Kamis, 08 Oktober 2026
16:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Famous Blue Raincoat

Bagikan:

"Famous Blue Raincoat" adalah sebuah lagu karya Leonard Cohen. Lagu ini terdapat pada trek keenam dari albumnya, Songs of Love and Hate, yang diterbitkan pada 1971. Lagu ini ditulis dalam bentuk sepucuk surat (banyak barisnya ditulis dalam amphibrachs). Liriknya mengisahkan cerita tentang sebuah cinta segitiga antara si pembicara, seorang perempuan yang bernama Jane, dan seorang laki-laki yang menjadi alamatnya, yang diidentifikasikan secara singkat sebagai "saudaraku, pembunuhku."

Latar belakang

Liriknya mengandung rujukan kepada lagu Jerman, "Lili Marlene," kepada Scientology, dan kepada Clinton Street. Cohen tinggal di Clinton Street di Lower East Side dari Manhattan pada tahun 1970-an ketika daerah itu merupakan wilayah orang-orang Hispanik yang ramai.[1]

Dalam buku 1999, The Complete Guide to the Music of Leonard Cohen, para pengarang berkomentar terhadap pertanyaan Cohen, "Did you ever go clear?", dalam lagu itu, adalah sebuah rujukan kepada keadaan "Clear" dalam Scientology.[1] Cohen untuk beberapa waktu menjadi anggota Gereja Scientology, yang pernah didengarnya sebagai "tempat yang baik untuk bertemu dengan banyak perempuan."[citation needed]

Dalam catatannya mengenai buku The Best of Leonard Cohen yang diterbitkan pada 1975, yang memuat lagu ini, ia menyebutkan bahwa jas hujan biru yang terkenal itu sesungguhnya adalah miliknya, bukan milik orang lain:

Saya mempunyai sebuah jas hujan yang sangat baik saat itu, merek Burberry yang saya dapatkan di London pada 1959. Elizabeth mengatakan saya kelihatan seperti laba-laba dengan jaket itu. Barangkali itulah sebabnya ia tidak mau pergi ke Yunani bersama saya. Jas itu bergantung dengan gagah ketika saya melepaskan jahitannya, dan mencapai keagungannya ketika lengannya yang robek diperbaiki dengan sepotong kulit. Keadaannya jelas. Saya tahu bagaimana berdandan pada masa-masa itu. Jaket itu dicuri dari ruangan atap rumah Marianne di New York pada awal tahun 70-an. Saya tidak banyak mengenakannya menjelang akhir tahun 70-an itu.

Ron Cornelius memainkan gitar pada Songs of Love and Hate dan menjadi pemimpin band Cohen selama beberapa tahun. Ia mengatakan kepada Songfacts: "Kami banyak memainkan lagu itu sebelum mulai merekamnya. Kami tahu bahwa lagu itu akan meledak. Kami dapat melihat apa yang dilakukan khalayak penonton -- kami main di Royal Albert Hall]], khalayak tergila-gila, dan kami mengatakan sesuatu di sana. Andai saya harus memilih lagu favorit dari album ini, barangkali lagu itu adalah 'Famous Blue Raincoat.'"[2]

Referensi

  1. 1 2 Kurutz, Steven (September 17, 2006). "The Lonesome Casita". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-12. Diakses tanggal 2015-08-30.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Famous Blue Raincoat". Songfacts.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-08. Diakses tanggal 2009-06-04.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan