Selasa, 22 September 2026
03:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Gottlob Frege

Gottlob Frege

Filsuf, ahli logika, dan matematikawan dari Jerman (1848-1925)

Friedrich Ludwig Gottlob Frege
250px-Young_frege.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir8 November 1848
Meninggal26 Juli 1925(1925-07-26) (umur 76)
Filsafat
Era19th-century philosophy
20th-century philosophy
WilayahWestern philosophy
Filsafat Analitik
Minat utama
Filsafat Matematika, Logika Matematika, Filsafat Bahasa
Karya terkenal
Begriffsschrift (1879)
The Foundations of Arithmetic (1884)
Gagasan terkenal
Principle of compositionality, Quantification theory, Predicate calculus, Logicism, Sense and reference

Friedrich Ludwig Gottlob Frege (8 November 1848  26 Juli 1925) adalah seorang matematikawan, logikawan, dan juga filsuf bahasa berkebangsaan Jerman yang paling berpengaruh di paruh akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terutama dalam pembentukan aliran filsafat analitik pada awal abad ke-20.[1] Frege Lahir di Wismar pada tahun 1848, dan wafat di Bad Kleinen pada tahun 1925. Frege mengawali karir akademiknya di Departemen Matematika Universitas Jena pada tahun 1874 hingga 1918.[1] Frege membawa suatu wawasan baru yang memicu perkembangan revolusioner dalam ilmu logika.[2]

Karya

Frege merupakan salah satu tokoh besar yang melandasi perkembangan tradisi filsafat analitik bahasa. Pemikirannya yang paling berpengaruh di antaranya adalah upaya meletakkan dasar matematika pada logika, sistematika filsafat formal, dan pemikirannya mengenai pemaknaan dan rujukan. Karya besarnya meliputi Begriffsschrift (1879), Die Grundlagen der Arithmetik (1884), Grundgesetze der Arithmetik (1889; 1903), serta Uber Sinn und Beudetung (On Sense and Refference) (1892).[1]

Makna dan Rujukan

Uber Sinn und Beudetung (Inggris: On Sense and Refference; Indonesia: Perihal Makna dan Rujukan) merupakan artikelnya yang ditulis dari permasalahan konsep identitas yang ada pada suatu istilah dan berhubungan dengan fungsi-kebenaran dari suatu proposisi.[3] Upaya ini berangkat untuk memberikan suatu arti-rujukan dari apa yang dimaksud dengan bilangan dan bagaimana pengetahuan akan bilangan dapat dicapai.[1]

Uber Sinn und Beudetung membuka pandangan baru mengenai suatu sistem analisis kebahasaan serta hubungan antara bahasa dengan logika. Frege membedakan dua bentuk makna, sense dan reference. Sense merupakan suatu gambaran mental dari suatu ekspresi bahasa; bagaimana suatu bahasa dapat dipahami oleh seseorang, sedangkan reference mengacu pada bagaimana suatu ekspresi bahasa memiliki suatu bentuk rujukan kepada hal yang konkrit nyata.[3]

Pada contoh dalam Uber Sinn und Beudetung, Frege menyampaikan perbedaan antara makna dan rujukan antara bintang fajar dan bintang petang yang mana keduanya memiliki makna yang berbeda tetapi memiliki rujukan yang sama, yakni planet Venus. Penggambaran mental yang diberikan pada kata “bintang fajar” memiliki gambaran yang berbeda dengan “bintang petang” di antaranya adalah waktu kemunculannya dan hal-hal yang diasosiasikan di antara kedua hal tersebut memberikan makna yang berbeda pada penggunaan kedua ekspresi bahasa tersebut.[3]

Suatu ekspresi bahasa dapat memiliki suatu makna tanpa harus memiliki suatu rujukan yang konkrit. Hal-hal seperti unicorn, peri, dan pegasus tidak memiliki rujukan yang konkrit-nyata dalam ekspresi bahasa. Frege menilai ekspresi bahasa tanpa rujukan ini tidak memiliki suatu nilai kebenaran yang dirujuk karena tidak memiliki suatu kekuatan logis di dalamnya. “Bilangan yang terbesar” memiliki suatu makna tetapi tidak memiliki rujukan, di dalamnya tidak memiliki nilai kebenaran yang dapat ditentukan—karena tidak ada rujukan konkrit. Frege menilai kembali mengenai rujukan istilah tunggal ini karena istilah tanpa rujukan ini tidak dapat diberikan predikat karena tidak memiliki nilai kebenaran secara logis. Frege kemudian mempertimbangkan mengenai kebenaran bagian dan hubungannya dengan kebenaran keseluruhan dalam suatu proposisi,

"Barang siapa yang tidak menganggap rujukan itu ada, tidak dapat menerapkan maupun mempertahankan predikatnya. Namun, dalam kasus tersebut, akan berlebihan untuk beralih ke rujukan nama; seseorang bisa puas dengan maknanya, jika ia tidak ingin melangkah lebih jauh dari sekadar "pikiran". Jika ini hanya masalah makna kalimat, yaitu pikiran, maka tidak perlu repot-repot dengan rujukan sebagian kalimat; hanya makna, bukan rujukan, dari bagian tersebut yang relevan dengan makna keseluruhan kalimat."[3]

Frege kemudian mengajukan konsep mengenai rujukan dari suatu proposisi secara keseluruhan karena ada pertimbangan mengenai nilai kebenaran. Pertimbangan mengenai proposisi kemudian dijatuhkan pada nilai kebenarannya karena pada suatu bentuk kebenaran saja suatu proposisi dapat dipahami—memiliki makna.[3] Hal ini juga menyiratkan mengenai kemungkinan kebenaran sebagai kunci dari pemahaman suatu proposisi, sehingga proposisi yang sepenuhnya tautologis atau kontradiksi tidak dapat memiliki makna.[3]

Setelah semua proposisi memiliki rujukan kepada nilai kebenaran mereka yang menjadi persoalan berikutnya adalah apakah nilai kebenaran ini memiliki suatu hubungan identitas kepada terma yang memiliki rujukan yang sama. Karena terma yang memiliki rujukan yang sama memiliki rujukan nilai kebenaran yang sama sehingga dapat dipertukarkan tetapi masih memiliki rujukan kepada nilai kebenaran yang sama.[3] Hal ini yang kemudian menjadi upaya penjelasan mengenai teori identitas atau kesamaan, di mana suatu terma dalam proposisi dapat dipertukarkan dengan terma yang memiliki nilai kebenaran yang sama;

  • a = b;
  • jika dan hanya jika a dan b merujuk pada nilai kebenaran yang sama saat digunakan dalam proposisi.

Pemikiran Frege mengenai makna dan rujukan serta kaitannya dengan hukum logika membuka jalan baru bagi filsafat, yakni penelusuran konsep melalui analisis bahasa terkait dengan hubungannya dengan nilai kebenaran—palingan linguistik. Dalam perkembangannya, banyak pemikir filsafat yang menerima apa yang dilandaskan oleh Frege mengenai penelusuran bahasa ini, di antaranya adalah Betrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Pasca pemikiran Wittgenstein analisis bahasa memiliki perkembangan ke arah yang berbeda, penelusuran hubungan bahasa dan logika dilanjutkan oleh tradisi neopositivisme dan penulusuran lain muncul terkait hubungan bahasa dan penggunaannya (languange in use).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Martinich, A. P., & Sosa, D. (2001). A Companion to Analytic Philosophy (A. P. Martinich & S. David, Eds.). Blackwell Publisher Inc.
  2. (Indonesia) Bryan Magee. 2001. The Story of Philosophy. Jogjakarta: Kanisius
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Frege, G. (1948). "Sense and Reference". Source: The Philosophical Review, Vol. 57 (3), hal. 209-230.

Pranala luar

Wikisumber memiliki karya asli dari atau mengenai:


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan