Kamis, 24 September 2026
11:16 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Alex Mendur

Alex Mendur

Alex Mendur
Mendur_alex.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1907-11-07)7 November 1907
Meninggal30 Desember 1984(1984-12-30) (umur 77)
PekerjaanFotografer
Pasangan menikahEmmy Agustina Wowor (1929–1950)
Ines Manaroinsong (1950–1984)
AnakMeity Mendur (dengan Emmy)
Lexi Rudolp Mendur (dengan Emmy)
Mayon Mendur (dengan Ines)

Alexius Impurung Mendur (7 November 1907  30 Desember 1984) adalah seorang fotografer jurnalistik yang termasuk dalam kelompok yang mendirikan Indonesian Press Photo Service (IPPHOS) yang banyak menyumbangkan foto-foto terkenal selama Revolusi Nasional Indonesia.[1][2][3][4]

Semasa Pendudukan Belanda dan Jepang

Mendur lahir di Kawangkoan pada 7 November 1907. Ia adalah anak pertama dari sebelas anak dari August Mendur dan Ariance Mononimbar.[5] Ia menyelesaikan sekolah rakyat atau Volkschool, tetapi tidak melanjutkan studinya karena alasan keuangan.[6] Pada tahun 1922, Mendur pindah ke Batavia dengan Anton Nayoan, seorang kerabat keluarga yang telah menetap di Batavia. Nayoan bekerja untuk perusahaan Belanda yang menjual perlengkapan fotografi dan Nayoanlah yang mengajarinya cara menggunakan kamera.[7] Mendur akhirnya bekerja untuk perusahaan yang sama dan juga perusahaan pemasok fotografi lainnya.

Pada tahun 1932, Mendur menjadi fotografer jurnalistik di Java-bode.[8] Pada tahun 1936, ia pindah pekerjaan ke perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij).[9] Selama pendudukan Jepang, Mendur ditugaskan ke cabang lokal dari kantor berita Jepang Dōmei Tsushin, di mana Mendur menjadi kepala departemen fotografi.[10]

Kemerdekaan Indonesia dan IPPHOS

Bung Tomo
Foto Bung Tomo yang diambil Alex Mendur
IPPHOS
Mendur bersama pendiri IPPHOS lainnya

Melalui kontaknya di Domei, Mendur mendapat kabar tentang upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dia pergi dengan saudaranya, Frans Mendur, ke kediaman Sukarno di mana upacara itu diadakan.[11][12] Mereka berdua mengambil foto-foto upacara proklamasi, tetapi hanya foto-foto Frans yang dapat diproses dan diterbitkan karena film Alex disita oleh pasukan Jepang.[10][13]

Setelah proklamasi, Mendur sempat bekerja sebentar di surat kabar Indonesia Merdeka pimpinan B.M. Diah.[14] Kemudian pada 2 Oktober 1946, Mendur mendirikan IPPHOS bersama Oscar Ganda, Alex Mamusung, Frans Mendur, Frans Umbas, dan Justus Umbas. Mereka melihat perlunya menyediakan foto-foto kepada kantor-kantor berita lokal dan asing tentang keadaan dan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Mereka juga melihat pekerjaan mereka sebagai kontribusi mereka dalam perjuangan tersebut. Para fotografer IPPHOS diberi kredit untuk banyak foto-foto terkenal yang mendokumentasikan perjuangan kemerdekaan dan juga dipandang sebagai "saksi-saksi" penting sejarah.[15][16]

Salah satu foto dari Mendur adalah foto pidato Bung Tomo yang dipublikasikan pertama kali di majalah dwi bahasa Mandarin-Indonesia bernama Nanjang Post edisi Februari 1947.[17] Foto diambil ketika Bung Tomo sedang berpidato di lapangan Mojokerto dalam rangka mengumpulkan pakaian untuk korban perang Surabaya yang jatuh miskin bertahan di pengungsian di Mojokerto. Pada waktu itu, kota Surabaya masih diduduki oleh Belanda.

Penghargaan Anumerta

Mendur meninggal pada 30 Desember 1984 di Bandung. Mendur bersama dengan saudaranya, Frans, menerima secara anumerta Bintang Jasa Utama pada tahun 2009 untuk peran jurnalistik foto mereka selama awal republik.[18] Tahun berikutnya, mereka menerima anumerta Bintang Mahaputera Nararya.[19] Sebuah monumen dan museum kecil untuk menghormati mereka di kota kelahiran Kawangkoan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Februari 2013.[20]

Tanda Jasa

Lihat pula

Referensi

  1. Kuswiah, Wiwi (1986). Alexius Impurung Mendur (Alex Mendur) (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.
  2. "Mendur Bersaudara: Perekam Peristiwa Sejarah dan Pendiri Kantor Berita Foto IPPHOS". Kompaspedia. 2022-10-31. Diakses tanggal 2026-05-18.
  3. Agency, ANTARA News. "Antara - HoS Edukasi Masyarakat tentang Kelahiran Indonesia - ANTARA News Jawa Timur". Antara News. Diakses tanggal 2026-05-18.
  4. Liputan6.com (2024-08-17). "Mengenal Mendur Bersaudara, Fotografer Proklamasi Zaman Kemerdekaan". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-05-18.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  5. Kuswiah (1986), hlm. 6.
  6. Kuswiah (1986), hlm. 9.
  7. Kuswiah (1986), hlm. 12.
  8. Kuswiah (1986), hlm. 16.
  9. Grafiti Pers (1981), hlm. 379.
  10. 1 2 Kuswiah (1986), hlm. 19.
  11. Harbunangin (1986), hlm. 56.
  12. Wijaya (2014), hlm. 9.
  13. Wijaya (2014), hlm. 23.
  14. Zoelverdi (1985).
  15. Hartanto (2007), hlm. 705.
  16. Majalah Indonesia (1989), hlm. 8.
  17. Kompas (2014).
  18. Bambang (2009).
  19. Siwi Tri Puji B (2010).
  20. Prasetyo (2014).

Sumber referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan