Sabtu, 17 Oktober 2026
12:26 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sukau pukang

Sukau pukang

Bagikan:
Sukau pukang
250px-Plain_pygmy-squirrel_%28Exilisciurus_exilis%29_Sabah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Least_%28or_Plain%29_Pygmy_Squirrel_%2813970675170%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Sciuridae
Genus: Exilisciurus
Spesies:
E. exilis
Nama binomial
Exilisciurus exilis
(S. Müller, 1838)

Sukau pukang[2] (Exilisciurus exilis) adalah sebuah spesies hewan pengerat dalam famili Sciuridae.[3] Sukau cokelat zaitun polos ini endemik ke hutan-hutan, umumnya di bawah ketinggian 750 m (2.500 ft), namun jauh lebih tinggi secara lokal, di pulau-pulau Kalimantan, Sumatra, dan Banggi.[4][5] Bersamaan dengan bajing kerdil afrika, sukau pukang adalah jenis bajing terkecil di dunia, dengan panjang total 10–14 cm (3,9–5,5 in), dan bobot 12–26 g (0,42–0,92 oz).[4]

Referensi

  1. ↑ Koprowski, J.; Meijaard, E. (2017) [errata version of 2016 assessment]. "Exilisciurus exilis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T8437A115087769. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T8437A22244965.en. Diakses tanggal 10 Maret 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Maryanto, Ibnu; Maharadatunkamsi; Achmadi, Anang Setiawan; Wiantoro, Sigit; Sulistyadi, Eko; Yoneda, Masaaki; Suyanto, Agustinus; Sugardjito, Jito (Desember 2019). CHECKLIST OF THE MAMMALS OF INDONESIA: Scientific, English, Indonesia Name and Distribution Area Table in Indonesia Including CITES, IUCN and Indonesian Category for Conservation (PDF) (Edisi 3). Bogor: Puslit Biologi LIPI. hlm. 33. ISBN 978-979-579-108-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Thorington, R.W. Jr; Hoffman, R.S. (2005). "Family Sciuridae". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 754–818. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. 1 2 Payne, J.; C.F. Francis (1998). A Field Guide to the Mammals of Borneo (Edisi 3). The Sabah Society. hlm. 243. ISBN 967-99947-1-6.
  5. ↑ Meijaard, E.; G.M. Fredriksson; P. Kamminga; L. Frantz (13 April 2018). "Rediscovery of a squirrel species overlooked in 177 years". Diarsipkan dari asli tanggal 13 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan