Minggu, 01 November 2026
05:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Frits Laoh

Frits Laoh

mantan menteri perhubungan Indonesia (1955-1956)

Bagikan:
Ini adalah nama Minahasa, marganya adalah Laoh.
Frits Laoh
250px-Frits_Laoh%2C_Kami_Perkenalkan_%281954%29%2C_p._97.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Perhubungan IndonesiaKe-8
Masa jabatan
12 Agustus 1955 –24 Maret 1956
PresidenSoekarno
PendahuluAdnan Kapau Gani
PenggantiSjuchjar Tedjasukmana
Informasi pribadi
Lahir(1888-12-25)25 Desember 1888
Meninggal18 Juni 1961(1961-06-18) (umur 72)
Indonesia
Partai politikPartai Rakyat Nasional (PRN)
Suami/istriClaudina Frederika de Adelhart Kalangie Toorop
HubunganHerling Laoh (Adik)
Anak4
ProfesiPolitisi

Frits Laoh (25 Desember 1888 – 18 Juni 1961)[1] adalah Menteri Perhubungan Indonesia pada Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956).[2]

Riwayat Hidup

Kakak kandung dari Ir. Herling Laoh ini adalah putera tukang emas asal Sonder kelahiran Tompaso. Pada tanggal 30 Desember 1908 ia menikah dengan Claudina Frederika de Adelhart Kalangie Toorop di Jakarta[3] dan memiliki empat anak yakni, Eddy Adelbert Laoh (meninggal dunia pada usia sepuluh tahun), Vera Christina Francina Laoh, Martinus Reynier Laoh dan Karel Philip Max Laoh.[1]

Setelah lulus dari Middelbare Handels Onderwijs di Batavia, ia bekerja di Deutsch-Australische Dampfschiffs-Gesellschaft A.G. di Jakarta hingga tahun 1908. Pada tahun 1908-1935 sebagai kepala karyawan di KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij).[2]

Pada tahun 1918 ia menjadi anggota Volksraad sebagai delegasi dari Kieskring X, Celebes (Dewan Rakyat sebagai utusan daerah Sulawesi). Setelah proklamasi hingga tahun 1950 ia menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Agung, direktur Perusahaan "Indonesian Motors Company" dan kemudian Presiden Direktur "NV RIS Trading Company" di Jakarta. Ia adalah anggota parlemen dan anggota Partai Rakyat Nasional (PRN).[2]

Rujukan

  1. 1 2 "Putusan Mahkamah Agung". Mahkamah Agung Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-07-31. Diakses tanggal 2014-08-24.
  2. 1 2 3 (Belanda) "Beknopte biografie van de nieuwe ministers: F. Laoh". Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie. Vol. No.4 Tahun ke-104. 13 Agustus 1955. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 6 Februari 2016.{{cite news}}: |volume= memiliki teks tambahan
  3. ↑ (Belanda) "Advertentien" dalam Harian "Bataviaasch nieuwsblad" edisi 22 Desember 1908, No.19 Tahun ke-24. Diarsipkan 2023-07-26 di Wayback Machine
Jabatan politik
Didahului oleh:
Roosseno
Menteri Perhubungan Indonesia
1955–1956
Diteruskan oleh:
Sjuchjar Tedjasukmana
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan