Sabtu, 24 Oktober 2026
14:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Foudia flavicans

Foudia flavicans

Bagikan:
Foudia flavicans Suntingan nilai di Wikidata
250px-Foudia_flavicans_Wolf_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
langid-250px-Status_iucn3.1_LC.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Risiko rendah
IUCN22719159 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliPloceidae
GenusFoudia
SpesiesFoudia flavicans Suntingan nilai di Wikidata
Newton, 1865
Distribusi
EndemikRodrigues Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang

Fody Rodrigues (Foudia flavicans) adalah spesies burung langka dalam keluarga penenun. Ia merupakan burung endemik Rodrigues, sebuah pulau di Mauritius. Burung ini diklasifikasikan oleh BirdLife International sebagai rentan.[1] Ia juga masuk dalam Daftar Spesies Terancam Punah di Amerika Serikat dengan status terancam punah.[2] Sedangkan IUCN mengklasifikasikannya sebagai burung mendekati terancam.[3]

Burung ini memiliki panjang 12 hingga 13 cm (4,7 hingga 5,1 inci). Warnanya kuning dengan wajah oranye dan punggung, sayap, dan ekor berwarna coklat.[1] Burung ini dapat ditemukan di kanopi pada ketinggian minimal 5 meter (16 kaki), dan terkadang bergerak berkelompok. Ini mungkin terkait dengan pinus Pulau Norfolk (Araucaria licikhamii) dan beberapa spesies tanaman pendatang. Lebih banyak burung ditemukan di daerah dengan tegakan pohon yang lebih tinggi dan keanekaragaman spesies pohon yang lebih tinggi.[4] Ia memakan serangga, laba-laba, biji-bijian, nektar, dan buah.[1]

Setelah melimpah di pulau ini, burung ini hampir punah dengan hanya tersisa 5 atau 6 pasang pada tahun 1968. Karena upaya konservasi, jumlahnya meningkat menjadi antara 911 dan 1.200 individu pada tahun 1999. Ancaman utama terhadap spesies ini adalah rusaknya habitat hutannya. Hutan dibuka untuk pertanian subsisten dan peternakan. Burung ini juga bersaing dengan kerabatnya yang diperkenalkan, fody merah madagaskar (Foudia madagascariensis). Topan dan kekeringan mengurangi pasokan makanan. Upaya konservasi termasuk reboisasi, penyebab utama peningkatan jumlah fody.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "BirdLife Species Fact Sheet". BirdLife International.
  2. ↑ "Addition of 30 African birds to list of endangered and threatened wildlife" (PDF). Federal Register. USFWS. Januari 12, 1995.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ BirdLife International (2016). "Foudia flavicans". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22719159A94614670. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22719159A94614670.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  4. ↑ Andrew J. Impey; et al. (2002). "Population recovery of the threatened endemic Rodrigues fody (Foudia flavicans) (Aves, Ploceidae) following reforestation". Biological Conservation. 107 (3): 299–305. Bibcode:2002BCons.107..299I. doi:10.1016/S0006-3207(02)00068-X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan