Minggu, 04 Oktober 2026
18:56 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Filsafat pendidikan

Filsafat pendidikan

Bagikan:

Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan.[1] Bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan.[1] Metode yang dilakukan yaitu dengan analisis secara kritis struktur dan manfaat pendidikan.[1] Filsafat pendidikan berupaya untuk memikirkan permasalahan pendidikan.[2] Salah satu yang dikritisi secara konkret adalah relasi antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran.[3] Salah satu yang sering dibicakan dewasa ini adalah pendidikan yang menyentuh aspek pengalaman.[4] Filsafat pendidikan berusaha menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, sumber daya manusia, teori kurikulum, dan pembelajaran serta aspek-aspek pendidikan yang lain.[5]

250px-Classroom.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasan belajar di kelas menjadi objek penting filsafat pendidikan

Pengertian Filsafat Pendidikan

250px-John_Dewey_in_1902.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
John Dewey Di Universitas Chicago pada tahun 1902.

Filsafat dan pendidikan merupakan dua istilah yang mempunyai makna sendiri.[2] Akan tetapi ketika digabungkan akan menjadi sebuah tema yang baru dan khusus.[2] Filsafat pendidikan tidak dapat dipisahkan dari ilmu filsafat secara umum.[2]

[2] Ada banyak definisi mengenai filsafat pendidikan tetapi akhirnya semua mengatakan dan mengajukan soal kaidah-kaidah berpikir filsafat dalam rangka menyelesaikan permasalahan pendidikan.[2] Upaya ini kemudian menghasilan teori dan metode pendidikan untuk menentukan gerak semua aktivitas pendidikan.[2]

Manfaat Filsafat Pendidikan

adap proses pendidikan demi perkembangan pendidikan yang mencetak manusia andal.[2]

Objek Kajian Filsafat Pendidikan

Realitas-realitas pendidikan yang menjadi objek kajian filsafat pendidikan antara lain:[2]

  1. Hakikat manusia ideal sebagai acuan pokok bagi pengembangan dan penyempurnaan.[2]
  2. Pendidikan dan nilai-nilai yang dianut sebagai suatu landasan berpikir dan memengaruhi tatanan hidup suatu masyarakat.[2]
  3. Tujuan pendidikan sebagai arah pengembangan model pendidikan.[2]
  4. Relasi antara pendidik dan peserta didik sebagai subjek dan subjek.[2]
  5. Pemahaman dan pelaksanaan kurikulum dalam pendidikan.[2]
  6. Metode dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik.[2]
  7. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan tatanan masyarakat dan organisasi serta situasi sosial sekitar.[2]
  8. Nilai dan pengetahuan sebagai aspek penting dalam pengajaran.[2]
  9. Kaitan antara pendidikan dengan kelas sosial dan kenaikan taraf hidup masyarakat.[2]
  10. Aliran-aliran filsafat yang dapat memberikan solusi atas masalah pendidikan.[2]

Pada dasarnya filsafat pendidikan membicarakan tiga masalah pokok.[1] Pertama, apakah sebenarnya pendidikan itu.[1] Kedua, apakah tujuan pendidikan yang sejati.[1] Ketiga, dengan metode atau cara apakah tujuan pendidikan dapat tercapai.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Redja Mudyahardjo (2008). Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Rosda. hlm. 5-10. ISBN 979-692-027-1.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Muhmidayeli (2011). Filsafat Pendidikan. Bandung: Refika Aditama. ISBN 979-602-39-7.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
  3. ↑ Rakhmat Hidayat (2013). Pedagogi Kritis. Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm. 2. ISBN 978-979-769-549-1.
  4. ↑ John Dewey (2008). Pengalaman dan Pendidikan. Yogyakarta: Kepel Press. ISBN 979-96230-4-9.
  5. ↑ Wowo Sunaryo Kuswana (2013). Filsafat Pendidikan Teknologi, Vokasi dan Kejuruan. Bandung: Alfabeta. ISBN 978-602-7825-21-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan