Senin, 02 November 2026
22:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Era de Francia

Era de Francia

Bagikan:
Saint-Domingue
1795–1809
Lambang Kekaisaran Prancis Pertama Saint-Domingue
Lambang Kekaisaran Prancis Pertama
Lokasi Saint-Domingue
StatusKoloni Prancis
Ibu kotaSanto Domingo
Bahasa umumBahasa Prancis, Bahasa Spanyol
PemerintahanRepublik (1792-04); Kekaisaran Pertama (1804-09)
Gubernur 
• 1801–1802
Toussaint Louverture
• 1809
Jen. Dubarquier
Sejarah 
• Perdamaian Basel
22 Juli 1795
9 Juli 1809
Luas
76.192 km2 (29.418 sq mi)
Mata uangLivre Saint-Domingue, Peso Santo Domingo
Didahului olehDigantikan oleh
Kekaptenjenderalan Santo Domingo
España Boba

Dalam sejarah Republik Dominika, periode Era de Francia ("Zaman Prancis") berlangsung dari tahun 1795 hingga 1809. Periode ini dimulai ketika Prancis memperoleh wilayah Kekaptenjenderalan Santo Domingo dan menggabungkannya dengan koloni Saint-Domingue, sehingga Prancis sempat menjajah seluruh Pulau Hispaniola. Penyerahan ini dimungkinkan oleh Perjanjian Basel yang mengakhiri perang antara Prancis dengan Spanyol.

Kabar bahwa koloni Spanyol telah diserahkan kepada Prancis tiba di Santo Domingo pada Oktober 1795. Mereka yang tidak dapat menerima penyerahan tersebut memiliki waktu satu tahun untuk pindah ke Kuba, Puerto Riko, atau Venezuela, dan di koloni-koloni tersebut diberi fasilitas untuk memulai hidup baru.[1] Antara tahun 1795 hingga 1810, diperkirakan sekitar 125.000 orang telah meninggalkan koloni Spanyol di Hispaniola, sehingga populasinya berkurang sebesar 2/3 bila dibandingkan dengan populasi sebelum meletusnya Revolusi Prancis.

Gubernur (1801-1809)

  • 1801-1802 Toussaint Louverture
  • 1802-1803 Antoine Nicolas Kerverseau
  • 1803-1808 Louis Marie Ferrand
  • 1808-1809 L. Dubarquier

Referensi

  1. ↑ Bethell, Leslie (1984). The Cambridge History of Latin America: Volume 3. Cambridge University Press. hlm. 245–48.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan