Sabtu, 07 November 2026
14:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Fimosis

Fimosis

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Agustus 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Phimosis}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Fimosis
SpesialisasiUrologi Sunting ini di Wikidata
250px-Close-up_glans_penis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Setelah operasi sunat

Fimosis, dari bahasa Yunani phimos (φῑμός, 'moncong'), merupakan kondisi penis yang kulupnya tidak dapat ditarik seluruhnya melewati kepala penis. Istilah ini juga dapat merujuk pada fimosis klitoral pada perempuan, yaitu kondisi klitoris yang selubungnya tidak dapat ditarik sehingga membatasi paparan ujung klitoris.[1]

Saat lahir, kulup menyatu dengan kepala penis dan tidak dapat ditarik. Huntley dkk. menyatakan bahwa "kulup yang tidak dapat ditarik dapat dianggap normal pada laki-laki berusia hingga dan termasuk remaja."[2]

Kulup yang tidak dapat ditarik pada perkembangan tubuh yang normal tidak menimbulkan masalah apa pun. Fimosis baru dianggap sebagai penyakit saat menimbulkan masalah, misalnya kesulitan buang air kecil atau tidak dapat melakukan hubungan seks secara normal. Ada berbagai sebab fimosis yang dianggap sebagai penyakit. Pengobatannya meliputi pengolesan salep steroid, peregangan manual, pengubahan kebiasaan onani, tindakan bedah kulup, dan sunat.

960px-20_year_old_European_exhibiting_phimosis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penis seorang pria Eropa berusia dua puluh tahun yang tidak disunat dengan fimosis. Dari kiri ke kanan: lemas, sebagian ereksi, sepenuhnya ereksi, sepenuhnya ereksi dengan kulup tertarik kencang

Referensi

  1. ↑ Munarriz R., Talakoub L., Kuohung W., dkk. (2002). "The Prevalence of Phimosis of the Clitoris in Women Presenting to the Sexual Dysfunction Clinic: Lack of Correlation to Disorders of Desire, Arousal and Orgasm". J Sex Marital Ther. 28 (Suppl 1): 181–5. doi:10.1080/00926230252851302. PMID 11898701.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Huntley J.S., Bourne M.C., Munro F.D., Wilson-Storey D. (September 2003). "Troubles with the Foreskin: One Hundred Consecutive Referrals to Paediatric Surgeons". J R Soc Med. 96 (9): 449–451. doi:10.1258/jrsm.96.9.449. PMC 539600. PMID 12949201.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan