Selasa, 22 September 2026
16:49 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Fimosis

Fimosis

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Agustus 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Phimosis}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Fimosis
SpesialisasiUrologi Sunting ini di Wikidata
250px-Close-up_glans_penis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Setelah operasi sunat

Fimosis, dari bahasa Yunani phimos (φῑμός, 'moncong'), merupakan kondisi penis yang kulupnya tidak dapat ditarik seluruhnya melewati kepala penis. Istilah ini juga dapat merujuk pada fimosis klitoral pada perempuan, yaitu kondisi klitoris yang selubungnya tidak dapat ditarik sehingga membatasi paparan ujung klitoris.[1]

Saat lahir, kulup menyatu dengan kepala penis dan tidak dapat ditarik. Huntley dkk. menyatakan bahwa "kulup yang tidak dapat ditarik dapat dianggap normal pada laki-laki berusia hingga dan termasuk remaja."[2]

Kulup yang tidak dapat ditarik pada perkembangan tubuh yang normal tidak menimbulkan masalah apa pun. Fimosis baru dianggap sebagai penyakit saat menimbulkan masalah, misalnya kesulitan buang air kecil atau tidak dapat melakukan hubungan seks secara normal. Ada berbagai sebab fimosis yang dianggap sebagai penyakit. Pengobatannya meliputi pengolesan salep steroid, peregangan manual, pengubahan kebiasaan onani, tindakan bedah kulup, dan sunat.

960px-20_year_old_European_exhibiting_phimosis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penis seorang pria Eropa berusia dua puluh tahun yang tidak disunat dengan fimosis. Dari kiri ke kanan: lemas, sebagian ereksi, sepenuhnya ereksi, sepenuhnya ereksi dengan kulup tertarik kencang

Referensi

  1. Munarriz R., Talakoub L., Kuohung W., dkk. (2002). "The Prevalence of Phimosis of the Clitoris in Women Presenting to the Sexual Dysfunction Clinic: Lack of Correlation to Disorders of Desire, Arousal and Orgasm". J Sex Marital Ther. 28 (Suppl 1): 181–5. doi:10.1080/00926230252851302. PMID 11898701.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. Huntley J.S., Bourne M.C., Munro F.D., Wilson-Storey D. (September 2003). "Troubles with the Foreskin: One Hundred Consecutive Referrals to Paediatric Surgeons". J R Soc Med. 96 (9): 449–451. doi:10.1258/jrsm.96.9.449. PMC 539600. PMID 12949201.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan