Selasa, 27 Oktober 2026
23:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Friedrich Ebert Jr.

Friedrich Ebert Jr.

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Friedrich Ebert Jr." – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(September 2025)
Friedrich Ebert Jr.
250px-Friedrich_Ebert_Jr._1947_Edit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ebert Jr. pada tahun 1947
Ketua sementara Dewan Negara Republik Demokratik Jerman
Masa jabatan
1 Agustus 1973 –3 Oktober 1973
PendahuluWalter Ulbricht
PenggantiWilli Stoph
Wali kota Berlin Timur
Masa jabatan
1948–1967
PendahuluArthur Werner
PenggantiHerbert Fechner
Wakil Ketua Dewan Negara Republik Demokratik Jerman I
Masa jabatan
12 September 1960 –1971
MenjabatbersamaGerald Gotting (sebagai wakil ketua II)
KetuaWalter Ulbricht
Wakil Ketua IIGerald Gotting
PendahuluJabatan Dibentuk
PenggantiGerald Götting
Presiden Volkskammer (Parlemen RDR)
Masa jabatan
1969–1976
PendahuluJohannes Dieckmann
PenggantiGerald Götting
Informasi pribadi
Lahir(1894-09-12)12 September 1894
Meninggal4 Maret 1979(1979-03-04) (umur 84)
Partai politikPartai Persatuan Sosialis Jerman (SED)
Orang tua
PekerjaanPolitisi

Friedrich Ebert Jr. (12 September 1894 – 4 Maret 1979) adalah seorang politikus Jerman Timur dari Partai Persatuan Sosialis Jerman (SED). Ia adalah putra sulung dari Presiden pertama Republik Weimar, Friedrich Ebert. Setelah Perang Dunia II, ia aktif dalam politik Jerman Timur dan menjabat sebagai Wali Kota Berlin Timur (1948–1967), Wakil Ketua Dewan Negara (1960–1971), dan Presiden Volkskammer (1969–1976).[1]

Biografi

Ebert lahir di Bremen pada tahun 1894, sebagai anak dari Presiden pertama Jerman, Friedrich Ebert. Ia sempat aktif di Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD) pada era Weimar, tetapi kemudian berpindah ke Partai Komunis Jerman (KPD) setelah 1945. Dengan pembentukan SED pada tahun 1946, Ebert menjadi anggota penting partai di wilayah Soviet.[2]

Pada tahun 1948 ia diangkat sebagai Wali kota Berlin Timur, jabatan yang ia pegang hampir dua dekade hingga 1967. Setelah pembentukan Dewan Negara Republik Demokratik Jerman pada 1960, ia menjadi salah satu Wakil Ketua, mendampingi Walter Ulbricht.[3]

Selain itu, ia menjabat sebagai Presiden Volkskammer dari 1969 sampai 1976. Dalam jabatan ini, ia berperan sebagai figur protokoler dan mendukung kebijakan-kebijakan partai yang dipimpin oleh Ulbricht dan kemudian Erich Honecker.

Ebert pensiun dari jabatan publik pada 1970-an dan meninggal di Berlin Timur pada 1979.

Catatan

  1. ↑ Ayahnya, Friedrich Ebert Sr., adalah Presiden pertama Republik Weimar (1919–1925).

Referensi

  1. ↑ Mary Fulbrook, Anatomy of a Dictatorship: Inside the GDR 1949–1989. Oxford: Oxford University Press, 1995.
  2. ↑ Gareth Dale, Popular Protest in East Germany, 1945–1989. Routledge, 2005.
  3. ↑ Mike Dennis, The Rise and Fall of the German Democratic Republic, 1945–1990. Longman, 2000.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan