdad.

Pengakuan

Pada tanggal 24 September 2012, Melih Gökçek, Walikota Kota Metropolitan Ankara, mengumumkan bahwa sebuah alun-alun di Ankara diberi nama untuk menghormati Fuat Sezgin. Relief dirinya yang dibuat oleh seniman Aslan Başpınar di alun-alun tersebut diresmikan pada hari yang sama di hadapan Fuat Sezgin dan istrinya Ursula oleh walikota.[8]

Referensi

  1. ↑ "UKM to confer honorary doctorate on Prof Fuat Sezgin". New Straits Times. 8 Januari 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Islam History of Science and Technology Needs to Speak". Turkish Daily News. 27 Desember 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) The utility of a museum of replicas in an antiquarian field contaminated by fakes is discussed by Prof. Nir Shafir at the Internet web site Aeon in 2018 at https://aeon.co/essays/why-fake-miniatures-depicting-islamic-science-are-everywhere
  3. ↑ Gerhard Endreß (26 Oktober 2004). "Tradition und Aufbruch". Frankfurter Rundschau (dalam bahasa German).{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "M.Fuad SEZGİN, Buhari'nin Kaynakları Hakkında Araştırmalar, Ankara Üniversitesi İlahiyat Fakültesi, ANKARA, 1956". Diarsipkan dari asli tanggal 10 September 2012. Diakses tanggal 31 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Richard Covington (Mei–Juni 2007). "The Third Dimension". Saudi Aramco World. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Desember 2018. Diakses tanggal 20 Februari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Fuat Sezgin (2006), The Pre-Columbian Discovery of the American Continent by Muslim Seafarers
  7. ↑ "Turkish Academy of Sciences". Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 20 Februari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Prof. Dr. Fuat Sezgin Adına Yapılan Anıtı Kendisi Açtı". Son Dakika (dalam bahasa Turkish). 24 September 2012. Diakses tanggal 24 September 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan