Rabu, 04 November 2026
09:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Eunice Newton Foote

Eunice Newton Foote

Bagikan:
Infobox orangEunice Newton Foote
250px-Eunice_Newton_Foote.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran17 Juli 1819 Suntingan nilai di Wikidata
Goshen (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kematian30 September 1888 Suntingan nilai di Wikidata (69 tahun)
Lenox (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanGreen-Wood Cemetery (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanEmma Willard School (en) Terjemahkan
Rensselaer Polytechnic Institute Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiFisika, klimatologi dan women's rights movement (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanfisikawan,aktivis hak wanita,pereka cipta,climatologist (en) Terjemahkan,feminis Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Keluarga
Pasangan nikahElisha Foote (en) Terjemahkan , pasangan meninggal dunia Suntingan nilai di Wikidata
AnakMary Foote Henderson,Augusta Foote Arnold (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Tanda tangan
Find a Grave: 102362994 Modifica els identificadors a Wikidata

Eunice Newton Foote (17 Juli 1819 – 30 September 1888) adalah seorang ilmuwan dan penemu asal Amerika Serikat. Ia merupakan penemu pengaruh peningkatan kadar karbon dioksida di masa lalu terhadap suhu Bumi. Menurutnya, atmosfer dari gas itu akan memberikan suhu tinggi pada bumi. Foote adalah seorang ilmuwan yang pada masa itu dikenal sebagai seorang filsuf alam yang pada tahun 1850-an melakukan beberapa eksperimen pertama untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai gas atmosfer terhadap panas sinar matahari.[1]

Masa Kecil dan Pendidikan

250px-Rensselaer_School_1824.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan Rensselaer School di Troy, New York, pada 1824, tempat Eunice Newton Foote menempuh pendidikan pada masa mudanya.

Eunice Newton lahir pada 17 Juli 1819 di Goshen, Connecticut, dari pasangan Thirza dan Isaac Newton Jr.[2] Pada tahun 1820, keluarganya pindah ke Ontario County di bagian barat New York. Ayahnya adalah seorang petani dan pengusaha di East Bloomfield yang sempat mengumpulkan kekayaan, tetapi kemudian kehilangan semuanya akibat spekulasi.[3] Eunice merupakan kerabat jauh dari ilmuwan terkenal, Isaac Newton. Ia memiliki enam saudara perempuan dan lima saudara laki-laki, meskipun saudara perempuannya yang tertua meninggal pada usia dua tahun. Ayahnya meninggal pada tahun 1835, dan saudara perempuannya yang kelima, Amanda, mengambil alih tanggung jawab untuk melunasi utang keluarga serta mempertahankan kepemilikan lahan pertanian agar tidak dijual.[3]

Wilayah New York tempat Eunice tumbuh merupakan pusat aktivisme sosial pada masa itu. Ia besar di lingkungan yang akrab dengan gerakan abolisi perbudakan, reformasi pakaian, spiritualisme, gerakan anti-alkohol (temperance), serta perjuangan hak-hak perempuan. Kehidupan sosial di sekitarnya kemungkinan besar berpengaruh dalam membentuk pandangannya terhadap pendidikan dan peran perempuan di masyarakat.[4]

Pendidikan di Troy Female Seminary dan Rensselaer School

Eunice Newton menempuh pendidikan di Troy Female Seminary, sebuah sekolah persiapan bagi perempuan yang didirikan oleh feminis Emma Willard.[5] Sekolah ini menawarkan pendidikan yang lebih maju dibandingkan sekolah perempuan pada umumnya pada masa itu. Para siswi didorong untuk mengikuti kursus sains di Rensselaer School yang berdekatan, di bawah bimbingan Amos Eaton,[6] seorang profesor senior yang mendukung pendidikan perempuan. Metode pengajaran Eaton tergolong inovatif, dengan pendekatan praktis dalam eksperimen laboratorium sebagai pelengkap teori, berbeda dari metode hafalan yang lazim saat itu. Eunice bersekolah di institusi ini antara tahun 1836 dan 1838.[7]

Selama Eunice belajar di Troy Female Seminary, kurikulum sekolah disusun oleh Almira Hart Lincoln Phelps, adik Emma Willard.[8] Almira juga menulis buku teks yang digunakan oleh para siswa. Sekolah ini menerapkan sistem evaluasi moral mingguan, di mana para siswi dapat menantang penilaian mereka jika merasa ada kekeliruan. Tidak seperti sekolah perempuan lain yang lebih berfokus pada pembelajaran dasar sebagai persiapan menjadi istri dan ibu rumah tangga, Troy Female Seminary menawarkan kurikulum yang luas, mencakup seni tari, sejarah, berbagai bahasa (Inggris, Prancis, Italia, Latin), sastra, matematika (termasuk aljabar dan geometri), musik, seni lukis, filsafat, retorika, serta ilmu pengetahuan seperti botani dan ilmu domestik.[9]

Di Rensselaer School, Eunice mendapatkan pelatihan dalam penelitian serta eksperimen laboratorium. Para siswi di sini memiliki kesempatan untuk mempelajari astronomi, kimia, geografi, meteorologi, dan filsafat alam. Kesempatan ini merupakan hal yang langka bagi perempuan pada masa itu, mengingat pendidikan sains umumnya hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Dengan latar belakang pendidikan yang kaya ini, Eunice Newton memperoleh dasar yang kuat untuk pemikiran dan penelitiannya di kemudian hari.[10]

Pernikahan dan Kehidupan

Pada 12 Agustus 1841, di East Bloomfield, Eunice Newton menikah dengan Elisha Foote Jr. (1809–1883), seorang pengacara. Elisha Foote menjalani pelatihan hukum di Johnstown, New York, di bawah bimbingan Hakim Daniel Cady, ayah dari aktivis hak perempuan, Elizabeth Cady Stanton. Pada tahun 1844, dalam sebuah lelang oleh sheriff, Elisha membeli rumah yang kemudian ditempati oleh keluarga Stanton pada tahun 1847. Setahun kemudian, ia menyerahkan kepemilikan rumah tersebut kepada Daniel Cady, yang akhirnya memberikannya kepada putrinya, Elizabeth, pada tahun 1846.[11]

Eunice dikenal sebagai seorang pelukis potret dan lanskap yang berbakat. Selain itu, ia juga memiliki minat di bidang sains dan dikenal sebagai seorang ilmuwan amatir serta penemu. Dalam permohonan paspornya pada tahun 1862, pejabat mencatat bahwa Eunice memiliki tinggi sekitar 157 cm, mata berwarna biru keabu-abuan, mulut yang agak besar, wajah oval, kulit kekuningan, dan rambut cokelat gelap.[12]

Dari pernikahannya, Eunice dan Elisha dikaruniai dua putri.[13] Putri pertama, Mary, lahir pada 21 Juli 1842 dan kemudian dikenal sebagai seniman, penulis, serta advokat hak-hak perempuan. Putri kedua, Augusta, lahir pada 24 Oktober 1844 dan juga menjadi seorang penulis. Kedua putri mereka lahir di Seneca Falls.[3]

Elisha bekerja sebagai hakim di Pengadilan Common Pleas di Seneca County, tetapi mengundurkan diri dari jabatannya pada tahun 1846. Setelah itu, ia tetap berpraktik sebagai pengacara, sementara Eunice membangun laboratorium di rumah mereka. Pada musim semi tahun 1860, keluarga mereka pindah ke Saratoga Springs, New York, di mana Augusta mendapatkan pendidikan privat. Elisha kemudian mengkhususkan diri dalam hukum paten.[14]

Pada tahun 1865, Elisha diangkat sebagai anggota magang di Dewan Pemeriksa Utama di Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.[15] Keluarga ini pun pindah ke Washington, D.C. Selama tinggal di sana, kedua putri mereka menikah. Mary menikah dengan John B. Henderson, seorang senator Amerika Serikat dari Missouri yang menjadi salah satu penulis Amendemen ke-13 yang menghapus perbudakan serta pendukung Amendemen ke-15 yang memberikan hak suara kepada mantan budak.[16] Pernikahan mereka pada tahun 1868 berlangsung mewah dan dihadiri oleh banyak tokoh penting, termasuk Presiden Andrew Johnson. Setahun kemudian, Augusta menikah dengan Francis Benjamin Arnold, seorang importir kopi dari New York City.[17]

Setelah menyelesaikan masa magangnya, Elisha diangkat sebagai Komisaris Paten dan menjabat dari 25 Juli 1868 hingga 25 April 1869. Setelah masa jabatannya berakhir, ia tetap menjadi anggota Dewan Pemeriksa Utama selama beberapa tahun. Pada tahun 1872 dan 1873, pasangan ini tinggal di East Bloomfield, lalu kembali ke Washington pada tahun 1874, sebelum akhirnya kembali ke New York pada tahun 1878. Pada tahun 1881, mereka menetap di New York City.[18]

Penemuan

250px-Foote%27s_paper-making_machine%2C_1864.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mesin pembuat kertas Foote, 1864

Eunice Foote dan suaminya, Elisha Foote, dikenal sebagai pasangan penemu. Menurut Rachel Brazil, seorang penulis sains dari Chemistry World, pada tahun 1842 Elisha mengajukan paten untuk kompor dengan pengatur suhu otomatis yang sebenarnya ditemukan oleh Eunice. Saat itu, sebagian besar penemuan Eunice didaftarkan atas nama suaminya karena sebagai perempuan yang sudah menikah, ia tidak memiliki hak untuk mempertahankan patennya di pengadilan.[19]

Foote sendiri menyadari ketidakadilan ini. Ketika Elizabeth Cady Stanton mengunjunginya di kantor paten pada tahun 1868, Eunice menyatakan bahwa menurutnya setengah dari paten yang diajukan sebenarnya berasal dari penemuan perempuan. Namun, karena laki-laki memiliki kontrol atas dana yang diperlukan untuk membuat model serta menginginkan prestise, mereka sering kali mendaftarkan paten atas nama mereka sendiri.[20] Salah satu contohnya adalah pada tahun 1857, ketika Elisha menerima kompensasi yang besar akibat pelanggaran hak paten terhadap kompor yang dipatenkan pada tahun 1842.[21]

Meskipun menghadapi keterbatasan hukum, Eunice tetap aktif menciptakan berbagai inovasi. Pada tahun 1860, ia berhasil mengajukan paten atas namanya sendiri untuk sol sepatu dan sepatu bot yang terbuat dari satu bagian karet vulkanisasi, yang berfungsi untuk mengurangi bunyi decit saat berjalan. Kemudian, pada tahun 1868, The Emporia News melaporkan bahwa ia menciptakan desain sepatu seluncur es tanpa tali.[22]

Selain itu, Eunice juga mengembangkan mesin pembuat kertas jenis silinder baru pada tahun 1864. Inovasinya ini memungkinkan produksi kertas pembungkus dan kertas cetak berkualitas lebih baik dengan biaya yang lebih rendah.[23] The Daily Evening Star melaporkan bahwa sebuah perusahaan di Fitchburg, Massachusetts, yang menggunakan mesinnya dapat menghemat $157 per hari (setara dengan $2.720 pada tahun 2021) dalam biaya bahan baku. Penemuan-penemuannya menunjukkan kontribusi pentingnya dalam dunia teknik dan industri, meskipun pada masanya, pengakuan terhadap inovasi perempuan masih sangat terbatas.[24]

Kematian

Eunice Newton Foote meninggal pada 29 atau 30 September 1888 di Lenox, Massachusetts. Ia dimakamkan di Green-Wood Cemetery di Brooklyn, New York.

Warisan

Warisan ilmiah Foote mulai mendapatkan pengakuan luas pada abad ke-21 setelah penemuannya kembali. Pada Mei 2018, sebuah simposium bertajuk "Science Knows No Gender: In Search of Eunice Foote Who 162 Years Ago Discovered the Principal Cause of Global Warming" diadakan di University of California, Santa Barbara, untuk menghormati kontribusinya dalam ilmu pengetahuan.[25]

Selain itu, sebuah film pendek berjudul Eunice diproduksi pada tahun 2018 oleh Eric Garro dan Paul Bancilhon, yang menyoroti kehidupan serta karya-karyanya. Pengakuan ini menegaskan peran penting Foote dalam memahami efek gas rumah kaca terhadap perubahan iklim serta kontribusinya dalam gerakan hak-hak perempuan.[26]

Daftar pustaka

  1. ↑ "Happy 200th birthday to Eunice Foote, hidden climate science pioneer | NOAA Climate.gov". www.climate.gov (dalam bahasa Inggris). 2019-07-17. Diakses tanggal 2025-03-08.
  2. ↑ "Books Received". Nature. 94 (2365): 719–720. 1915-02. doi:10.1038/094719a0. ISSN 0028-0836.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. 1 2 3 Leonard, Ermina Elizabeth Newton (1915). Newton genealogy, genealogical, biographical, historical, being a record of the descendants of Richard Newton of Sudbury and Marlborough, Massachusetts 1638, with genealogies of families descended from the immigrants, Rev. Roger Newton of Milford, Connecticut, Thomas Newton of Fairfield, Connecticut, Matthew Newton of Stonington, Connecticut, Newtons of Virginia, Newtons near Boston. Allen County Public Library Genealogy Center. De Pere, Wis. : B. A. Leonard.
  4. ↑ Welsh, Nick (2018-05-10). "John Perlin Rediscovers Feminist Crusader Who Discovered Climate Change". The Santa Barbara Independent (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
  5. ↑ "Overlooked No More: Eunice Foote, Climate Scientist Lost to History - The New York Times". web.archive.org. 2022-05-24. Diakses tanggal 2025-03-20.
  6. ↑ Perkowitz, Sidney (2019-11-27). "If Only 19th-Century America Had Listened to a Woman Scientist". Nautilus (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
  7. ↑ "Catalogue of the officers and pupils of the Troy Female Seminary for the academic year commencing .. | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
  8. ↑ "Troy Female Seminary | Women's Education, 19th Century, Emma Willard | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
  9. ↑ 7. Science for Women: The Troy Female Seminary. Yale University Press. 2017-12-31. hlm. 133–147.
  10. ↑ Ricketts, Palmer C. (Palmer Chamberlain) (1895). History of the Rensselaer Polytechnic Institute, 1824-1894;. Cornell University Library. New York, J. Wiley and sons.
  11. ↑ Yocum, Barbara (1998). Historic Structure Report: The Stanton House--Women's Rights National Historical Park. Clemson University Libraries.
  12. ↑ "Cunningham, Brig.-Gen. George Glencairn, (24 July 1862–21 July 1943)". Who Was Who. Oxford University Press. 2007-12-01.
  13. ↑ IV. Minnetonka, Minneapolis, Fahrt durch Minnesota. De Gruyter. 1888-12-31. hlm. 63–65.
  14. ↑ "Elisha Foote". www.uspto.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
  15. ↑ "Elisha Foote". www.uspto.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-20.
  16. ↑ Gates, Merrill Edwards (1905). Men of Mark in America: ideals of American life told in biographies of eminent living Americans ... With an opening chapter on American Ideals by E.E. Hale. Vol. 2. Men of Mark Pub. Co.: Washington.
  17. ↑ "Article clipped from Intelligencer Journal". Intelligencer Journal. 1868-07-03. hlm. 1. Diakses tanggal 2025-03-20.
  18. ↑ "Article clipped from New York Daily Herald". New York Daily Herald. 1869-03-08. hlm. 9. Diakses tanggal 2025-03-20.
  19. ↑ Wake, Bronwyn (2020-09-25). "Climate research Foote note". Nature Climate Change. 10 (10): 888–888. doi:10.1038/s41558-020-00931-5. ISSN 1758-678X.
  20. ↑ Elizabeth Cady Stanton (1868-04-16). The Revolution - April 16, 1868.
  21. ↑ spie.org https://spie.org/news/photonics-focus/marapr-2020/tyndall-foote-and-the-greenhouse-effect?. Diakses tanggal 2025-03-20.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  22. ↑ "Cementing the Soles of Boots and Shoes". Scientific American. 10 (47): 369–369. 1855-08-04. doi:10.1038/scientificamerican08041855-369a. ISSN 0036-8733.
  23. ↑ "Politics-Nov-27-1868-3307929 | NewspaperArchive". newspaperarchive.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-20.
  24. ↑ "Friedrich Wilhelm August Heinrich Ferdinand von Steuben, Freiherr von Steuben [steubfrede024991]". Electronic Enlightenment Biographical Dictionary. 2000. Diakses tanggal 2025-03-20.
  25. ↑ "Happy 200th birthday to Eunice Foote, hidden climate science pioneer | NOAA Climate.gov". www.climate.gov (dalam bahasa Inggris). 2019-07-17. Diakses tanggal 2025-03-20.
  26. ↑ "This woman fundamentally changed climate science — and you've probably never heard of her" (dalam bahasa American English). 2018-05-18. Diakses tanggal 2025-03-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan