Selasa, 13 Oktober 2026
04:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Führermuseum

museum pertunjukan seni di Jerman

Bagikan:

Führermuseum (bahasa Indonesia museum pemimpin), juga disebut galeri seni Linz, adalah proyek museum seni yang direncanakan oleh Adolf Hitler di kota asalnya, Linz, di Austria (di dekat kota kelahirannya di Braunau). Tujuannya adalah untuk memamerkan seni-seni yang dibeli, disita atau dicuri oleh Nazi dari Eropa selama Perang Dunia II. Distrik budaya ini merupakan bagian dari rencana besar untuk mengubah wajah kota Linz menjadi ibu kota budaya Reich Ketiga dan salah satu pusat seni terbesar di Eropa yang akan mengalahkan kota Wina (yang tidak disukai oleh Hitler). Ia ingin membuat kota itu lebih cantik dari Budapest, sehingga kota ini akan dijadikan kota tercantik di Sungai Donau dan juga pusat industri dan perdagangan; museum ini direncanakan akan menjadi salah satu yang terbesar di Eropa.[1][2]

Proyek ini rencananya akan diselesaikan pada tahun 1950, tetapi Führermuseum pada akhirnya tidak pernah dibangun.

Catatan kaki

  1. ↑ Spotts (2002), pp.377-78
  2. ↑ Hitler, Adolf (2000). Bormann, Martin (ed.). Hitler's Table Talk 1941-1944. trans. Cameron, Norman; Stevens, R.H. (Edisi 3rd). Enigma Books. hlm. 445–446. ISBN 1-929631-05-7.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan