Jumat, 30 Oktober 2026
16:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Francesco Berlingieri

Francesco Berlingieri

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2024)
Infobox orangFrancesco Berlingieri
330px-Francesco_Berlinghieri%2C_Geographia%2C_incunabolo_per_niccol%C3%B2_di_lorenzo%2C_firenze_1482%2C_10_penisola_iberica_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran17 September 1440 Suntingan nilai di Wikidata
Firenze Suntingan nilai di Wikidata
Kematian17 Februari 1501 Suntingan nilai di Wikidata (60 tahun)
Firenze Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanahli geografi,diplomat Suntingan nilai di Wikidata
page1-250px-La_Cosmographie_de_Claude_Ptolem%C3%A9e.djvu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar karya Ptolemy berjudul Geographia yang kemudian diperkaya dan diperbaharui oleh Fransesco Berlingieri

Francesco Berlingieri adalah seorang cendikiawan dan ahli ilmu humanisme abad ke 15 asal Italia yang lahir pada tahun 1440 dan meninggal pada tahun 1501.[1] Dia mengembangkan manfaat dari pembelajaran materi Yunani klasik.[2] Berlingieri mempelajari ilmu puisi dari pendidikan yang diberikan oleh Cristoforo Landino.[2] Pada tahun 1464, Berlingieri memulai pekerjaannya untuk membuat sebuah kajian ilmiah yang berdasarkan karya Claudius Ptolemy, seorang ahli geografi Yunani yang hidup sekitar abad tahun 150 di Aleksandria, Mesir, berjudul Geographia atau Geografi.[2][3] Buku tersebut berisi kajian mengenai peradaban Yunani-Romawi dengan berbagai peta yang tercantum dan berbagai teks diskriptif, bagan dan tabel.[3] Berlingieri memperbaharui peta-peta dan memasukan beberapa catatan-catatan di dalamnya.[3] Kajian Ilmiah Berlinghieri tersebut kemudian dicetak dalam bentuk peta-peta yang terukir dengan tembaga oleh seorang pencetak asal Jerman, Nicolaus Laurentii atau Niccolo Tedesco pada tahun 1482.[2] Karya tersebut kemudian diberi nama Septe Giornate della Geographia di Francesco Berlinghieri, yang berarti Geografi dalam 7 hari.[2] Karya Berlinghieri ini merupakan salah satu dari karya pertama Ptolemy yang berhasil dicetak dalam bahasa Itali.[2]

Rujukan

  1. ↑ (Inggris) "Francesco Berlingieri". Fix. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-25. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) "Francesco Berlingieri". Map Makers of The Historic Lithuanian Maps. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. 1 2 3 (Inggris) "Francesco Berlingieri". Historic Map Works. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-21. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan