Jumat, 09 Oktober 2026
17:46 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Filsafat pascamodern

Bagikan:

Filsafat pascamodern adalah aliran filsafat yang memiliki arahan proyeksi kritis terhadap asumsi-asumsi dasar filsafat Barat dan terutama filsafat dari abad ke-18 pada masa Pencerahan. Filsafat pada periode ini menekankan pentingnya hubungan kekuasaan, personalisasi dan wacana dalam proses "konstruksi" suatu kebenaran ataupun suatu pandangan dunia. Para pemikir pascamodern menyangkal bahwa realitas obyektif ada, sebagaimana halnya yang dipercayai oleh para pemikir pada abad modern ataupun pada masa-masa sebelumnya, dan menyangkal bahwa terdapat nilai-nilai moral yang objektif.[1]

Filsafat pascamodern sering tampak sangat skeptis akan oposisi biner yang merupakan ciri khas strukturalisme, menekankan bahwa para filsuf umumnya hanya menekankan permasalahan pada pembedaan antara pengetahuan dan kebodohan, kemajuan sosial dan kemunduran, dominasi dan kepatuhan, perihal yang baik dan yang buruk, serta keberadaan dan ketiadaan.[2][3]

Filsafat pascamodern sangat dipengaruhi oleh sebagian besar literatur dari mazhab teori kritis.[4]

Catatan

  1. ↑ Duignan, Brian. "postmodernism (philosophy) (Encyclopædia Britannica)". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-25. Diakses tanggal 19 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Sim, Stuart. Routledge Companion untuk Postmodernisme
  3. ↑ Taylor, Victor dan Charles Winquist. Ensiklopedia Postmodernisme "Oposisi Biner"
  4. ↑ Problematizing Pengetahuan Global. Teori, Budaya & Masyarakat. Vol. 23 (2-3). Bijak, 2006


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan