Rabu, 07 Oktober 2026
08:14 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Filamen PH

Bagikan:

Filamen PH (bahasa Inggris:neurofibrillary tangle, paired helical filaments, PHF) adalah tumpukan protein yang ditemukan pertama kali oleh Alois Alzheimer di dalam neuron penderita Alzheimer.[1]

Filamen ini terbentuk dari berbagai isomer[2] protein tau[3] - sebuah protein yang berperan dalam perakitan dan pemeliharaan struktur mikrotubula - mengalami hiperfosforilasi sehingga memecahkan struktur mikrotubula. Radikal protein tau kemudian berhimpun menjadi filamen PH di dalam soma.[4]

Hiperfosforilasi terjadi karena terjadi kerusakan transduksi sinyal seluler yang disebabkan oleh tid ak seimbangnya aktivitas protein dari beberapa enzim fosfatase dan kinase,[4] seperti calmodulin-dependent protein kinase II, glycogen synthase kinase-3beta dan cyclin-dependent protein kinase 5.[5][6] Proses kimiawi ini dapat diredam dengan meningkatkan aktivitas enzim fosfoseril protein fosfatase[7] dan fosfotreonil protein fosfatase.[8]

Rujukan

  1. ↑ alzi (2019-06-15). "Apa yang menyebabkan demensia?". Alzheimer Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-28.
  2. ↑ (Inggris) "Multiple isoforms of human microtubule-associated protein tau: sequences and localization in neurofibrillary tangles of Alzheimer's disease". Medical Research Council, Laboratory of Molecular Biology, Cambridge, England; Goedert M, Spillantini MG, Jakes R, Rutherford D, Crowther RA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-15. Diakses tanggal 2010-06-27.
  3. ↑ (Inggris) "Cloning and sequencing of the cDNA encoding a core protein of the paired helical filament of Alzheimer disease: identification as the microtubule-associated protein tau". Medical Research Council Laboratory of Molecular Biology, Cambridge, United Kingdom; Goedert M, Wischik CM, Crowther RA, Walker JE, Klug A. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-01. Diakses tanggal 2010-06-27.
  4. 1 2 (Inggris) "The Role of Tau in Alzheimer's Disease and Related Disorders". Department of Neurobiology and Behavior and Institute for Memory Impairments and Neurological Disorders, University of California; Medeiros R, Baglietto-Vargas D, Laferla FM. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-25. Diakses tanggal 2010-06-21.
  5. ↑ (Inggris) "Alzheimer neurofibrillary degeneration: significance, etiopathogenesis, therapeutics and prevention". Department of Neurochemistry New York State Institute for Basic Research in Developmental Disabilities; Iqbal K, Grundke-Iqbal I. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-06-11. Diakses tanggal 2010-06-21.
  6. ↑ (Inggris) "Kinases and phosphatases and tau sites involved in Alzheimer neurofibrillary degeneration". Pathophysiology Department, Tongji Medical College, Huazhong University of Science & Technology; Wang JZ, Grundke-Iqbal I, Iqbal K. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-07-15. Diakses tanggal 2010-06-21.
  7. ↑ (Inggris) "Inhibition of neurofibrillary degeneration: a promising approach to Alzheimer's disease and other tauopathies". Department of Neurochemistry, New York State Institute for Basic Research in Developmental Disabilities; Iqbal K, Grundke-Iqbal I. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2010-06-21.
  8. ↑ (Inggris) "Mechanism of neurofibrillary degeneration and pharmacologic therapeutic approach". New York State Institute for Basic Research in Developmental Disabilities; Iqbal K, Alonso AD, Gondal JA, Gong CX, Haque N, Khatoon S, Sengupta A, Wang JZ, Grundke-Iqbal I. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-10. Diakses tanggal 2010-06-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan