Minggu, 18 Oktober 2026
22:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Frans Mendur

Frans Mendur

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Bagikan:
Frans Mendur
Frans_Mendur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1913-04-16)16 April 1913
Meninggal24 April 1971(1971-04-24) (umur 58)
Jakarta, Indonesia
PekerjaanFotografer

Frans Soemarta Mendur (16 April 1913 – 24 April 1971) adalah salah satu dari para fotografer yang mengabadikan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Bersama saudara kandungnya, Alex Mendur, mereka turut mengabadikan peristiwa bersejarah ini.[1][2] Frans Mendur bersama Alex Mendur, Justus Umbas, Frans "Nyong" Umbas, Alex Mamusung dan Oscar Ganda, kemudian mendirikan IPPHOS (Indonesian Press Photo Service) pada 2 Oktober 1946.[3][4]

Frans adalah anak keempat dari sebelas anak Agustus Mendur dan Ariantje Mononimbar.[5]

Frans adalah seorang fotografer jurnalistik Indonesia yang foto-foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah satu-satunya foto yang diterbitkan dari acara bersejarah tersebut.[6] Dia juga memotret foto ikonik lainnya yang merekam perjuangan bangsa muda.

Frans bekerja di surat kabar Asia Raya ketika ia mendengar bahwa proklamasi akan diumumkan oleh Sukarno di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56.[7] Setelah kemerdekaan, Frans bekerja sebentar di surat kabar Merdeka.[8]

Frans bersama saudara lelakinya, Alex, menerima Bintang Jasa Utama pada 9 November 2009 untuk peran jurnalistik foto mereka pada awal republik.[9] Tahun berikutnya, mereka menerima Bintang Mahaputera Nararya pada 12 November 2010.[10] Sebuah monumen untuk menghormati mereka di kampung halaman mereka di Kawangkoan didedikasikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Februari 2013.[11]

Sukarno reading the declaration of independence
Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan
Raising the Indonesian flag during the ceremony
Pengibaran bendera Indonesia pada saat upacara
Raising the Indonesian flag in front of the witnesses
Mengibarkan bendera Indonesia di hadapan para saksi
Soekarno praying during the Proclamation of Indonesian Independence
Soekarno berdoa pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Foto-foto oleh Frans Mendur selama upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia

Tanda Jasa

Referensi

  1. ↑ Margianto, Heru, ed. (17 Augustus 2014). "Cerita di Balik Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang Terkenal Ini". Kompas.com. Kompas. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-11. Diakses tanggal 17 Maret 2018. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "Arsip Nasional Republik Indonesia". anri.go.id. Diakses tanggal 2026-05-19.
  3. ↑ "Berita terkini dan terpercaya Indonesia - ANTARA News". www.antaranews.com. Diakses tanggal 2026-05-19.
  4. ↑ developer, mediaindonesia com. "Berita Terbaru Terpopuler Hari ini". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-05-19.
  5. ↑ Kuswiah (1986), p. 6).
  6. ↑ Adam (2008), p. 8.
  7. ↑ Kuswiah (1986), p. 22.
  8. ↑ Zoelverdi (1985).
  9. ↑ Bambang (2009).
  10. ↑ Siwi Tri Puji B (2010).
  11. ↑ Prasetyo (2014).

Bibliografi

  • Adam, Asvi Warman (2008). Identitas untuk Kebangkitan: IPPHOS, Antara, dan Cas Oorthuys, 1945-1950 [An Identity for an Awakening: IPPHOS, Antara, and Cas Oorthuys, 1945-1950] (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Departemen Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Satrio, Luki (9 November 2009). Bambang (ed.). "Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional" [The Government Recognizes National Heroes]. ANTARA News (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-13. Diakses tanggal 19 November 2017.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Kuswiah, Wiwi (1986). Alexius Impurung Mendur (Alex Mendur) (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Prasetyo, Aris (17 Agustus 2014). Margianto, Heru (ed.). "Cerita di Balik Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang Terkenal Ini" [The Story Behind the Famous Photo of the Proclamation of Indonesian Independence]. Kompas.com (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-11. Diakses tanggal 19 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Siwi Tri Puji B (12 November 2010). "Dua Jurnalis yang Abadikan Peristiwa Sejarah Terima Bintang Mahaputra" [Two Journalists Who Recorded Historical Events Receives the Bintang Mahaputra]. Republika (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-07. Diakses tanggal 19 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Zoelverdi, Ed (1985). Mat Kodak: Melihat untuk Sejuta Mata [Mat Kodak: Viewing for a Million Eyes] (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Grafiti Pers.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan