Senin, 02 November 2026
23:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Frederik Hendrik

Frederik Hendrik

Bagikan:
Frederik Hendrik
Pangeran Oranye
250px-Frederik_Hendrik_by_Michiel_Jansz_van_Mierevelt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pangeran Frederick Henry oleh Michiel Jansz van Mierevelt
Pangeran Orange
Masa jabatan
Tahun 1625 –Tahun 1647
PendahuluMaurice dari Nassau
PenggantiWilliam II
Penguasa Holland, Zeeland, Utrecht, Guelders, dan Overijssel
Masa jabatan
Tahun 1625 –Tahun 1647
PendahuluMaurice dari Nassau
PenggantiWilliam II
Informasi pribadi
Lahir29 Januari 1584
Meninggal14 Maret 1647(1647-03-14) (umur 22)
Anak• William II, Pangeran Oranye
• Luise Henriette dari Nassau
• Henriëtte Amalia dari Nassau
• Elisabeth dari Nassau
• Isabella Charlotte dari Nassau
• Albertine Agnes dari Nassau
• Henriette Catherine dari Nassau
• Hendrik Lodewijk dari Nassau
• Maria dari Nassau

Frederik Hendrik, Pangeran Oranye (29 Januari 1584 – 14 Maret 1647), adalah penguasa Holland, Zeeland, Utrecht, Guelders, dan Overijssel dari 1625 hingga 1647.

Sebagai panglima tinggi Belanda pada perang melawan Spanyol, prestasi terbaiknya adalah saat Pengepungan Hertogenbosch di tahun 1629. Wilayah itu adalah basis utama kekuatan Spanyol dan kota berbenteng tangguh. Strategi yang dicanangkannya sukses dalam menetralisasi ancaman dan berhasil merebut gudang logistik Spanyol di Wesel.[1]

Biografi

Kehidupan Awal

Frederick Hendrik lahir pada 29 Januari 1584 di Delft, Belanda. Ia adalah putra temuda dari William sang Pendiam dan Louise de Coligny. Ayahnya, William, merupakan penguasa Holland, Zeeland, Utrecht, and Friesland. Ibunya, Louise, adalah putri dari penguasa Huguenot, Gaspard de Coligny, dari istri keempatnya. Hendrik adalah saudara dari Maurice dari Oranye, yang meninggal di tahun 1625.

Hendrik lahir 6 bulan sebelum pembunuhan ayahnya pada 10 Juli 1584. Masa remajanya ia habiskan untuk berlatih ketentaraan dipandu oleh kakaknya, Maurice, salah satu jenderal Belanda terbaik pada masanya. Setelah Maurice mengancam akan melegitimasi anak haramnya agar bisa melanjutkan kekuasaanya (bukan Frederick), maka Hendrik pun menikah dengan Amalia dari Solms-Braunfels pada tahun 1625. Anak haram Hendrik dengan Margaretha Catharina Bruyns (1595–1625), Frederick Nassau de Zuylenstein, lahir pada tahun 1624 atau sebelum pernikahannya dengan Amalia. Anak ini akhirnya menjadi gubernur pada masa William III dari Inggris selama 7 tahun.

Masa Menjadi Stadthouder (Penguasa)

Pada saat kematian Maurice pada tahun 1625 tanpa pernyataan resmi, Frederick Hendrik menggantikannya. Ia juga menjadi penguasa dari 5 provinsi (Holland, Zeeland, Utrecht, Overijssel dan Guelders) dan mendapat jabatan penting sebagai panglima tinggi Belanda (membawahi angkatan darat dan udara Belanda).

Hendrik membuktikan diri sebagai jenderal yang hampir sebaik kakaknya, dan ketika menjabat sebagai penguasa (Stadthouder) jauh lebih baik dari kakaknya. Ia menjadi gubernur kepala selama 25 tahun dan pada masa itu masa kepemimpinannya mencapai titik tertinggi. "Periode Frederick Hendrik", seperti yang disebut para penulis Belanda, menganggap masa ini adalah masa kejayaan Belanda. Hal ini ditandai dengan sistem kemiliteran yang hebat, kejayaan angkatan laut yang sering mengekspansi pelosok-pelosok dunia, dan berkembangnya minat pada seni dan sastra.

Serangan militernya yang terkenal adalah saat pengepungan Hertogenbosch pada tahun 1629, Maastricht pada tahun 1632, Breda pada tahun 1637, Sas van Gent pada tahun 1644, dan Hulst pada 1645. Selama pemerintahannya ia beraliansi dengan Prancis untuk melawan Spanyol dan melepaskan aliansi ketika berdamai dengan Spanyol.

Kematian

Frederick Hendrik meningggal dunia pada tanggal 14 Maret 1647 di Den Haag. Ia meninggalkan seorang istri, seorang putra yang bernama William II, Pangeran Oranye, empat orang orang putri dan Frederick Nassau de Zuylenstein. Saat kematiannya, ia dikubur disertai dengan pesta yang mewah. Ia dikuburkan sepemakaman dengan ayah dan kakaknya di Delft. Perjanjian Munster yang mengakhiri perang dengan Spanyol, tidak sepenuhnya ditandatangani hingga 30 Januari 1648, kematian Stadthouder menyebabkan penundaan negosiasi ini. Hendrik meninggalkan sebuah catatan berjudul Mémoires de Frédéric Henri (Amsterdam, 1743).

Leluhur

Silsilah Frederik Hendrik
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
8. John V dari Nassau-Dillenburg
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
4. William I, Count dari Nassau-Dillenburg
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
9. Elisabeth dari Hesse-Marburg
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. William sang Pendiam
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
10. Bodo VIII dari Stolberg-Wernigerode
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5. Juliana dari Stolberg-Wernigerode
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
11. Anna dari Eppstein-Königstein
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
1. Frederick Henry
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
12. Gaspard I de Coligny
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
6. Gaspard de Coligny
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
13. Louise de Montmorency
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Louise de Coligny
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
14. Guy XVI de Laval, Comte de Laval
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
7. Charlotte de Laval
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
15. Antoinette de Daillon
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Referensi

  1. ↑ Israel, The Dutch Republic (1995) p 507

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Frederick Henry, Prince of Orange.
Frederik Hendrik
Cabang kadet Wangsa Nassau
Lahir: 29 January 1584 Meninggal: 14 March 1647
Gelar
Didahului oleh:
Maurice dari Nassau
Pangeran Orange
1625–1647
Diteruskan oleh:
William II
Baron dari Breda
1625–1647
Jabatan politik
Didahului oleh:
Maurice dari Nassau
Penguasa Holland, Zeeland, Utrecht, Guelders and Overijssel
1625–1647
Diteruskan oleh:
William II
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan