Minggu, 27 September 2026
05:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Antipaus Feliks II

Antipaus Feliks II

250px-San_Felice_Martire_al_Circeo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung yang dibuat menyerupai tubuh asli dari Antipaus Feliks II.

Feliks II adalah Antipaus sejak tahun 356 hingga 358.

Pada tahun 356, ia diangkat ke tahta Kepausan ketika Paus Liberius dibuang oleh Kaisar Romawi Konstantius II karena menolak menandatangani surat pengutukan atas Athanasius. Pemilihan Feliks berlawanan dengan keinginan para klerus dan masyarakat luas. Penahbisan Feliks dilakukan oleh beberapa pendeta tinggi yang dimiliki oleh istana. Ketika terpilih, ia sedang menjabat sebagai diakon agung Roma.

Pada tahun 357, karena permintaan mendesak dari utusan wanita-wanita bangsawan Romawi, Konstantius menyetujui untuk membebaskan Liberius, dengan syarat ia haru menandatangani pernyataan iman semi-Arian. Konstantius juga mengeluarkan sebuah dekret bahwa baik Feliks maupun Liberius harus memerintah secara bersama-sama. Namun, kembalinya Liberius ke Roma pada tahun berikutnya diterima oleh segala lapisan dengan sangat antusias. Hal ini menyebabkan Feliks memutuskan untuk segera mengundurkan diri dari Roma.

Hanya sedikit yang diketahui mengenai sisa hidupnya. Catatan-catatan mengenai dirinya banyak yang saling berkontradiksi, tetapi tampaknya ia menghabiskan sisa waktunya di tanah miliknya di dekat Porto. Ia meninggal pada tahun 365 dan (tanpa diketahui dasarnya) dianggap sebagai martir, yang diperingati setiap 22 Juli. Pada masa kepausan Paus Gregorius XIII, penempatan nama Feliks II di antara daftar Paus dibicarakan. Untuk membantu memutuskan, mereka mencari tahu apakah ada keajaiban yang dapat ditemukan mengenai Feliks. Sarkofagusnya dibuka, dan menurut legenda, kata "Paus dan Martir" ditemukan tertulis di tubuhnya. Namun, legenda supernatural ini tidak diakui oleh otoritas Gereja Katolik Roma.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Antipaus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan