Jumat, 16 Oktober 2026
03:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Far'a

Far'a

kota di Palestina

Bagikan:
Kamp pengungsi in Tubas, Negara PalestinaTemplat:SHORTDESC:Kamp pengungsi in Tubas, Negara Palestina
Kamp Far'a
Transkripsi Arab
 • Arab'مخيّم الفارعة
 • Latinal-Fari'ah (resmi)
Faraa (tak resmi)
Kamp Far'a di teritori Palestina
Kamp Far'a
Kamp Far'a
Lokasi Kamp Far'a di Palestina
Koordinat: 32°17′38.35″N 35°20′39.74″E / 32.2939861°N 35.3443722°E / 32.2939861; 35.3443722
NegaraNegara Palestina
KegubernuranTubas
Pemerintahan
 • JenisKamp pengungsi (dari 1949)
Luas
 • Total260 dunams (0,26 km2 or 10 sq mi)
Populasi
 • Total8,500
 • Kepadatan330/km2 (850/sq mi)
 termasuk non-pengungsi
Arti nama"Cabang"

Far'a atau al-Fari'ah (bahasa Arab:مخيّم الفارعة) adalah sebuah kamp pengungsi Palestina di kaki bukit Lembah Yordania di barat laut Tepi Barat, berjarak 12 kilometer dari selatan Jenin dan 2 kilometer dari selatan Tubas, tiga kilometer dari barat laut Tammun dan 17 kilometer dari timur laut Nablus. Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, kamp tersebut memiliki populasi 5.750 pengungsi pada 2006,[1] tetapi, Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mencatat populasi 7.244 pengungsi terdaftar.[2]

Far'a didirikan pada 1949 setelah Perang Arab-Israel 1948 pada wilayah seluas 255 dunam. Kamp tersebut adalah salah satu dari beberapa kamp di Tepi Barat yang disuplai air oleh mata air terdekat Far'a, dimana kamp tersebut mengambil namanya. Kamp tersebut berada di bawah pendudukan Yordania dan Israel sampai November 1998, saat kamp tersebut berada di bawah kendali penuh Otoritas Nasional Palestina, sebagai hasil dari Memorandum Sungai Wye.[2]

Kebanyakan pekerja kamp tersebut bekerja dalam bidang pertanian dan beberapa bekerja dalam bidang pembangunan di pemukiman Israel Lembah Yordan. Pada 1996, UNRWA membangun dua sekolah di Far'a dengan bantuan dana dari Uni Eropa yang pada 2005 memiliki 1.794 murid. Pada 2005, 863 keluarga bergantung pada penjatahan makanan PBB.[2]

Referensi

Pranala luar

Templat:Kegubernuran Tubas

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan