Sabtu, 03 Oktober 2026
12:38 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Frenulum penis

Frenulum penis

Bagikan:
Frenulum kulup
330px-Frein_du_pr%C3%A9puce.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rincian
Pengidentifikasi
Bahasa LatinFrenulum praeputii penis
TA98A09.4.01.012
TA23676
FMA19647
Daftar istilah anatomi

Frenulum kulup, sering kali hanya disebut frenulum saja, adalah pita jaringan elastis di bawah kepala penis yang terhubung ke kulup hingga mukosa vernal, berfungsi membantu kulup menutup kepala penis saat mengkerut.[1] Dalam kasus frenulum yang pendek atau agar keseluruhan kepala penis terpapar secara bebas, frenulum kulup dapat dipotong sebagian atau seluruhnya.[2][3][4]

Kepekaan

Frenulum kulup dan delta frenular di sisi ventral penis di bawah korona dianggap sebagai bagian penis yang segera bereaksi terhadap rangsang dan utamanya peka terhadap sentuhan ringan dan lembut. Sisi ventral batang penis yang ada di bawah korona merupakan sumber kenikmatan yang istimewa.[5] Crooks dan Baur mendapati bahwa dua bagian tubuh laki-laki yang sangat peka terhadap rangsang adalah korona dan frenulum kulup.[6] Rangsangan yang berulang di bagian tersebut menyebabkan orgasme dan ejakulasi pada beberapa laki-laki.

Pada laki-laki yang mengalami cedera sumsum tulang belakang sehingga sensasi yang ditimbulkan tidak dapat diantar ke otak, frenulum kulup yang berada tepat di bawah kepala penis dapat dirangsang untuk menghasilkan orgasme dan respons pengiring ejakulasi.[7][8]

Frenektomi

Frenektomi atau bedah frenulum kulup dilakukan dengan memotong frenulum kulup untuk menangani masalah frenulum pendek.[9] Frenulum kulup dapat juga terpotong saat sunat yang bisa jadi ikut mengurangi ukuran delta frenular. Tiga survei menunjukkan bahwa 20%, 26,7%, dan 33,33% frenulum kulup terpotong saat sunat.[9][10]

  • Frenulum kulup yang telah dicabangkan melalui frenuloplasti saat sunat.
    Frenulum kulup yang telah dicabangkan melalui frenuloplasti saat sunat.
  • Frenulum kulup yang telah dipotong sebagian.
    Frenulum kulup yang telah dipotong sebagian.
  • Frenulum kulup yang telah dipotong seluruhnya melalui frenektomi.
    Frenulum kulup yang telah dipotong seluruhnya melalui frenektomi.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Jensen, Christian (2011). Can I Just Ask?. Hay House. hlm. 58. ISBN 9781848502468.
  2. ↑ Griffin, A.S.; Kroovand, R. (1990). "Frenular Chordee: Implications and Treatment". Urology. 35 (2): 133–4. doi:10.1016/0090-4295(90)80060-Z. PMID 2305537.
  3. ↑ Preiser, G.; Herschel, M.; Bartman, T.; Andersson, C.; Bailis, S.A.; Shechet, R.J.; Tanenbaum, B.; Kunin, S.A.; Hodges, F.M.; Fleiss, P.M.; Antonopoulos, J.; Rockney, R.; Taylor, A.; Stang, H.; Snellman, L.; Fontaine, P.; Condon, L.M.; Lannon, C.M. (2000). "Circumcision: The Debates Goes On". Pediatrics. 105 (3 Pt 1): 681–684. doi:10.1542/peds.105.3.681. PMID 10733391.
  4. ↑ "Neonatal Circumcision: An Audiovisual Primer". Stanford School of Medicine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-06-26. Diakses tanggal 2014-07-24.
  5. ↑ Hass, K.; Hass, A. (1993). Understanding Sexuality. St. Louis: Mosby. hlm. 99–100. ISBN 0801667488. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-25. Diakses tanggal 2014-07-24.
  6. ↑ Crooks, R.; Baur, K. (1993). Our Sexuality (Edisi ke-5). Redwood City: Benjamin/Cummings. hlm. 129. ISBN 0-534-59567-7.
  7. ↑ Saulino, Michael F. (2006). "Rehabilitation of Persons With Spinal Cord Injuries". WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-12-02. Diakses tanggal 2014-07-24.
  8. ↑ Pryor, JL; Leroy, Suzanne C.; Nagel, Theodore C.; Hensleigh, Hugh C. (1995). "Vibratory Stimulation for Treatment of Anejaculation in Quadriplegic Men". Archives of Physical Medicine and Rehabilitation. 76 (1): 59–64. doi:10.1016/S0003-9993(95)80044-1. PMID 7811177.
  9. 1 2 Griffin A.S., Kroovand R.L. (1990). "Frenular Chordee: Implications and Treatment". Urology. 35 (2): 133–4. doi:10.1016/0090-4295(90)80060-Z. PMID 2305537.
  10. ↑ "Frenular Chordee" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-03-20. Diakses tanggal 2014-07-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan