Selasa, 03 November 2026
06:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Friedrich Wilhelm Schadow

Friedrich Wilhelm Schadow

Bagikan:
250px-Carl_Christian_Vogel_von_Vogelstein_-_Wilhelm_von_Schadow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Friedrich Wilhelm Schadow oleh Carl Christian Vogel von Vogelstein (1821)
250px-Schadow%2C_Friedrich_Wilhelm_von_-_Mignon_-_1828.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mignon (1828)
250px-Schadow_Wie%C5%84czys%C5%82aw_and_Konstanty_Potocki.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masa kecil Wieńczysław dan Konstanty (1820)

Friedrich Wilhelm von Schadow (7 September 1789 – 19 Maret 1862) merupakan seorang pelukis romantisisme Jerman. Ia lahir di Berlin, putra kedua pematung Johann Gottfried Schadow,[1] yang memberinya pelajaran pertama menggambar. Dia kemudian beralih ke melukis, dan belajar dengan Weitsch.[2]

Catatan

  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1912). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Rines, George Edwin, ed. (1920). "Schadow-Godenhaus, Friedrich Wilhelm" . Encyclopedia Americana.

Referensi

Bacaan selanjutnya

  • Hübner, Schadow und seine Schule (Bonn, 1869)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Friedrich Wilhelm von Schadow.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan