Kamis, 15 Oktober 2026
06:34 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Fes el Bali

Fes el Bali

Bagikan:
Fes el Bali
Situs Warisan Dunia UNESCO
250px-Fes%2C_Old_Medina.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Fes_el_Bali&revid=29817325&groups=_e4d94004e5f1f598976385654c38f1fbf6893c17&parser=parsoid
Peta interaktif Fes el Bali
KriteriaBudaya: ii, v
Referensi170
Pengukuhan1981 (5)

Fes el Bali (bahasa Arab:فاس البالي) (bahasa Inggris:Old Fes) adalah distrik tertua di Fes, Maroko. Fes el Bali awalnya didirikan sebagai ibu kota Dinasti Idrisiyah antara tahun 789 hingga 808 M.[1] Selain dikenal karena keberadaan universitas tertua di dunia[2] Fes el Bali, dengan jumlah penduduk sekitar 156.000 jiwa, diyakini merupakan wilayah urban bebas mobil terbesar di dunia.[3]

UNESCO memasukkan Fes el Bali ke dalam daftar situs warisan dunia pada tahun 1981 dengan nama Medina Fez. Situs warisan dunia ini meliputi wilayah urban dan tembok dan juga zona penyangga di luar tembok yang dimaksudkan untuk menjaga integritas visual tempat ini.[4]

Fes el Bali merupakan salah satu dari tiga distrik utama di Fes selain Fes Jdid dan Ville nouvelle (kota baru) yang dibuat oleh Prancis.

Sejarah

250px-Leather_tanning%2C_Fes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyamakan kulit di Fes.

Idris ibn Abdallah memutuskan untuk membangun kota baru di tepi kanan sungai Fes pada tahun 789 sebagai ibu kota negara yang baru ia didirikan. Awalnya, sebagian besar penduduk kota tersebut merupakan pengungsi yang melarikan diri dari pemberontakan di Córdoba, Spanyol.[5] Namun, pada tahun 809, putranya Idris II memutuskan untuk mendirikan ibu kotanya sendiri di sisi Sungai Fes yang lain. Ada banyak pengungsi yang memutuskan untuk menetap di kota baru pada saat itu, tetapi pengungsi tersebut merupakan yang melarikan diri dari pemberontakan di Kairouan (kini bagian dari Tunisia).[5]

Walaupun dipisahkan oleh sungai yang relatif kecil, kedua kota tersebut berkembang secara terpisah sebelum akhirnya disatukan pada abad ke-11 oleh Murabitun.

Salah satu contoh kontribusi pengungsi terhadap perkembangan Fes adalah pendirian Universitas Al-Karaouine oleh pengungsi Tunisia pada tahun 859. Universitas ini dianggap sebagai universitas tertua di dunia.[1]

Pada masa kekuasaan Murabitun, Fes tidak lagi menjadi ibu kota dan digantikan oleh Marrakech yang didirikan oleh Murabitun. Murabitun menghancurkan sebagian besar Fes el Bali, tetapi mendirikan Fes el Bali yang masih bertahan hingga kini setelah kedua kota yang terpisah disatukan.

Pada saat Muwahidun berkuasa, Fes merupakan kota dagang walaupun tidak menjadi ibu kota, dan bahkan menjadi kota terbesar di dunia pada saat itu dengan jumlah penduduk kurang lebih 200.000 jiwa.[6]

Setelah mengalahkan Muwahidun, Banu Marin memindahkan ibu kota dari Marrakech ke Fes pada tahun 1276,[7] yang merupakan puncak kejayaan Fes el Bali.[7] Mereka mulai membangun kota baru di luar tembok kota yang lama. Pada awalnya kota tersebut dijuluki kota putih,[7] tetapi setelah beberapa saat mendapat nama baru yaitu Fes Jdid, atau Fes baru. Pada saat itulah julukan Fes el Bali diberikan.

Kebanyakan monumen penting di Fes el Bali didirikan pada masa kekuasaan Marin. Pada abad ke-14, pendirian mellah menambah susunan urban Fes.

Ancaman

Menurut UNESCO, terdapat dua ancaman utama terhadap situs warisan dunia ini:

  • Meningkatnya jumlah penduduk di wilayah yang sudah kelebihan penduduk dan perkembangan kota yang tidak terkontrol sebagai dampak dari hal tersebut[1]
  • Memburuknya kondisi bangunan[1]

Akibat kerentanan situs ini, negara Maroko telah menetapkan rencana khusus untuk merawat Fes el Bali.[1] Tujuannya adalah untuk mencegah agar rumah-rumah tidak runtuh serta mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 2014-02-12.
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-01-27. Diakses tanggal 2014-02-12.
  3. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-11-16. Diakses tanggal 2014-02-12.
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-05-11. Diakses tanggal 2014-02-12.
  5. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-27. Diakses tanggal 2014-02-12.
  6. ↑ http://books.google.nl/books?id=hEvCpNW2qBwC&pg=PA252&lpg=PA252&dq=largest+cities+marinid&source=bl&ots=XE99KZOhMr&sig=ulCMzj6vNI8shzEhsERUEGbiNAQ&hl=nl#v=onepage&q=largest%20cities%20marinid&f=false Diarsipkan 2023-07-20 di Wayback Machine Morocco 2009 (p.252)
  7. 1 2 3 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-30. Diakses tanggal 2014-02-12.

Pranala luar

34°03′40″N 04°58′40″W / 34.06111°N 4.97778°W / 34.06111; -4.97778

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan