Sabtu, 03 Oktober 2026
01:52 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Filsafat Timur

Bagikan:
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Filsafat Timur" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Bagian dari rangkaian mengenai
Filsafat
120px-Greek_uc_phi_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Classification_of_Indian_Philosophy_%28Dar%C5%9Bana%29_%E2%80%94_A_Historical_Overview.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Filsafat Timur merupakan tradisi pemikiran filosofis yang berkembang di berbagai wilayah Asia, termasuk India, Tiongkok, dan kawasan Asia lainnya. Berkas ini menampilkan bagan klasifikasi filsafat India (Darsana) yang menggambarkan perkembangannya dari periode Weda dan tradisi Sramana hingga enam aliran ortodoks (Astika) yaitu Nyaya, Vaisesika, Samkhya, Yoga, Mimamsa, dan Vedanta. Bagan tersebut juga mencakup pemikiran Upanisadik, Buddhisme, Jainisme, dan Ajivikisme. Berkas ini dibuat oleh Shreedhar Kumbar (xaetherion).

Filsafat Timur merujuk pada berbagai aliran pemikiran filosofis yang berasal dari Asia, termasuk Filsafat Tiongkok, India, Jepang, Islam, dan Buddhisme. Setiap aliran filsafat ini memiliki sistem pemikiran yang luas dan bervariasi.[1] Sebagai contoh, filsafat India terdiri dari aliran Hindu dan Buddhisme, sementara filsafat Tiongkok terbagi menjadi Konfusianisme dan Taoisme.[2] Ada juga banyak interaksi dan pengaruh antara berbagai aliran filsafat ini. Misalnya, Buddhisme berasal dari Hinduisme tetapi kemudian menjadi lebih populer di Tiongkok daripada di India.[2] Di sisi lain, filsafat Islam banyak dipengaruhi oleh filsafat Barat.[1] Secara umum, ada empat aliran filsafat Timur yang dikenal sebagai “Empat Tradisi Besar”, yaitu Hinduisme, Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme.[3]

Filsafat Timur memiliki karakteristik yang berbeda dari filsafat Barat karena mencakup unsur-unsur keagamaan. Hal ini menyebabkan perdebatan di kalangan para ahli tentang apakah pemikiran Timur dapat dianggap sebagai filsafat.[2][4] Dalam studi post-kolonial, filsafat Timur sering dianggap kurang bermutu dibandingkan dengan pemikiran Barat karena tidak memenuhi kriteria filsafat menurut standar Barat, misalnya karena dianggap memiliki unsur keagamaan atau mistik.[5] Namun, meskipun ada perbedaan antara filsafat Timur dan Barat, tidak ada yang dapat dinilai lebih baik karena masing-masing memiliki keunikan tersendiri.[2][6] Kedua tradisi ini diharapkan dapat saling melengkapi dalam khazanah filsafat secara luas.[2]

Perbedaan dengan Filsafat Barat

Filsafat Barat dan Filsafat Timur tampak amat berbeda sebab berkembang di dalam budaya yang amat berbeda, dan sepanjang sejarah tidak terlalu banyak pertemuan di antara keduanya, kecuali di dalam filsafat Islam.[1] Meskipun demikian, bukan berarti tidak ada persamaan di antara keduanya.[1]

Pengetahuan

Filsafat Barat sejak masa Yunani telah menekankan akal budi dan pemikiran yang rasional sebagai pusat kodrat manusia.[6] Filsafat Timur lebih menekankan hati daripada akal budi, sebab hati dipahami sebagai instrumen yang mempersatukan akal budi dan intuisi, serta intelegensi dan perasaan.[6] Tujuan utama berfilsafat adalah menjadi bijaksana dan menghayati kehidupan, dan untuk itu pengetahuan harus disertai dengan moralitas.[6]

Sikap Terhadap Alam

Filsafat Barat menjadikan manusia sebagai subjek dan alam sebagai objek sehingga menghasilkan eksploitasi berlebihan atas alam.[6] Sementara itu, filsafat Timur menjadikan harmoni antara manusia dengan alam sebagai kunci.[6] Manusia berasal alam tetapi sekaligus menyadari keunikannya di tengah alam.[6]

Cita-cita Hidup

Jikalau filsafat Barat menganggap mengisi hidup dengan bekerja dan bersikap aktif sebagai kebaikan tertinggi, cita-cita filsafat Timur adalah harmoni, ketenangan, dan kedamaian hati.[6] Kehidupan hendaknya dijalani dengan sederhana, tenang, dan menyelaraskan diri dengan lingkungan.[6]

Status Manusia

Filsafat Barat amat menekankan status manusia sebagai individu dengan segala kebebasan yang ia miliki, dan masyarakat tidak bisa menghilangkan status seorang manusia dengan kebebasannya.[6] Filsafat Timur menekankan martabat manusia tetapi dengan penekanan yang berbeda, sehingga manusia ada bukan untuk dirinya melainkan ada di dalam solidaritas dengan sesamanya.[6]

Lihat Juga

Referensi

  1. 1 2 3 4 (Inggris)Oliver Leaman. 2000. Eastern Philosophy: Key Readings. London: Routledge.
  2. 1 2 3 4 5
  3. ↑ (Inggris)Jay Stevenson. 2000. The Complete's Idiot's Guide to Eastern Philosophy. Macmillan: Alpha Books.
  4. ↑ (Inggris)Ray Billington. 1997. Understanding Eastern Philosophy. London: Routledge.
  5. ↑ (Inggris)Richard King. 1999. Orientalism and Religion: Postcolonial theory, India and ‘the mystic East’. London: Routledge.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tim Redaksi Driyarkara. 1993. Jelajah Hakikat Pemikiran Timur. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan