Jumat, 23 Oktober 2026
20:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Fiksi Gotik

Fiksi Gotik

Genre sastra romantis, horor, dan kematian

Bagikan:
Romance, horror and death literary genreTemplat:SHORTDESC:Romance, horror and death literary genre
"Sastra Gotik" beralih ke halaman ini. Hal ini mungkin juga merujuk pada teks-teks dalam bahasa Gotik yang sudah punah. Untuk fiksi yang terkait dengan komunitas goth, lihat Subkultur Goth § Buku dan majalah.
250px-Frontispiece_to_Frankenstein_1831.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Frankenstein; or, The Modern Prometheus (1818) karya Mary Shelley telah menjadi ciri khas fiksi Gotik pada periode Romantis. Halaman depan dari edisi tahun 1831 yang ditampilkan.

Fiksi Gotik, sering disebut sebagai Horor Gotik (terutama pada abad ke-20), adalah estetika sastra yang bertema ketakutan dan hantu. Nama genre ini berasal dari penggunaan kata "gotik" pada era Renaisans sebagai istilah peyoratif yang berarti abad pertengahan dan barbar, yang sendiri berasal dari arsitektur Gotik dan pada gilirannya bangsa Gotik.[1]

Karya pertama yang diberi label Gotik adalah novel karya Horace Walpole tahun 1764 The Castle of Otranto, kemudian diberi subjudul A Gothic Story. Kontributor selanjutnya pada abad ke-18 termasuk Clara Reeve, Ann Radcliffe, William Thomas Beckford, dan Matthew Lewis. Pengaruh Gotik berlanjut hingga awal abad ke-19, dengan karya-karya Romantis oleh para penyair seperti Samuel Taylor Coleridge dan Lord Byron. Novelis seperti Mary Shelley, Charles Maturin, Walter Scott, dan E. T. A. Hoffmann juga sering menggunakan motif Gotik dalam karya-karyanya.

Estetika Gotik terus digunakan dalam sastra Victoria dalam novel-novel karya Charles Dickens dan Brontë bersaudari, serta dalam karya-karya penulis Amerika Edgar Allan Poe dan Nathaniel Hawthorne. Kemudian, fiksi Gotik berkembang melalui karya-karya terkenal seperti Dracula karya Bram Stoker, The Beetle karya Richard Marsh, Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde karya Robert Louis Stevenson, dan The Picture of Dorian Gray karya Oscar Wilde. Pada abad ke-20, fiksi Gotik tetap berpengaruh dengan kontributor-kontributor termasuk Daphne du Maurier, Stephen King, V. C. Andrews, Shirley Jackson, Anne Rice, dan Toni Morrison.

Karakteristik

250px-The_Bride_of_Lammermoor_-_Wolf%27s_Crag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reruntuhan dari Kastil Wolf Crag di buku The Bride of Lammermoor (1819) karya Walter Scott

Fiksi gotik dikenali dengan temanya mengenai kengerian, kejadian supranatural, dan intrusi masa lalu pada masa kini.[2][3] Latarnya umumnya mencakup pengingat-pengingat nyata akan masa lalu, khususnya melalui reruntuhan bangunan yang menjadi bukti akan kehidupan sebelumnya yang hancur di masa kini.[4] Karakteristik latar pada abad ke-18 dan abad ke-19 termasuk kastil, bangunan religi seperti biara, dan rubanah. Suasana yang diterapkan biasanya mengesankan situasi klaustrofobia, dan alur cerita yang umum biasa meliputi elemen penganiayaan penuh dendam, pemenjaraan, dan pembunuhan.[5] Penggambaran dari rangkaian kejadian mengerikan dalam fiksi gotik berperan sebagai ekspresi metafora dari masalah psikologi atau sosial.[6] Bentuk cerita Gotik biasanya tidak berkesinambungan dan rumit, sering kali menggabungkan cerita di dalam cerita, berganti narator, dan perangkat bingkai seperti manuskrip yang ditemukan atau sejarah yang disisipkan.[7] Karakteristik lainnya, terlepas dari relevansi alur cerita, dapat mencakup keadaan seperti tidur atau kematian, penguburan hidup-hidup, doppelgänger (kembaran), gema atau keheningan yang tidak wajar, penemuan hubungan keluarga yang tersembunyi, tulisan yang tidak dapat dipahami, lanskap malam, lokasi terpencil,[8] dan mimpi.[9] Khususnya pada akhir abad ke-19, fiksi Gotik cenderung mengaitkan unsur iblis dan peristiwa kerasukan, hantu, dan berbagai macam jenis roh jahat.[10]

Fiksi Gotik sering kali berpindah-pindah dari “budaya tinggi” dan “rendah” atau “budaya popular”[11]

Peran Arsitektur

Literatur Gotik memiliki keterikatan yang kuat dengan Arsitektur Kebangkitan Gotik di masa yang sama. Penulis Gotik Inggris sering kali mengaitkan bangunan-bangunan abad pertengahan dengan apa yang mereka anggap sebagai periode yang kelam dan mengerikan, ditandai dengan peraturan yang didukung penyiksaan dan ritual berbau misterius, fantastik, dan takhayul.

Gotik Wanita

Sejarah

Prekursor

Referensi

  1. ↑ Carlick, Stephen (22 Oktober 2024). "A guide to Gothic literature". Penguin Books. Diakses tanggal 13 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Birch, Dinah, ed. (2009). The Oxford companion to English literature. Oxford reference online premium (Edisi 7. ed). Oxford: Oxford Univ. Press. ISBN 978-0-19-173506-6.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  3. ↑ Hogle, Jerrold E., ed. (2002-08-29). The Cambridge Companion to Gothic Fiction: (Edisi 1). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-79124-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ De Vore, David. "The Gothic Novel". Diarsipkan dari aslinya pada 13 Maret 2011. "Latar sangat berpengaruh dalam novel-novel Gotik. Latar tidak hanya membangkitkan suasana horor dan kengerian, tetapi juga menggambarkan kemerosotan dunianya. Pemandangan kehancuran menyiratkan bahwa pada suatu waktu ada dunia yang berkembang pesat. Pada suatu waktu biara, kastil, atau lanskap merupakan sesuatu yang berharga dan dihargai. Sekarang, yang bertahan hanyalah cangkang yang membusuk dari tempat tinggal yang pernah ada."
  5. ↑ Birch, Dinah, ed. (2009). The Oxford companion to English literature. Oxford reference online premium (Edisi 7. ed). Oxford: Oxford Univ. Press. ISBN 978-0-19-173506-6.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  6. ↑ Hogle, Jerrold E., ed. (2002-08-29). The Cambridge Companion to Gothic Fiction: (Edisi 1). Cambridge University Press. doi:10.1017/ccol0521791243. isbn 978-0-521-79124-3.. ISBN 978-0-521-79124-3.{{cite book}}: Periksa nilai |doi=
  7. ↑ Kosofsky Sedgwick, Eve (2023-02-14). The Coherence of Gothic Conventions. London: Routledge. ISBN 978-1-003-34612-8.
  8. ↑ Klinger, Leslie S.; Davies, David Stuart; Forshaw, Barry, ed. (2015). The Sherlock Holmes book. Big ideas simply explained (Edisi First American edition). New York: DK Penguin Random House. ISBN 978-1-4654-3849-2. OCLC 904082077.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  9. ↑ Kosofsky Sedgwick, Eve (2023-02-14). The Coherence of Gothic Conventions. London: Routledge. ISBN 978-1-003-34612-8.
  10. ↑ Davies, David Stuart (2015). The Sherlock Holmes Book (First American ed.). New York: DK.: Forshaw, Barry, eds. hlm. pp. 99–100. ISBN 978-1-4654-3849-2..{{cite book}}: |pages= memiliki teks tambahan; Periksa nilai |isbn=: karakter tidak validPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Hogle, Jerrold E., ed. (2002-08-29). The Cambridge Companion to Gothic Fiction: (Edisi 1). Cambridge University Press. doi:10.1017/ccol0521791243. isbn 978-0-521-79124-3.. ISBN 978-0-521-79124-3.{{cite book}}: Periksa nilai |doi=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan