Sabtu, 31 Oktober 2026
22:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Filipos III dari Makedonia

Filipos III dari Makedonia

Bagikan:
Filipos III Arridaios
Φίλιππος Γ΄ ὁ Ἀρριδαῖος
250px-Macedonia%2C_dinastia_degli_antigonidi%2C_tetradracma_di_filippo_III%2C_323-316_ac_ca.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tetradrakhma Filipos III Arrhidaeus
Raja Makedonia
Penguasa Asia
Firaun Mesir
Berkuasatradisional: 323–317 SM
PendahuluAleksander III
PenerusAleksander IV
BersamaAleksander IV
Lahirsekitar 359 SM
Meninggal25 Desember 317 SM
AyahFilipos II
IbuPhilinna dari Larissa
PasanganEuridike
WangsaArgeadai
AgamaAgama Yunani Kuno

Arridaios (skt. 359 SM – 25 Desember, 317 SM), dikenal dengan nama takhtanya Filipos III (bahasa Yunani Kuno:Φίλιππος Γ΄ ὁ Ἀρριδαῖος), adalah Raja Makedonia, Firaun Mesir, dan Raja Diraja Iran dari Dinasti Argeadai, berkuasa pada 323–317 SM. Filipos III adalah putra Raja Filipos II dengan Philinna dari Larissa, dan saudara tiri Aleksander Agung.

250px-Golden_larnax_and_wreath_of_Philip_II_of_Macedon_at_the_Vergina_museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Larnaka Emas (Chrysi Larnaka) (dengan Matahari Vergina di atas tutup) yang berisi tulang belulang (kerangka) dari pemakaman Raja Makedonia Filipos II dan karangan emas kerajaan. Dulunya terletak di Museum Arkeologi Thessalonika, sejak tahun 1997) ditampilkan di museum Vergina, di dalam Tumulus Agung.[1]

Saat Arridaios bertambah tua, tampak jelas bahwa ia mengalami kesulitan belajar ringan. Plutarkhos berpandangan bahwa ia menjadi cacat karena upaya pembunuhan oleh ibu tirinya, Olimpias melalui penggunaan pharmaka (obat/jampi-jampi), tetapi kebanyakan sejarawan modern meragukan kebenaran pernyataan ini.[2]

Aleksander menyukai Arridaios dan membawanya dalam ekspedisi perangnya, baik untuk melindungi hidupnya maupun untuk mencegah pihak lain menjadikan dirinya sebagai pion untuk merebut takhta. Setelah kematian Aleksander di Babilon pada tahun 323 SM, Arridaios naik takhta dengan nama takhta Filipos (III) dan menjadi raja bersama Aleksander IV, putra Aleksander Agung. Namun Filipos III hanya menjadi raja sebatas nama lantaran para jenderal berpengaruh yang sesungguhnya memegang kendali negara.

Kehidupan

Arridaios dan Aleksander Agung adalah saudara seayah berbeda ibu. Ayah mereka adalah Raja Makedonia Filipos II. Ibu Arridaios adalah Philinna dari Larissa, sementara ibu Aleksander adalah Olimpias yang merupakan putri Neoptolemus I, Raja Epiros.

Meskipun Aleksander dan Arridaios sebaya, Arridaios tampaknya tidak dipandang sebagai ancaman bagi suksesi takhta Aleksander. Tidak begitu jelas mengenai keberadaan Arridaios pada masa Aleksander Agung berkuasa, tetapi jelas bahwa dia tidak diberi jabatan kepemimpinan, baik dalam bidang sipil atau militer.

Arridaios berada di Babilonia saat Aleksander mangkat pada Juni 323 SM. Kematian Aleksander membuat negara mengalami krisis suksesi lantaran dia saat itu tidak meninggalkan putra yang masih hidup. Meski demikian, Roxana yang merupakan janda Aleksander sedang hamil. Perdikas yang merupakan panglima angkatan darat memilih untuk menunggu Roxana melahirkan terlebih dulu. Jika bayinya laki-laki, maka dia akan diangkat sebagai raja. Di sisi lain, Meleagros yang merupakan komandan falangs mendukung Arridaios sebagai raja. Meleagros kemudian dibunuh dan setelahnya diambil kesepakatan. Arridaios menjadi raja dengan nama takhta Filipos III. Bila Roxana melahirkan seorang putra, dia nantinya juga akan diangkat menjadi raja sehingga takhta Makedonia dibagi di antara Filipos III dan putra Aleksander. Namun Filipos III sendiri cacat mental dan tidak layak memerintah, menjadikan dirinya hanya berperan sebagai simbol semata,[3] sementara Perdikas menjadi wali dan memerintah negara atas nama raja. Roxana sendiri kemudian melahirkan seorang putra, Aleksander IV, yang kemudian menjadi raja bersama Filipos III.

Setelah berita kenaikan takhta Filipos III sampai Makedonia, Kynane yang merupakan saudari tiri Filipos III dan Aleksander Agung berencana menuju Asia untuk menikahkan putrinya, Euridike, dengan Filipos III. Khawatir akan pengaruh Kynane bila pernikahan tersebut terlaksana, Perdikas mengutus saudaranya, Alketas, untuk membunuh Kynane. Kematian Kynane menimbulkan protes keras dari para pasukan sampai-sampai Perdikas pada akhirnya menerima pernikahan Filipos III dan Euridike.

Kesempatan Euridike untuk menguatkan pengaruh suaminya tiba ketika terjadi perselisihan di antara para Diadokhoi. Perdikas dibunuh pasukannya pada 321/320 SM setelah kegagalannya melawan Mesir. Euridike berhasil menggagalkan Peithon dan jenderal Arridaios menjadi wali raja, tetapi tidak bisa menghalangi Antipatros yang akhirnya menjadi wali. Antipatros kemudian membawa Filipos III dan Euridika kembali ke Makedonia.

Sebelum Antipatros meninggal karena sebab alami, dia mencalonkan rekannya, Poliperkones, sebagai wali raja. Namun Kassandros yang merupakan putra Antipatros tidak menerima keputusan itu dan mengusir Poliperkones dari Makedonia pada 317 SM. Euridike kemudian bersekutu dengan Kassandros dan Filipos III akhirnya menetapkan Kassandros sebagai wali atas bujukan istrinya. Kassandros sendiri meninggalkan kendali negara sepenuhnya pada Euridike saat dirinya pergi berperang.

Setelah Poliperkones diusir dari Makedonia, dia menuju Epiros dengan membawa Roxana dan Aleksander IV. Olimpias awalnya tidak terlibat perselisihan, tetapi kemudian bersekutu dengan Poliperkones lantaran khawatir bahwa cucunya, Aleksander IV, akan kehilangan takhta bila Kassandros berkuasa. Dengan dukungan Aiakidis yang merupakan Raja Epiros dan sepupu Olimpias, Poliperkones dan Olimpias menyerang Makedonia. Pasukan Makedonia menolak bertempur melawan Olimpias lantaran statusnya sebagai ibu Aleksander Agung sehingga Filipos III dan Euridika terpaksa melarikan diri, tetapi berhasil ditangkap di Amfipoli dan dipenjara. Filipos III kemudian dihukum mati dan Euridika dipaksa bunuh diri. Olimpias juga memerintahkan untuk menghukum mati saudara dan ratusan pengikut Kassandros.[4]

Rujukan

  1. ↑ Stella Drougou, Chrysoula Saatsoglou-Paliadeli. Verghina, Hellenic Minister of Culture, Athens, 2005 (hlm. 45, 59) ISBN960-214-385-1
  2. ↑ Elizabeth Donnelly Carney (2006). Olympias: mother of Alexander the Great. Taylor & Francis. hlm. 24–25. ISBN 978-0-415-33316-0. Diakses tanggal 14 Juni 2011.
  3. ↑ Habicht 1998, hlm. 69.
  4. ↑ "Olympias | Macedonian leader". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-04-28. Diakses tanggal 2021-10-12.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Philip III of Macedon.
Filipos III dari Makedonia
Lahir: 359 SM Meninggal: 317 SM
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Aleksander Agung
Raja Makedonia
Penguasa Asia
Firaun Mesir

323 SM – 317 SM
bersama Aleksander IV
Diteruskan oleh:
Aleksander IV
sebagai penguasa tunggal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan