N306FE, pesawat yang menjadi sasaran pembajakan | |
| Ringkasan pembajakan | |
|---|---|
| Tanggal | 7 April 1994 (1994-04-07) |
| Ringkasan | Percobaan pembajakan pesawat dengan motif bunuh diri untuk penggelapan asuransi yang berujung pada perkelahian di dalam pesawat, yang kemudian menyebabkan pendaratan darurat |
| Lokasi |
|
| Pesawat | |
| Jenis pesawat | McDonnell Douglas DC-10-30F |
| Nama pesawat | John Peter Jr.[1] |
| Operator | Federal Express |
| Kode panggil | EXPRESS 705 |
| Registrasi | N306FE |
| Asal | Bandar Udara Internasional Memphis, Memphis, Tennessee |
| Tujuan | Bandar Udara Internasional San Jose, San Jose, California |
| Orang dalam pesawat | 4 (termasuk pembajak) |
| Penumpang | 1 (pembajak) |
| Awak | 3 |
| Tewas | 0 |
| Cedera | 4 (termasuk pembajak) |
| Selamat | 4 (termasuk pembajak) |
Pada 7 April 1994, McDonnell Douglas DC-10-30 yang mengoperasikan Federal Express Penerbangan 705 menjadi sasaran upaya pembajakan. Pesawat kargo milik FedEx tersebut sedang mengangkut peralatan elektronik melintasi Amerika Serikat dari Memphis menuju San Jose ketika seorang pegawai FedEx bernama Auburn R. Calloway mencoba mengambil alih penerbangan. Calloway saat itu menghadapi kemungkinan pemecatan karena memalsukan jam terbangnya.[2]
Calloway menaiki penerbangan terjadwal tersebut sebagai penumpang deadhead (awak penerbangan yang bepergian sebagai penumpang, bukan sedang bertugas) atau penumpang gelap, sambil membawa koper gitar yang menyembunyikan beberapa palu dan sebuah senapan tombak. Ia berencana menjatuhkan pesawat agar kematiannya tampak sebagai kecelakaan kerja, sehingga keluarganya dapat menerima polis asuransi jiwa senilai 2,5 juta Dolar AS yang disediakan oleh FedEx. Sebelum lepas landas, Calloway berusaha mematikan perekam suara kokpit (CVR), tetapi teknisi penerbangan menyadarinya dan menyalakannya kembali karena mengira alat tersebut belum diaktifkan. Setelah pesawat mengudara, Calloway mencoba membunuh awak pesawat menggunakan palu agar luka-luka mereka tampak seperti akibat kecelakaan, bukan pembajakan. Meski mengalami luka parah, para awak berhasil melawan, melumpuhkan Calloway, dan mendaratkan pesawat dengan selamat.
Dalam persidangannya, jaksa berpendapat bahwa Calloway sedang berusaha melakukan pembunuhan sekaligus bunuh diri. Upaya tim pembela untuk mengajukan pembelaan dengan alasan gangguan jiwa akhirnya gagal, dan Calloway dinyatakan bersalah atas dakwaan federal berupa percobaan pembunuhan dan percobaan pembajakan pesawat, lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.[3][4][a]
Awak penerbangan dan pelaku pembajakan
Tiga awak penerbangan berada di kokpit dalam penerbangan tersebut. Kapten berusia 49 tahun, David G. Sanders, telah bekerja di FedEx selama 20 tahun dan sebelumnya bertugas selama sembilan tahun di Angkatan Laut Amerika Serikat pada masa Perang Vietnam. Kopilot berusia 42 tahun, James M. Tucker Jr., telah bekerja di FedEx selama 10 tahun dan sebelumnya bertugas selama 12 tahun di Angkatan Laut Amerika Serikat pada masa Perang Vietnam, serta pernah bekerja selama tiga tahun di People Express Airlines. Sementara itu, teknisi penerbangan berusia 39 tahun, Andrew H. Peterson, telah bekerja di FedEx selama lima tahun.[5]
Awak penerbangan sebelumnya diketahui telah melewati batas delapan jam waktu terbang sehari sebelumnya hanya satu menit, sehingga mereka digantikan oleh Sanders, Tucker, dan Peterson.
Di dalam pesawat juga terdapat Auburn Calloway yang berusia 42 tahun, seorang teknisi penerbangan FedEx, alumnus Universitas Stanford, mantan pilot Angkatan Laut, sekaligus ahli bela diri. Calloway, yang telah bercerai dari istrinya empat tahun sebelumnya, ingin memastikan kedua anak mereka memiliki kondisi keuangan yang cukup aman untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, ia merasa FedEx mendiskriminasinya sebagai orang Afro-Amerika karena hanya menugaskannya sebagai teknisi penerbangan meskipun ia memenuhi syarat sebagai pilot. Selain itu, ia juga menghadapi sidang disipliner yang dijadwalkan keesokan harinya karena memalsukan jam terbang, dan yakin bahwa pemecatannya pasti akan terjadi, walaupun seorang rekan yang pernah terbang bersamanya menyatakan bahwa kecil kemungkinan FedEx memecat pegawai hanya karena pelanggaran semacam itu.[3]
Dengan menyamar sebagai penumpang gelap, Calloway merencanakan pembajakan dan menjatuhkan pesawat sambil menyamarkannya sebagai kecelakaan, agar keluarganya dapat menerima manfaat dari polis asuransi jiwa FedEx senilai 2,5 juta Dolar AS. Ia berniat membunuh awak penerbangan menggunakan kekerasan benda tumpul. Untuk melaksanakan rencananya, ia membawa dua palu cakar, dua palu godam kecil, sebuah senapan tombak, dan sebilah pisau (yang akhirnya tidak digunakan). Semua senjata tersebut disembunyikan di dalam koper gitar.[3]
Ia juga membawa sebuah catatan untuk mantan istrinya yang "menggambarkan keputusasaan penulisnya".[3] Sesaat sebelum penerbangan, Calloway telah mentransfer lebih dari 54.000 Dolar AS dalam bentuk surat berharga dan cek kasir kepada mantan istrinya.[3]
Penerbangan
Sebelum lepas landas, sebagai bagian dari rencananya untuk menyamarkan serangan sebagai kecelakaan, Calloway mencoba menonaktifkan CVR dengan menarik pemutus arusnya agar aliran listrik terputus. Ketika awak penerbangan tiba, mereka menyadari keberadaan Calloway di kokpit melanggar etika bagi penumpang gelap, walaupun saat itu mereka tidak mencurigai adanya niat jahat. Saat pemeriksaan standar sebelum penerbangan, Peterson selaku teknisi penerbangan melihat pemutus arus yang ditarik tersebut dan mengaktifkannya kembali sebelum lepas landas sehingga CVR kembali bekerja. Namun, seandainya Calloway berhasil membunuh awak pesawat sementara CVR tetap aktif, ia hanya perlu menerbangkan pesawat selama 30 menit untuk menghapus jejak perkelahian dari rekaman CVR yang menggunakan sistem perekaman berulang selama 30 menit.[6]
Sekitar 26 menit setelah lepas landas, ketika pesawat berada di ketinggian 19.000 ft (5.800 m) dan para awak sedang berbincang santai, Calloway mengambil senjatanya, lalu masuk ke kokpit dan menyerang Peterson, Tucker, dan Sanders. Ketiganya mendapat hantaman palu berkali-kali. Peterson dan Tucker mengalami retak tengkorak, sementara arteri temporal Peterson terputus.[3] Pukulan ke kepala Tucker bahkan membuat serpihan tulang masuk ke otaknya dan untuk sementara membuatnya tidak mampu bergerak atau bereaksi, meskipun ia masih sadar. Kapten Sanders kemudian mengatakan bahwa pada awal serangan, ia tidak dapat membaca emosi apa pun dari wajah Calloway, hanya melihat "wajah dan matanya semata".
Ketika Calloway menghentikan serangan palunya, Peterson dan Sanders mencoba bangkit dari kursi untuk mengejarnya. Calloway keluar dari kokpit dan mengambil senapan tombaknya. Ia kembali ke kokpit dan mengancam semua orang agar tetap duduk. Meski telinganya berdenging keras, kehilangan keseimbangan, dan linglung, Peterson berhasil meraih senapan tersebut pada bagian tombaknya di antara kait dan laras. Tucker, mantan pilot Angkatan Laut, kemudian melakukan manuver udara ekstrem saat perkelahian antara Calloway dan awak lainnya berlangsung.
Ia menarik pesawat ke tanjakan mendadak sebesar 15 derajat, membuat Sanders, Peterson, dan Calloway terlempar keluar dari kokpit menuju dapur pesawat. Untuk membuat Calloway kehilangan keseimbangan, Tucker kemudian memiringkan pesawat ke kiri hingga hampir menyamping. Gerakan itu menggulingkan ketiganya sepanjang tirai asap menuju sisi kiri dapur pesawat.
Pada akhirnya, Tucker memiringkan pesawat hampir terbalik hingga 140 derajat sambil berusaha mempertahankan referensi visual terhadap lingkungan di luar melalui jendela. Peterson, Sanders, dan Calloway pun tertekan ke langit-langit pesawat. Calloway berhasil membebaskan tangan yang memegang palu dan kembali menghantam kepala Sanders. Tepat saat itu, Tucker membawa pesawat masuk ke dalam penurunan curam.
Gerakan tersebut melemparkan mereka kembali ke arah tirai asap, tetapi sayap dan elevator pesawat mulai bergetar hebat. Tucker dapat mendengar suara angin menghantam jendela kokpit. Pada kecepatan 460 kn (850 km/h), elevator pesawat bergetar begitu keras hingga permukaan kendali menjadi tidak responsif akibat terganggunya aliran udara. Kondisi itu mendorong pesawat hingga mendekati batas keselamatannya. Tucker juga mulai merasakan efek mach tuck, yaitu kondisi ketika hidung pesawat cenderung menukik saat mendekati kecepatan suara. Ia menyadari tuas tenaga mesin berada pada daya penuh, yang semakin meningkatkan kecepatan pesawat. Dengan melepaskan satu-satunya tangan yang masih dapat digunakannya untuk menarik tuas tenaga kembali ke posisi terbiar (idle), Tucker akhirnya berhasil mengeluarkan pesawat dari penurunan curam ketika kecepatannya mulai berkurang.
Saat DC-10 kembali stabil di ketinggian 5.000 ft (1.500 m), Calloway sekali lagi berhasil memukul Sanders di tengah perkelahian yang terus berlangsung, dan kali ini pukulan itu hampir membuatnya pingsan. Sanders mulai kehilangan tenaga, sementara Peterson terus kehilangan darah akibat pecahnya arteri temporal dan mulai mengalami syok. Meski tenaganya terus menurun, Sanders berhasil merebut palu dari tangan Calloway dan justru menyerangnya balik menggunakan palu tersebut.
Ketika pesawat akhirnya benar-benar stabil, Tucker menghubungi pusat kendali Memphis dan melaporkan adanya serangan serta meminta vektor untuk kembali ke Memphis. Ia juga meminta ambulans dan "intervensi bersenjata", yang berarti ia ingin tim SWAT menyerbu pesawat. Pada akhirnya, awak penerbangan berhasil menahan dan melucuti Calloway.
Saat Calloway berhasil dikendalikan untuk sementara, Kapten Sanders mengambil alih kendali pesawat dari Tucker, yang saat itu sudah hampir kehilangan indera peraba dan mengalami kelumpuhan di sisi kanan tubuhnya. Tucker kemudian kembali membantu Peterson menahan Calloway. Sanders berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara untuk mempersiapkan pendaratan darurat kembali di Bandar Udara Internasional Memphis. Sementara itu, Calloway kembali melawan awak pesawat.
Dengan tangki bahan bakar dan muatan kargo yang masih penuh, pesawat mendekati landasan terlalu cepat dan terlalu tinggi untuk mendarat di landasan 09. Karena berat, kecepatan, dan ketinggiannya, pesawat berisiko hancur saat mendarat dalam kondisi tersebut. Sanders kemudian meminta izin mendarat di landasan 36L yang lebih panjang. Mengabaikan peringatan dari sistem sistem peringatan kedekatan tanah (Ground Proximity Warning System) dan melakukan serangkaian belokan tajam yang kembali menguji batas keselamatan DC-10, Sanders akhirnya berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat meskipun bobotnya 16.000 kg (35.000 pon) melebihi batas maksimum pendaratan yang dirancang. Pada saat itu, Calloway akhirnya berhasil ditaklukkan.
Petugas keselamatan dan polisi masuk ke dalam pesawat melalui perosotan evakuasi dan tangga. Di dalam, mereka mendapati bagian dapur dan kokpit dipenuhi darah. Calloway kemudian ditangkap, diturunkan dari pesawat, dan bersama Peterson, Tucker, serta Sanders dibawa ke rumah sakit terdekat.
Pascakejadian
Awak Penerbangan 705 selamat dari serangan tersebut, tetapi mengalami luka serius. Sisi kiri tengkorak Tucker mengalami retak parah sehingga menyebabkan gangguan kendali gerak pada lengan dan kaki kanannya.[3] Calloway juga membuat rahang Tucker bergeser, berusaha mencungkil salah satu matanya, dan menusuk lengan kanannya. Kapten Sanders mengalami beberapa luka robek dalam di kepala, dan dokter harus menjahit kembali telinga kanannya yang hampir terlepas. Tengkorak Peterson retak dan arteri temporalnya terputus. Pesawat sendiri mengalami kerusakan senilai 800.000 Dolar AS.[3]
Calloway mengajukan pembelaan dengan alasan gangguan jiwa sementara, tetapi pada 11 Agustus 1995 ia dijatuhi dua hukuman penjara seumur hidup berturut-turut atas percobaan pembajakan udara dan mengganggu awak penerbangan. Vonis kedua kemudian dibatalkan dalam proses banding.[7] Hingga April 2026, Calloway dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Federal Amerika Serikat, Coleman I.
Pada 26 Mei 1994, Air Line Pilots Association menganugerahkan Medali Emas Kepahlawanan kepada Dave Sanders, Jim Tucker, dan Andy Peterson, penghargaan tertinggi yang dapat diterima seorang pilot sipil. Karena tingkat keparahan luka mereka, tidak satu pun dari awak tersebut kembali dinyatakan layak secara medis untuk menerbangkan pesawat komersial. Namun, pada tahun 2002 Jim Tucker diketahui kembali menerbangkan pesawat rekreasinya, Luscombe 8A.
Pesawat McDonnell Douglas DC-10-30 yang terlibat dalam insiden ini diperbaiki dan kembali dioperasikan. Pada tahun 2008, pesawat tersebut ditingkatkan menjadi versi McDonnell Douglas MD-10 dan menghilangkan bagian teknisi penerbangan. Kemudian, pada 7 Juni 2022, pesawat tersebut dialihkan ke Tulsa karena adanya indikasi kebakaran di ruang kargo bawah belakang. Belakangan diketahui bahwa adanya kumbang kepik akibat paket bocor di ruang kargo bawah memicu indikasi palsu. Walaupun beberapa sumber mencatatnya sebagai kebakaran sungguhan, tidak ditemukan asap maupun api.
Pada 31 Desember 2022, pesawat itu menjadi salah satu MD-10 terakhir milik FedEx yang dipensiunkan. Pesawat tersebut pertama kali terbang pada 5 November 1985 dan dikirim ke FedEx pada 24 Januari 1986.[8] Hingga Desember 2023, pesawat itu disimpan di Bandar Udara Logistik California Selatan.
Dramatisasi media
Upaya pembajakan Penerbangan 705 diangkat dalam episode musim ketiga (2005) seri televisi Kanada Mayday berjudul "Fight for Your Life", yang juga menampilkan wawancara dengan awak penerbangan. Dramatisasi episode itu ditayangkan dengan judul "Suicide Attack" di Britania Raya, Australia, dan Asia. Episode keenam seri televisi Britania Raya Black Box berjudul "Sky Crimes", juga membahas upaya pengambilalihan pesawat ini dengan menampilkan rekaman audio antara pengatur lalu lintas udara dan awak pesawat.
Buku Hijacked: The True Story of the Heroes of Flight 705 karya Dave Hirschman diterbitkan pada tahun 1997.[9] Siniar komedi sejarah Amerika The Dollop juga membahas insiden ini dalam episode ke-160 mereka.
Catatan kaki
- ↑ Selain itu, Calloway juga dinyatakan bersalah karena mengganggu tugas awak pesawat. Namun, putusan tersebut kemudian dibatalkan oleh majelis banding yang memutuskan bahwa tindak pidana tersebut merupakan tindak pidana yang lebih ringan yang termasuk dalam kategori percobaan pembajakan udara.
Referensi
- ↑ "Federal Express Corporation (FM/FDX)". Diakses tanggal 12 Oktober 2018.
- ↑ Garland, Max. "25 years ago, Federal Express Flight 705 was business as usual — until a hijacking attempt" [25 tahun yang lalu, Federal Express Penerbangan 705 terbang seperti biasa sampai ada upaya pembajakan]. The Commercial Appeal (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "U.S. v. CALLOWAY". Leagle (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- ↑ "116 F.3d 1129". law.resource.org (dalam bahasa Inggris). 25 Juli 1997. Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- ↑ "4 Injured as Crew on Cargo Jet Fights Off Attempted Hijacking" [4 terluka saat awak pesawat kargo berhasil menggagalkan upaya pembajakan]. The New York Times (dalam bahasa Inggris). 8 April 1994. Diakses tanggal 10 Mei 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Fedex 705 CVR Transcript" [Transkrip CVR FedEx 705]. Cockpit Voice Recorder Database (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- ↑ "UNITED STATES v. CALLOWAY (1997)" [Amerika Serikat vs. Calloway (1997)]. FindLaw (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- ↑ "FedEx retires heavy hauler with history" [FedEx mengakhiri masa operasional pengangkut berat yang historis]. Aircraft Owners and Pilots Association (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 Mei 2026.
- ↑ Hirschman, Dave (1997). Hijacked: the true story of the heroes of flight 705 [Dibajak: Kisah nyata para pahlawan penerbangan 705] (dalam bahasa Inggris). New York: William Morrow. ISBN 978-0-688-15267-3.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Lihat pula
Pranala luar
- "Deskripsi pembajakan". Aviation Safety Network.
Kecelakaan dan insiden penerbangan tahun 1994 (1994) | |
|---|---|
23 Mar 23 Mar 2 Jul 10 Agu 8 Sep 22 Nov 21 Des 24 Des | |