Senin, 26 Oktober 2026
16:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
L'existentialisme est un humanisme

L'existentialisme est un humanisme

Bagikan:
L'existentialisme est un humanisme
250px-Existantilisme_sartre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PenulisJean-Paul Sartre Suntingan nilai di Wikidata
NegaraPrancis Suntingan nilai di Wikidata
Bahasabahasa Prancis Suntingan nilai di Wikidata
Subjekeksistensialisme Suntingan nilai di Wikidata
Genreesai Suntingan nilai di Wikidata
Diterbitkan1946
Selengkapnya di Wikidata

L'existentialisme est un humanisme (bahasa Indonesia:Eksistensialisme adalah Humanisme, bahasa Inggris:Existentialism is a Humanism) adalah karya filsafat Jean-Paul Sartre yang diterbitkan pada tahun 1946. Karya ini dianggap sebagai salah satu teks dasar gerakan eksistensialisme. Buku ini didasarkan dari ceramah yang diantarkan oleh Sartre di Club Maintenant, Paris, pada tanggal 29 Oktober 1945.

Di esainya, Sartre menekankan bahwa konsep utama eksistensialisme adalah bahwa eksistensi seseorang menentukan esensi dirinya. Istilah "eksistensi mendahului esensi" kemudian menjadi dasar gerakan eksistensialis. Sederhananya, hal ini berarti bahwa tidak ada satu pun hal yang dapat mendikte karakter atau tujuan hidup seseorang; bahwa hanya individu itu sendiri yang dapat mendefinisikan esensinya.

Maka, Sartre menolak apa yang ia sebut "alasan-alasan deterministik" dan mengklaim bahwa setiap orang harus memiliki tanggung jawab moral akan perilaku mereka. Sartre mendefinisikan derita (angst) sebagai emosi yang dirasakan seseorang ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak hanya bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk kemanusiaan. Derita membuat orang menyadari bahwa tindakan mereka memandu kemanusiaan dan memungkinkan mereka untuk menghakimi orang lain berdasarkan sikap mereka terhadap kebebasan. Derita juga terkait dengan gagasan keputusasaan Sartre, yang ia definisikan sebagai kebergantungan optimistik terhadap serangkaian kemungkinan yang membuat suatu tindakan menjadi mungkin. "Yang-ada untuk dirinya sendiri" (pour soi) menggunakan keputusasaan untuk merangkul kebebasan, melakukan tindakan yang berarti dan menerima sepenuhnya akibat yang muncul. Ia juga mendeskripsikan ketertinggalan (abandonment) sebagai perasaan sendiri yang dirasakan ateis setelah menyadari bahwa tidak ada Tuhan yang menentukan cara hidup; bahwa kita ditinggalkan sendiri di alam semesta dan menjadi penentu esensi kita sendiri.

Kritik

Esai ini telah dikritik oleh Thomas Anderson karena menekankan bahwa jika seseorang mencari kebebasan dari otoritas luar yang salah, maka ia harus selalu memperbolehkan kebebasan ini kepada orang lain.[1]

Bacaan lanjut

  • Jean-Paul Sartre L'existentialisme est un Humanisme Editions Nagel, Paris, 1946 ISBN 2-07-032913-5 (1996 ed., Gallimard)
  • Jean-Paul Sartre (tr. Philip Mairet) Existentialism and Humanism Methuen, London, 1948 ISBN 0-413-31300-X (1973 ed.)
  • Jean-Paul Sartre Existentialism Is a Humanism (translated by Carol Macomber, introduction by Annie Cohen-Solal, notes and preface by Arlette Elkaïm-Sartre) Yale University Press, New Haven, 2007 ISBN 978-0-300-11546-8[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Foundation and Structure of Sartrean Ethics By Thomas C. Anderson University Press of Kansas 1979
  2. ↑ Yale University Press page for Existentialism Is a Humanism

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan