Stadion Utama Gelora Bung Karno saat pertandingan final sebelum sepak mula | |||||||
| Turnamen | Piala Perbara FIFA 2026 | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||
| Setelah perpanjangan waktu Indonesia menang 4–2 melalui adu penalti | |||||||
| Tanggal | 5 Oktober 2026 (2026-10-05) | ||||||
| Stadion | Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta | ||||||
| Pemain Terbaik | Elkan Baggott (Indonesia) | ||||||
| Wasit | Akhrol Riskullaev (Uzbekistan) | ||||||
| Penonton | 70.098[1] | ||||||
| Cuaca | Sebagian Berawan 30 °C (86 °F) 62% kelembapan[2] | ||||||
2030 → | |||||||
Final Piala Perbara FIFA 2026 adalah pertandingan sepak bola untuk menentukan juara Piala Perbara FIFA 2026. Pertandingan ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Indonesia, pada 5 Oktober 2026, dan mempertemukan Indonesia dengan Thailand, yang merupakan juara dari kedua fase grup. Ini merupakan pertandingan final perdana Piala Perbara FIFA.[3]
Indonesia memenangkan pertandingan final melalui adu penalti dengan skor 4–2, setelah laga berakhir imbang 2–2 hingga babak perpanjangan waktu usai. Dean James membawa Indonesia unggul pada menit ke-84 sebelum Iklas Sanron menyamakan kedudukan tiga menit kemudian. Thailand sempat memimpin lewat gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111, namun Elkan Baggott menyamakan kedudukan lima menit berselang. Dalam adu penalti, Indonesia berhasil mencetak gol dari keempat kesempatan mereka, sementara Thailand gagal dalam dua kesempatan, termasuk saat kiper Emil Audero menepis tendangan Nattapong Sayriya. Kemenangan ini menjadikan Indonesia keluar sebagai juara perdana Piala Perbara FIFA.[3]
Jalan menuju final
Indonesia menempati peringkat pertama Grup A dengan tujuh poin, mengungguli Malaysia berdasarkan jumlah gol yang dicetak setelah kedua tim menyelesaikan fase grup tanpa terkalahkan dengan perolehan tujuh poin yang sama. Pertandingan terakhir Indonesia di fase grup berakhir dengan kemenangan 9–2 atas Bangladesh, di mana Mitchell Baker mencetak lima gol.[4]
Thailand menempati posisi pertama di Grup B dengan raihan enam poin. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan 4–0 atas Pakistan dan melanjutkannya dengan kemenangan 2–0 atas Vietnam, sekaligus memastikan tempat di final saat masih menyisakan satu pertandingan. Thailand kemudian kalah 2–1 dari Filipina pada laga terakhir grup setelah melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain utama mereka.[5][6]
| Babak | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Lawan | Hasil | Babak grup | Lawan | Hasil | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2–0 | Pertandingan ke-1 | 4–0 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 0–0 | Pertandingan ke-2 | 2–0 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9–2 | Pertandingan ke-3 | 1–2 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemenangan Grup A
|
Klasemen akhir | Pemenang Grup B
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Detail pertandingan
Babak pertama berakhir tanpa gol, Indonesia lebih banyak menguasai bola sementara Thailand berusaha menebar ancaman lewat serangan balik. Thailand kehilangan Suphanan Bureerat akibat cedera di babak kedua sebelum pertandingan memasuki fase akhir yang dramatis.[3]
Thailand harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81. Tiga menit kemudian, Indonesia unggul berkat tendangan bebas Dean James yang berbelok arah setelah mengenai pemain pengganti Iklas Sanron dan masuk ke gawang Saranon Anuin. Thailand segera merespons, Iklas mencetak gol lewat tendangan voli menyambut umpan silang Seksan Ratree pada menit ke-87, sehingga kedudukan menjadi imbang 1–1.[3]
Pada babak perpanjangan waktu, Thailand unggul di menit ke-111 saat Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott dan memberikan umpan kepada Peeradol Chamrasamee, yang kemudian mencetak gol dengan menaklukkan Emil Audero. Baggott menyamakan kedudukan pada menit ke-116 lewat tembakan yang masuk setelah membentur bagian bawah mistar gawang, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti.[3]
Dalam adu penalti, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama mencetak gol untuk Indonesia. Manuel Bihr dan Waris Choolthong mencetak gol untuk Thailand, sementara tendangan kapten Sarach Yooyen membentur mistar gawang dan upaya Nattapong Sayriya berhasil digagalkan oleh Audero. Dengan demikian, Indonesia memenangkan adu penalti dengan skor 4–2.[7]
| Indonesia | 2–2 (p.w.) | |
|---|---|---|
| Laporan FIFA Laporan GSA |
||
| Adu penalti | ||
| 4–2 | ||
Indonesia
|
Thailand
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pemain Terbaik Pertandingan:
Asisten wasit:
|
Aturan pertandingan
|
Lihat juga
Catatan
- ↑ Setiap tim hanya diberi tiga kesempatan untuk melakukan pergantian pemain, dengan kesempatan keempat di babak tambahan, tidak termasuk pergantian pemain yang dilakukan pada jeda babak pertama, sebelum dimulainya babak tambahan, dan pada jeda babak tambahan.
References
- 1 2 Masindo, A.A. (5 Oktober 2026). "70.098 Penonton Padati SUGBK, Final Indonesia Vs Thailand Jadi Lautan Merah" [70,098 Spectators Filled the GBK Stadium, Turning the Indonesia vs Thailand Final into a Sea of Red]. www.viva.co.id. VIVA. Diakses tanggal 5 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Jakarta, Indonesia Weather History". Weather Underground. 5 Oktober 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 "Indonesia defeat Thailand on penalties to win FIFA ASEAN Cup". FIFA.com. Fédération Internationale de Football Association. 5 Oktober 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Nine goals send Indonesia to ASEAN Cup final". FIFA.com. Fédération Internationale de Football Association. 1 Oktober 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Thailand defeat Vietnam to qualify for FIFA ASEAN Cup final". FIFA.com. Fédération Internationale de Football Association. 29 September 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Philippines finish with a flourish". FIFA.com. Fédération Internationale de Football Association. 2 Oktober 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Indonesia wins FIFA ASEAN Cup after shootout victory over Thailand". ANTARA News. 6 Oktober 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Indonesia 2-2 Thailand Player Ratings: Elkan Baggott 8.7/10 Performance Helps Tim Garuda Reign Supreme Against War Elephants In The Final". Sportsdunia. 5 Oktober 2026. Diakses tanggal 6 Oktober 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)