Kamis, 24 September 2026
02:56 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Filter Chamberland

Filter Chamberland

250px-Pasteur-Chamberland_filter_IMG_0020_2014.002.002.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komponen sebuah filter Pasteur—Chamberland.
250px-Schematic_diagram_of_a_Chamberland_filter.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram skematik sebuah filter Chamberland.

Filter Chamberland, juga dikenal sebagai filter Pasteur—Chamberland, adalah filter air porselen yang ditemukan oleh Charles Chamberland pada tahun 1884.[1] Filter ini dikembangkan setelah penemuan filter air keramik Henry Doulton tahun 1827. Pada prinsipnya, filter Chamberland mirip dengan filter Berkefeld pada prinsipnya.

Desain

Filter terdiri dari tabung porselen tanpa glasir yang permeabel (disebut porselen biskuit) yang berisi cincin porselen dengan enamel yang dilalui oleh pipa tempat masuknya air. Inti porselen terbuat dari pipa logam dengan lubang-lubang tempat air mengalir keluar dan dikumpulkan. Saluran masuknya air diberi tekanan sehingga filtrasi terjadi dengan paksa. Ada 13 jenis filter Chamberland: L1 hingga L13. Filter L1 memiliki ukuran pori paling kasar sedangkan L13 merupakan tipe terbaik.

Kegunaan

Filter Pasteur—Chamberland sama bermanfaatnya dengan filter keramik dan porselen lainnya. Filter ini merupakan saringan bakteri yang baik yang terutama digunakan sebagai filter air dengan volume yang besar.[2][3] Filter bekerja lebih cepat ketika air yang disuplai berada di bawah tekanan. Seperti halnya filter lain sejenis, filter Pasteur—Chamberlandtidak dapat menyaring partikel yang sangat kecil seperti virus atau mikoplasma. Filter ini digunakan untuk menghilangkan organisme dari kultur cairan untuk mendapatkan racun bakteri.

Referensi

  1. Horzinek MC (1997). "The birth of virology". Antonie van Leeuwenhoek. 71 (1/2): 15–20. doi:10.1023/A:1000197505492. PMID 9049014.
  2. Textbook of Microbiology by Prof. C P Baveja, ISBN81-7855-266-3
  3. Textbook of Microbiology by Ananthanarayan and Panikar, ISBN81-250-2808-0
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan