Senin, 21 September 2026
11:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Fitoplasma

Fitoplasma

Phytoplasma
250px-Phyllody_on_Coneflower_with_aster_yellows.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Phyllody induced by phytoplasma infection on a coneflower (Echinacea purpurea).
Klasifikasi ilmiah
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Candidatus Phytoplasma
Species

"Ca. Phytoplasma allocasuarinae"
"Ca. Phytoplasma asteris"
"Ca. Phytoplasma aurantifolia"
"Ca. Phytoplasma australiense"
"Ca. Phytoplasma brasiliense"
"Ca. Phytoplasma castaneae"
"Ca. Phytoplasma cocostanzaniae"
"Ca. Phytoplasma cocosnigeriae"
"Ca. Phytoplasma cynodontis"
"Ca. Phytoplasma fraxini"
"Ca. Phytoplasma japonicum"
"Ca. Phytoplasma luffae"
"Ca. Phytoplasma mali"
"Ca. Phytoplasma oryzae"
"Ca. Phytoplasma palmae"
"Ca. Phytoplasma phoenicium"
"Ca. Phytoplasma pruni"
"Ca. Phytoplasma prunorum"
"Ca. Phytoplasma pyri"
"Ca. Phytoplasma rhamni"
"Ca. Phytoplasma solani"
"Ca. Phytoplasma spartii"
"Ca. Phytoplasma trifolii"
"Ca. Phytoplasma ulmi"
"Ca. Phytoplasma vitis"
"Ca. Phytoplasma ziziphi"

Artikel takson sembarang

Fitoplasma adalah mikroorganisme prokariotik (tidak mempunyai inti sel), mirip dengan bakteri tetapi tidak memiliki dinding sel; sehingga bentuknya polimorfik. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri, hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron. Diameter fitoplasma antara 800 - 2000 nm.[1]

Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh fitoplasma semula dianggap sebagai penyakit karena virus, karena persamaan gejala yang ditimbulkannya. Namun pada tahun 1967 Doi dkk, peneliti Jepang, membuktikan bahwa penyebabnya adalah organisme dengan morfologi dan sifat mirip dengan mikoplasma - yang telah dikenal sebagai penyebab penyakit pada hewan dan manusia - sehingga disebut organisme mirip mikoplasma (mycoplasma like organism).

Sebagai patogen tumbuhan, fitoplasma memiliki sifat berikut:

  1. Fitoplasma adalah parasit obligat dan melengkapi siklus hidupnya dalam jaringan inang.
  2. Fitoplasma menginfeksi jaringan floem inang.
  3. Penularan dari tumbuhan sakit ke tumbuhan sehat dengan perantaraan vektor (penular) berupa serangga pengisap cairan/sap, misalnya wereng.

Contoh Penyakit tumbuhan karena fitoplasma: sapu pada kacang tanah, sapu pada kedelai (kedua penyakit ditularkan oleh serangga Orosius argentatus), filodi (mahkota bunga menjadi berwarna hijau) pada tapak dara (Catharantus roseus).

Referensi

  1. Shweta, Kumari (Juni 2019). "Global Status of Phytoplasma Diseases in Vegetable Crops". Frontiers in Mycrobiology. 10: 1–2. doi:10.3389/fmicb.2019.01349. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-07-22. Diakses tanggal 2020-11-27.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan