Sabtu, 03 Oktober 2026
12:49 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Formalisme Rusia

Bagikan:

Secara etimologis formalisme berasal dari bahasa Latin forma yang bermakna “bentuk atau wujud”. Dalam sastra, formalisme adalah salah satu teori yang digunakan untuk menganalisis karya sastra melalui bentuk karya berupa teknik pengucapan (rima, ritme, bunyi, aliterasi, asonansi, dll), kata-kata formal, dan bukan isi karya ataupun unsur ekstrinsik seperti sejarah, biografi, konteks budaya, dan sebagainya. Sehingga karya sastra berdiri sendiri tanpa pengaruh teori lainnya. Tujuan teori formalism adalah untuk mengetahui keterpaduan unsur dalam karya sastra yang membentuk keutuhan isi dan bentuk dengan menganalisis unsur-unsur kesastraan, puitika, asosiasi, oposisi, dsb.[1]

Sejarah

Formalisme Rusia adalah aliran kritik sastra yang lahir di Rusia pada tahun 1920-an sebagai reaksi terhadap aliran positivisme abad ke-19 yang mementingkan isi dan ciri sosial sebuah karya. Lahirnya aliran formalisme beriringan dengan penolakan pendekatan tradisional yang sedang berkembang, yang lebih tertuju terhadap hubungan karya sastra dengan disiplin sejarah, psikologi, dan sosiologi. Aliran formalisme lahir juga akibat dorongan kecenderungan pergeseran paradigma dalam ilmu humaniora yang bergeser dari diakronis ke sinkronis.[2] Beberapa tokoh aliran formalisme diantaranya Sjklovaski, Tynjanov, dan Jacobson (meski di kemudian hari Tynjanov berubah pikiran). Kaum formalis Rusia ini dipandang sebagai peletak dasar bagi ilmu sastra modern. Lalu sekitar tahun 1960-an, karya mereka disebarluaskan ke dunia Barat. Sebelumnya, pandangan mereka diolah oleh kaum strukturalis Ceko.[3] Kaum formalis ini bukan kelompok yang homogen dan kompak. Pandangan-pandangan mereka berbeda-beda satu sama lain, tetapi mereka menekankan bahwa suatu ilmu yang hidup tidak dapat terikat atas sejumlah kebenaran.

Dalam konteks sastra, kaum formalis membagi batasan studi sastra ke dalam tiga bagian: stilistika, komposisi, dan tematik. Sejumlah besar analisis dan dalil umum tentang karya sastra sudah disusun oleh kaum formalis, yakni mengenai pandangannya terhadap ciri khas sastra atau kesastraan (literaturnost) dalam sebuah teks. Menurut pandangan mereka, sifat kesastraan dihasilkan dari penyusunan dan pengubahan “bahan” yang sebelumnya bersifat netral.[4]

Tokoh-tokoh

Tokoh-tokoh kaum formalis di antaranya:[5]

  1. Viktor Sjklovski
  2. Tynjanov
  3. Roman Jacobson
  4. Boris Eichenbaum

Tahapan penelitian Formalis

Shklovsky menguraikan tahapan penelitian formalis sebagai berikut:[6]

  • Analisis aspek-aspek suara dari sebuah karya sastra
  • Masalah-masalah makna dalam kerangka puisi
  • Integrasi suara dan makna ke dalam keseluruhan yang tidak terpisahkan

Referensi

  1. ↑ Saleh, Fatulloh (2014-01-29). "Teori Formalisme – Balaghah". Buletin Al-Turas (dalam bahasa Inggris). 20 (1): 147–158. doi:10.15408/bat.v20i1.3753. ISSN 2579-5848. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-05. Diakses tanggal 2021-12-06.
  2. ↑ Holub, Robert (1995-08-31). Reception theory: School of Constance. Cambridge University Press. hlm. 319–346. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-23. Diakses tanggal 2021-12-06.
  3. ↑ van der Eng, Jan; Weststeijn, Willem G. (1991-01-01). USSR. BRILL. ISBN 978-90-04-44930-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-23. Diakses tanggal 2021-12-06.
  4. ↑ van der Eng, Jan; Weststeijn, Willem G. (1991-01-01). USSR. BRILL. ISBN 978-90-04-44930-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-23. Diakses tanggal 2021-12-06.
  5. ↑ Erlich, Victor (1980-12-31). "Russian Formalism". doi:10.1515/9783110873375. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-23. Diakses tanggal 2021-12-06.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  6. ↑ O'Sullivan, Keith M.C. (2008-01-18). "The Blackwell Guide to Literary Theory200822Gregory Castle. The Blackwell Guide to Literary Theory. Oxford and Malden, MA: Blackwell 2007. xi+340 pp., ISBN: 978 0 631 23272 8 (hbck); 978 0 631 23273 5 (pbck) £55 $64.95 (hbck); £12.99 $29.95 (pbck) Blackwell Guides to Literature". Reference Reviews. 22 (1): 29–30. doi:10.1108/09504120810842952. ISSN 0950-4125. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-23. Diakses tanggal 2021-12-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan