Minggu, 08 November 2026
20:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

European Space Research Organisation

Bagikan:
Organisasi Riset Antariksa Eropa
Nama asliEuropean Space Research Organisation
Nama PrancisConseil Européen de Recherche Spatiale
SingkatanESRO
Didirikan1964
JenisOrganisasi antariksa
Kantor pusatParis, Prancis
Negara anggota Belgia

 Denmark

 Prancis

 Jerman

 Italia

 Belanda

 Spanyol

 Swedia

 Swiss

 Britania Raya
Fasilitas utamaESTEC, Esrange, ESOC dan ESRIN
Organisasi pendahuluKomisi Persiapan Eropa untuk Penelitian Antariksa (COPERS)
Organisasi penerusBadan Antariksa Eropa
Dibubarkan1975
StatusBergabung dengan Organisasi Pengembangan Peluncur Eropa untuk membentuk Badan Antariksa Eropa

Organisasi Riset Antariksa Eropa (bahasa Inggris:European Space Research Organisation, disingkat ESRO) adalah organisasi internasional yang didirikan oleh sepuluh negara Eropa untuk mengembangkan kerja sama dalam penelitian ilmiah di bidang antariksa. Organisasi ini secara resmi didirikan pada 1964 dan berpusat di Paris, Prancis. ESRO dibentuk berdasarkan pengalaman kerja sama ilmiah Eropa sebelumnya, terutama Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN), dan pada awalnya berfokus hampir sepenuhnya pada penelitian ilmiah di luar angkasa.[1]

Sepanjang keberadaannya, ESRO mengembangkan program roket penelitian, satelit ilmiah, jaringan pelacakan dan penerimaan data, serta berbagai fasilitas penelitian dan pengembangan teknologi antariksa. Organisasi ini pada awalnya dirancang sebagai lembaga yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dasar. Namun, pada awal 1970-an ESRO mulai memperluas kegiatannya ke bidang yang lebih aplikatif, termasuk telekomunikasi satelit dan pengembangan teknologi peluncur. Perubahan tersebut menjadi bagian dari proses yang akhirnya mengarah pada pembentukan Badan Antariksa Eropa (ESA). Pada 1975, ESRO bergabung dengan Organisasi Pengembangan Peluncur Eropa (ELDO) untuk membentuk ESA.[1]

Pendirian

Komisi Persiapan Eropa untuk Penelitian Antariksa

Gagasan mengenai kerja sama penelitian antariksa Eropa mulai berkembang pada 1959 dan 1960. Dua tokoh yang berperan dalam mendorong gagasan tersebut adalah fisikawan Italia Edoardo Amaldi dan fisikawan Prancis Pierre Victor Auger. Keduanya sebelumnya terlibat dalam pembentukan CERN pada awal 1950-an dan kemudian menggunakan pengalaman tersebut sebagai dasar untuk mendorong kerja sama Eropa di bidang antariksa.[2]

Dalam waktu relatif singkat, pemerintah negara-negara Eropa membentuk sebuah badan persiapan untuk mengkaji kemungkinan membangun organisasi penelitian antariksa bersama. Badan tersebut bernama Komisi Persiapan Eropa untuk Penelitian Antariksa (bahasa Prancis:Commission Préparatoire Européenne de Recherche Spatiale, COPERS).

COPERS mengadakan sidang pertamanya di Paris pada 13–14 Maret 1961. Tugas utamanya adalah menyiapkan struktur organisasi, merumuskan program ilmiah, menyusun anggaran, menentukan kebutuhan infrastruktur, serta mempersiapkan konvensi yang akan menjadi dasar hukum organisasi antariksa Eropa.

Pada sidang pertamanya, Harrie Massey dipilih sebagai ketua, sedangkan Luigi Broglio dan Hendrik van de Hulst menjadi wakil ketua. Pierre Auger ditunjuk sebagai sekretaris eksekutif. COPERS kemudian membentuk dua kelompok kerja, yaitu Kelompok Kerja Ilmiah dan Teknis Sementara serta Kelompok Kerja Hukum, Administrasi, dan Keuangan.[2]

Kelompok Kerja Ilmiah dan Teknis Sementara bertugas merancang program ilmiah organisasi yang akan dibentuk sekaligus memperhitungkan aspek teknis dan keuangannya. Kelompok ini dipimpin oleh Lamek Hulthén, dengan Reimar Lüst sebagai sekretaris koordinasi. Sementara itu, kelompok kerja hukum, administrasi, dan keuangan bertugas menyiapkan struktur administratif dan hukum organisasi.

Buku Biru

Pada pertemuan COPERS ketiga yang berlangsung di München pada 24–25 Oktober 1961, Kelompok Kerja Ilmiah dan Teknis Sementara telah menyusun dokumen setebal 77 halaman yang menjelaskan rancangan organisasi antariksa Eropa. Dokumen tersebut dikenal sebagai Buku Biru (Blue Book).[2]

Buku Biru dibagi menjadi lima bagian yang membahas gambaran umum ESRO, program ilmiah, pusat teknologi, pengelolaan data, serta fasilitas peluncuran dan kendaraan peluncur. Rencana awal tersebut sangat ambisius. Dalam periode delapan tahun yang dicakup oleh konvensi ESRO, organisasi direncanakan meluncurkan sekitar 435 roket penelitian serta mengembangkan dan meluncurkan 17 wahana antariksa yang terdiri atas 11 satelit kecil, empat wahana penyelidik antariksa, dan dua satelit berukuran besar.

Program satelit tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 733,5 juta franc. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 juta franc dialokasikan untuk peluncur dan kegiatan peluncuran, sedangkan 283,5 juta franc dialokasikan untuk pengembangan wahana antariksa.

Namun, Buku Biru lebih mencerminkan harapan dan tujuan komunitas ilmiah Eropa daripada sebuah program operasional yang telah sepenuhnya matang. Keterbatasan kemampuan teknis, sumber daya, dan pendanaan membuat sebagian besar rencana awal tersebut kemudian harus disederhanakan atau diubah.

Organisasi dan tata kelola

Konvensi ESRO mulai berlaku pada 20 Maret 1964. Sepuluh negara menjadi anggota pendiri, yaitu  Belgia,  Denmark,  Prancis,  Jerman Barat,  Italia,  Belanda,  Spanyol,  Swedia,  Swiss, dan  Britania Raya. Austria dan Norwegia, yang sebelumnya ikut dalam kegiatan COPERS, memilih untuk tidak bergabung sebagai anggota tetapi mempertahankan status pengamat.[3]

Sidang pertama Dewan ESRO berlangsung di Paris tiga hari setelah konvensi mulai berlaku. Harrie Massey memimpin sidang tersebut, sementara Pierre Auger ditunjuk sebagai Direktur Jenderal pertama ESRO.

Dewan

Dewan merupakan badan pengambil keputusan tertinggi ESRO. Setiap negara anggota memiliki satu suara dan dapat mengirim paling banyak dua delegasi, yang umumnya terdiri atas seorang ilmuwan dan seorang pejabat administrasi ilmu pengetahuan. Delegasi juga dapat didampingi oleh penasihat.

Dewan bertanggung jawab menetapkan kebijakan ilmiah, teknis, dan administratif organisasi, menyetujui program serta rencana kerja tahunan, dan menentukan kebutuhan sumber daya. Dewan dibantu oleh Komite Administrasi dan Keuangan serta Komite Ilmiah dan Teknis.

Direktorat

Pelaksanaan keputusan ESRO berada di tangan Direktorat yang berkedudukan di Paris. Direktorat dipimpin oleh Direktur Jenderal dan dibantu oleh Direktur Ilmiah, Direktur Teknis, serta Kepala Administrasi.

Dalam struktur awalnya, berbagai fasilitas ESRO melapor melalui direktorat masing-masing. Pusat seperti ESRIN, ESDAC, dan ESLAB berada di bawah bidang ilmiah, sedangkan ESTEC, ESRANGE, dan ESTRACK berkaitan dengan bidang teknis.

Direktorat bertugas melaksanakan program yang telah disetujui dalam batas anggaran yang ditentukan. Selain itu, badan ini melakukan studi kelayakan terhadap usulan misi antariksa yang diajukan komunitas ilmiah dan telah direkomendasikan oleh Komite Ilmiah dan Teknis.

Laporan Bannier

Hanya beberapa tahun setelah ESRO berdiri, persoalan dalam struktur organisasi mulai terlihat. Pada pertengahan 1960-an, keterbatasan struktur pengambilan keputusan dan meningkatnya biaya program memberikan tekanan terhadap kegiatan organisasi. Dewan kemudian membentuk kelompok ahli yang dipimpin J. H. Bannier untuk menelaah masalah tersebut.[2]

Kelompok Bannier mengusulkan peningkatan kewenangan eksekutif sehingga beberapa keputusan yang sebelumnya harus memperoleh persetujuan badan administratif dapat dilaksanakan secara langsung oleh Direktorat. Namun, kelompok tersebut menilai bahwa perubahan tersebut belum cukup.

Laporan Bannier kemudian merekomendasikan pemisahan yang lebih jelas antara fungsi eksekutif dan fungsi perumusan kebijakan serta perencanaan. Dalam program ilmiah, laporan tersebut juga mengusulkan pembedaan kelembagaan antara pengembangan wahana antariksa dan pengoperasiannya setelah diluncurkan.

Struktur direktorat kemudian diusulkan untuk diubah dengan mempertahankan Direktur Jenderal dan membentuk empat direktorat. Dua direktorat berfokus pada perumusan kebijakan dan perencanaan, sedangkan dua lainnya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program. Salah satu jabatan baru yang diusulkan adalah Direktur Program dan Perencanaan, yang bertugas menyiapkan rancangan program dengan memperhitungkan aspek ilmiah, teknis, keuangan, dan waktu.

Laporan tersebut juga mengusulkan perubahan pada struktur ESTEC dan ESDAC. ESDAC kemudian berkembang menjadi Pusat Operasi Antariksa Eropa (ESOC), sedangkan tanggung jawab terhadap operasi wahana antariksa semakin terpusat di ESOC.

Fasilitas dan pusat kegiatan

Pusat Penelitian dan Teknologi Antariksa Eropa

Pusat Penelitian dan Teknologi Antariksa Eropa (bahasa Inggris:European Space Research and Technology Centre, ESTEC) merupakan salah satu fasilitas utama ESRO. Pusat ini bertanggung jawab terhadap rekayasa dan pengujian satelit beserta muatannya, integrasi instrumen ilmiah, serta persiapan teknis untuk peluncuran.

ESTEC pada awalnya direncanakan dibangun di Delft, Belanda. Namun, karena berbagai kendala, lokasi akhirnya dipindahkan ke Noordwijk. Setelah reorganisasi berdasarkan Laporan Bannier, ESTEC memperoleh kewenangan eksekutif yang lebih besar dalam pengembangan wahana antariksa dan kemudian digabungkan dengan ESLAB.

ESLAB

ESLAB merupakan laboratorium penelitian ESRO yang pada awalnya memiliki sumber daya manusia yang terbatas untuk beroperasi sebagai lembaga penelitian independen. Fungsinya terutama untuk menyediakan tempat bagi ilmuwan yang datang dari berbagai negara anggota.

Dalam perkembangannya, ESLAB memperoleh peran yang lebih luas sebagai penghubung antara kelompok ilmiah nasional dan kelompok rekayasa ESTEC. ESLAB juga melakukan penelitian sendiri, terutama dalam bidang yang berkaitan dengan proyek satelit astronomi besar. Setelah reorganisasi ESRO, ESLAB digabungkan dengan ESTEC.

ESRANGE

ESRANGE didirikan pada 1964 sebagai fasilitas peluncuran roket penelitian ESRO di dekat Kiruna, Swedia. Lokasi tersebut dipilih karena letaknya berada di wilayah aurora, sehingga sesuai untuk penelitian atmosfer atas dan ionosfer. Akses menuju kawasan tersebut juga relatif baik melalui transportasi udara, jalan raya, dan kereta api.

ESRANGE juga berdekatan dengan Observatorium Geofisika Kiruna, yang kemudian dikenal sebagai Institut Fisika Antariksa Swedia. Pada 1972, kepemilikan dan pengoperasian ESRANGE dialihkan kepada Swedish Space Corporation.[4]

ESTRACK dan ESDAC

Pengelolaan data ilmiah antariksa ESRO membutuhkan dua komponen utama, yaitu jaringan stasiun pelacakan dan telemetri serta pusat pemrosesan data.

Jaringan tersebut dikenal sebagai ESTRACK dan pada masa ESRO terdiri atas stasiun di Redu, Belgia; Fairbanks, Alaska; Spitsbergen, Norwegia; dan Kepulauan Falkland. Stasiun-stasiun tersebut menerima sinyal dari wahana antariksa dan mengirimkan data yang diperoleh ke pusat pemrosesan.

Pusat pemrosesan tersebut pada awalnya bernama ESDAC (European Space Data Acquisition Centre). Fasilitas ini menggunakan komputer utama untuk mengolah data dan menyediakan fasilitas analisis bagi staf ESRO serta ilmuwan tamu. ESDAC kemudian berganti nama menjadi Pusat Operasi Antariksa Eropa (ESOC) yang berlokasi di Darmstadt, Jerman.

Setelah reorganisasi berdasarkan Laporan Bannier, ESOC memperoleh kewenangan eksekutif secara keseluruhan terhadap operasi wahana antariksa.

ESLAR dan ESRIN

Pada 1966, ESRO membentuk ESLAR, sebuah laboratorium penelitian tingkat lanjut yang terutama dimaksudkan untuk menyelesaikan kebuntuan politik mengenai lokasi ESLAB. Fasilitas ini kemudian berganti nama menjadi ESRIN (European Space Research Institute) dan berlokasi di Frascati, Italia.

ESRIN berfokus pada penelitian dasar dalam fisika dan kimia yang diperlukan untuk memahami eksperimen antariksa serta merencanakan eksperimen berikutnya. Pada 1970-an, fasilitas tersebut mulai menerima dan mengolah data dari satelit lingkungan.

Markas besar ESRO

Markas besar ESRO berada di Paris dan menjadi pusat badan eksekutif organisasi. Setelah reorganisasi, markas tersebut terutama bertanggung jawab atas kebijakan, perencanaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi.

Kegiatan ilmiah

Konvensi ESRO menetapkan penelitian antariksa sebagai tujuan utama organisasi. Oleh karena itu, kegiatan ilmiah mendominasi program ESRO pada tahun-tahun awal. Seiring berkembangnya kemampuan teknis dan organisasi, kegiatan ESRO secara bertahap meluas dari penelitian ilmiah murni menuju program yang memiliki penerapan praktis.

Roket penelitian

250px-RAE_Skylark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Roket penelitian Britania Raya Skylark merupakan salah satu roket utama yang digunakan dalam program ESRO.

Roket penelitian digunakan sebagai salah satu program awal ESRO karena biayanya relatif rendah, waktu persiapannya singkat, dan tingkat risikonya lebih kecil dibandingkan misi satelit. Roket tersebut memungkinkan ilmuwan Eropa melakukan eksperimen atmosfer dan antariksa sebelum mengembangkan misi yang lebih kompleks.

Dua peluncuran roket penelitian pertama ESRO dilakukan dari fasilitas Salto di Quirra, Sardinia, pada 6 dan 8 Juli 1964. Keduanya membawa muatan barium dan amonia untuk penelitian ionosfer. Peluncuran pertama dari ESRANGE dilakukan pada November 1966. Setelah itu, frekuensi peluncuran roket penelitian meningkat, dan pangkalan Andøya di Norwegia juga digunakan sebagai lokasi peluncuran.

Roket utama yang digunakan dalam program tersebut adalah Skylark Britania Raya dan Centaure Prancis. ESRO juga menggunakan Arcas Amerika Serikat, Bélier dan Dragon Prancis, Petrel Britania Raya, serta Zenit Jerman-Swiss.

Secara keseluruhan, program ESRO meluncurkan 168 roket penelitian dengan tingkat keberhasilan rata-rata sekitar 75 persen. Panjang roket yang digunakan meningkat dari sekitar 2,7 meter menjadi 5,55 meter, sedangkan massa muatan meningkat dari sekitar 140 kilogram menjadi 310 kilogram.

Sekitar separuh dari peluncuran digunakan untuk penelitian ionosfer dan aurora, seperempat untuk fisika atmosfer, dan sisanya untuk penelitian Matahari, bintang, serta sinar gamma.

Program satelit awal

250px-Esro-2b_small.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ESRO-2B atau Iris merupakan salah satu satelit awal ESRO.

Program awal yang dirancang dalam Buku Biru mencakup 11 satelit kecil, empat wahana penyelidik antariksa, dan dua satelit besar. Rencana tersebut tidak sepenuhnya terlaksana karena keterbatasan pendanaan. Beberapa misi yang berhasil diwujudkan antara lain ESRO I, ESRO II, HEOS-1, HEOS-2, TD-1, dan ESRO IV.

Satelit-satelit tersebut pada umumnya merupakan wahana multi-eksperimen yang membawa beberapa instrumen dari kelompok penelitian yang berbeda.

ESRO I dan ESRO II

ESRO I dan ESRO II merupakan satelit kecil yang tidak memiliki sistem stabilisasi kompleks. Keduanya membawa eksperimen sederhana untuk mengukur lingkungan radiasi di sekitar wahana.

ESRO I terutama digunakan untuk mempelajari fenomena aurora dan ionosfer kutub. ESRO II berfokus pada astronomi Matahari dan penelitian sinar kosmis. Kedua satelit tersebut diluncurkan pada 1968 dan kemudian masing-masing dikenal sebagai Aurorae dan Iris.

HEOS-1 dan HEOS-2

HEOS-1, yang sebelumnya bernama HEOS-A, merupakan satelit pertama ESRO yang ditempatkan pada orbit sangat lonjong. Misinya adalah mengukur plasma, medan magnet, dan partikel sinar kosmis.

Karena jaringan ESTRACK awal dirancang terutama untuk satelit orbit rendah, kemampuan pelacakan yang tersedia tidak memadai untuk wahana dengan orbit sangat lonjong. Sebagai solusi, salah satu fasilitas ELDO di Australia ditingkatkan dan diintegrasikan ke dalam sistem pelacakan ESRO.

HEOS-1 diluncurkan pada 5 Desember 1968 dari Cape Canaveral menggunakan roket Delta E-1. Instrumennya mencakup magnetometer, detektor partikel, dan perangkat pelepasan awan barium.[5]

HEOS-2 diluncurkan pada 31 Januari 1972 dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg menggunakan roket Delta. Satelit ini membawa magnetometer, detektor partikel, dan detektor debu. Instrumen deteksi debu menggantikan perangkat pelepasan awan barium yang digunakan pada HEOS-1.[6]

Program Thor-Delta

250px-Thor_Delta-1A_small.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
TD-1A merupakan satelit stabilisasi tiga sumbu pertama Eropa.

Program Thor-Delta pada awalnya dirancang untuk menghasilkan tiga satelit, yaitu TD-1, TD-2, dan TD-3. TD-1 ditujukan untuk astronomi bintang, TD-2 untuk astronomi Matahari, sedangkan TD-3 dirancang untuk penelitian ionosfer.

TD-2 dan TD-3 kemudian digabungkan sebagai upaya mengurangi biaya. Namun, masalah keuangan dan perbedaan politik menyebabkan proyek gabungan tersebut akhirnya dibatalkan. Sebagian eksperimen yang semula direncanakan untuk TD-2 dan TD-3 kemudian diterbangkan pada satelit ESRO IV.

Large Astronomical Satellite

Large Astronomical Satellite (LAS) merupakan rancangan observatorium yang dimaksudkan untuk mempelajari objek-objek langit menggunakan spektrometer ultraviolet beresolusi tinggi. Proyek ini telah dirancang sejak akhir 1950-an tetapi dibatalkan pada 1968 karena kurangnya dukungan keuangan dan perbedaan politik.

Satelit generasi kedua

COS-B

250px-Cos-B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
COS-B merupakan satelit ESRO yang didedikasikan untuk penelitian sinar gamma kosmis.

COS-B merupakan satelit ilmiah ESRO pertama yang berhasil menjalankan misi yang hanya berfokus pada satu eksperimen. Misi ini pertama kali diusulkan oleh komunitas ilmiah pada pertengahan 1960-an, disetujui pada 1969, dan diluncurkan pada 1975.

COS-B mempelajari sinar gamma kosmis dan terus mengumpulkan data ilmiah hingga akhirnya dinonaktifkan pada 1982. Data yang dikumpulkannya memberikan kontribusi penting terhadap penelitian astronomi sinar gamma.[7]

GEOS

GEOS merupakan satelit multi-eksperimen yang dirancang untuk penelitian magnetosfer. Instrumen yang dibawanya disediakan oleh berbagai lembaga penelitian Eropa.

GEOS diluncurkan pada 1977, tetapi kegagalan kendaraan peluncur menyebabkan satelit tidak mencapai orbit yang direncanakan. Model kualifikasi yang telah dimodifikasi dari muatan yang sama kemudian berhasil diluncurkan pada 1978 dan beroperasi hingga 1982.

Kesepakatan Paket Pertama

Kesepakatan Paket Pertama (First Package Deal) merupakan perubahan kebijakan ESRO yang dinegosiasikan pada 1971. Kebijakan tersebut mengurangi proporsi pendanaan untuk penelitian ilmiah dan meningkatkan pendanaan untuk kegiatan yang memiliki penerapan praktis.

Perubahan tersebut juga membawa perubahan administratif dan pengurangan jumlah staf ilmiah. Dalam kondisi pendanaan yang baru, komite perencanaan ESRO harus memilih sejumlah kecil misi dari beberapa proyek yang telah direncanakan. Dua proyek yang akhirnya dipilih adalah HELOS, yang kemudian berganti nama menjadi EXOSAT, dan IMP-D, yang kemudian dikenal sebagai ISEE-2.

EXOSAT

EXOSAT, yang pada awalnya bernama HELOS, merupakan satelit observatorium sinar-X yang beroperasi dari Mei 1983 hingga April 1986. Selama masa operasinya, satelit tersebut melakukan sekitar 1.780 pengamatan terhadap berbagai jenis objek astronomi dalam spektrum sinar-X.

ISEE-2

ISEE-2 merupakan wahana kedua dari tiga wahana International Sun-Earth Explorer. Program ini merupakan kerja sama antara NASA dan ESRO yang kemudian dilanjutkan oleh ESA untuk mempelajari interaksi antara medan magnet Bumi dan angin surya.

ISEE-2 membawa instrumen untuk mengukur karakteristik medan listrik dan medan magnet. Satelit ini diluncurkan pada Oktober 1977 dan memasuki kembali atmosfer Bumi pada September 1987.[8]

ISEE-1 dan ISEE-2 ditempatkan pada lingkungan sekitar Bumi, sedangkan ISEE-3 ditempatkan pada orbit heliosentris. Program tersebut melibatkan lebih dari 100 ilmuwan dan sedikitnya 32 lembaga penelitian.

Kesepakatan Paket Kedua

Kebijakan Kesepakatan Paket Kedua yang dinegosiasikan pada 1973 memperluas tanggung jawab ESRO. Salah satu perubahan penting adalah pemberian tanggung jawab keseluruhan terhadap pengembangan peluncur Eropa Ariane kepada ESRO, dengan pelaksanaan teknis yang dipercayakan kepada CNES.

Kesepakatan ini juga memungkinkan ESRO bekerja sama dengan NASA dalam proyek Spacelab dan mengelola proyek navigasi satelit maritim MAROTS. Perubahan mekanisme pendanaan membuat kontribusi negara anggota menjadi lebih fleksibel dan meningkatkan anggaran organisasi.

ESRO juga berpartisipasi dalam misi International Ultraviolet Explorer bersama NASA. Perubahan kebijakan tersebut menunjukkan pergeseran ESRO dari organisasi yang berfokus terutama pada penelitian ilmiah menuju lembaga yang juga menangani teknologi dan aplikasi antariksa.

Program Satelit Telekomunikasi

Gagasan mengenai program telekomunikasi ESRO mulai dibahas pada akhir 1966 ketika Konferensi Eropa tentang Komunikasi Satelit meminta organisasi tersebut mengkaji kemungkinan membangun sistem satelit telekomunikasi Eropa.

Meskipun kajian awal telah dilakukan, Dewan ESRO baru menyetujui kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang tersebut pada 1971 setelah diberlakukannya Kesepakatan Paket Pertama. Sebelumnya, struktur pengambilan keputusan ESRO yang relatif kaku serta perbedaan politik antarnegara anggota menghambat perkembangan program tersebut.

Melalui perubahan kebijakan 1971, ESRO mulai mengembangkan sistem satelit Eropa yang ditargetkan beroperasi pada awal 1980-an. Program tersebut dirancang melalui kerja sama dengan Konferensi Eropa Administrasi Pos dan Telekomunikasi serta European Broadcasting Union.

Namun, ESRO bergabung dengan ELDO untuk membentuk ESA pada 1975 sebelum satelit pertama program tersebut, Orbital Test Satellite, berhasil diluncurkan pada 1978.

Akhir organisasi

Sepanjang masa kegiatannya, ESRO berkembang dari organisasi penelitian ilmiah yang berfokus pada eksperimen dasar menjadi organisasi yang menangani berbagai aspek teknologi dan aplikasi antariksa. Perubahan tersebut tercermin dalam pengembangan satelit ilmiah, roket penelitian, sistem pelacakan, pusat operasi, telekomunikasi satelit, dan keterlibatan dalam pengembangan Ariane serta Spacelab.

Pada 1975, ESRO bergabung dengan ELDO. Penggabungan kedua organisasi tersebut membentuk Badan Antariksa Eropa (ESA), yang kemudian menjadi organisasi utama kerja sama antariksa Eropa. Sejumlah fasilitas yang dikembangkan ESRO, termasuk ESTEC, ESRIN, ESOC, dan jaringan pelacakan antariksa, kemudian menjadi bagian dari struktur ESA.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "A History of the European Space Agency". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-10-02.
  2. 1 2 3 4 J. Krige; A. Russo (2000). "A History of the European Space Agency 1958–1987, Volume I: The story of ESRO and ELDO (1958–1973)" (PDF). Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-10-02.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ "Commemorating 60 years since the ELDO and ESRO Conventions". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-10-02.
  4. ↑ Backman, Fredrick (2015). "Making Place for Space: a History of 'Space Town' Kiruna 1943-2000". Umeå University. Diakses tanggal 2026-10-02.
  5. ↑ "HEOS-1". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 5 Maret 2022.
  6. ↑ "HEOS 2". NASA. Diakses tanggal 5 Maret 2022.
  7. ↑ "COS-B overview". Badan Antariksa Eropa. Agustus 2013. Diakses tanggal 2026-10-02.
  8. ↑ "ISEE 2". NASA. Diakses tanggal 2026-10-02.

Bacaan lanjutan

  • ESA History Advisory Committee. A History of the European Space Agency 1958–1987, Volume 1: The Story of ESRO and ELDO. European Space Agency, 2001. ISBN 92-9092-536-1.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan