| Enola Holmes 3 | |
|---|---|
Poster penayangan | |
| Sutradara | Philip Barantini |
| Produser |
|
| Skenario | Jack Thorne |
Berdasarkan | |
| Pemeran |
|
| Penata musik |
|
| Sinematografer | Matthew Lewis |
| Editor | Tommy Boulding |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Netflix |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 108 menit[2] |
| Negara |
|
| Bahasa | Bahasa Inggris |
Enola Holmes 3 adalah sebuah film misteri tahun 2026 sekaligus sekuel dari film tahun 2022 Enola Holmes 2. Film ini dibintangi oleh Millie Bobby Brown yang kembali memerankan Enola Eudoria Holmes, saudari dari detektif terkenal era Victoria Sherlock Holmes. Film ini juga dibintangi Louis Partridge, Himesh Patel, Sharon Duncan-Brewster, Henry Cavill, dan Helena Bonham Carter sebagai pemeran pendukung. Film ini disutradarai oleh Philip Barantini—menjadikannya film pertama dalam seri Enola Holmes yang tidak disutradarai oleh Harry Bradbeer. Skenario film ini ditulis oleh Jack Thorne, dan merupakan cerita orisinal yang tidak berdasarkan pada seri buku The Enola Holmes Mysteries karya Nancy Springer. Ceritanya mengikuti Enola yang berada di Malta dan akan menikah dengan Tewkesbury, ketika Sherlock tiba-tiba menghilang, meninggalkan sebuah misteri yang harus dipecahkan.
Film ini ditayangkan pada 1 Juli 2026.[3] Film ini menerima ulasan beragam dari para kritikus.
Alur cerita
Enola Holmes dan Tewkesbury tiba di Malta untuk melangsungkan pernikahan mereka. Upacara itu sengaja digelar di sana karena mendiang ayah Tewkesbury, Lord Peter, pernah bertugas di Malta pada masa pendudukan Inggris, sehingga Lady Tewkesbury menganggap pulau tersebut memiliki makna istimewa bagi keluarga mereka. Sherlock turut menghadiri pernikahan itu, tetapi secara terang-terangan tidak setuju dengan pernikahan tersebut. Menurutnya, Enola sedang mengorbankan kebebasannya demi menyandang gelar Lady. Enola, sebaliknya, tetap teguh pada pendiriannya. Ia yakin mampu menjalani kehidupan sebagai istri tanpa harus melepaskan jati dirinya sebagai seorang detektif.
Di tengah persiapan pernikahan, Sherlock diam-diam menyelidiki sebuah kasus misterius. Namun, sebelum sempat menjelaskan penyelidikannya kepada Enola, ia tiba-tiba menghilang. Tak lama setelah itu, Enola mengejar seorang prajurit Malta yang ia curigai tetapi prajurit tersebut ditembak seseorang dari jendela. Saat sekarat, ia sempat menggumamkan kata yang terdengar seperti “wrath” (kemurkaan). Enola kemudian menyadari bahwa yang sebenarnya diucapkan adalah “Rathe”, nama belakang Profesor Adeline Rathe. Saat menggeledah kamar Sherlock, ia menemukan sobekan kain dari sebuah gaun mewah. Petunjuk itu membawanya ke Valletta, tempat pemilik gaun tersebut berada. Namun, sebelum sempat diinterogasi, wanita itu ditembak mati oleh seorang penembak jitu. Menjelang ajalnya, ia hanya sempat berbisik kepada Enola, “Dia akan membunuhmu.” Enola berusaha mengejar sang pembunuh, tetapi jejaknya lenyap begitu saja.
Penyelidikan Enola akhirnya mengungkap bahwa sosok “dia” yang dimaksud adalah Profesor Moriarty. Dalang kriminal itu ternyata telah melarikan diri dari penjara dan menyamar sebagai Profesor Adeline Rathe untuk memanipulasi semua orang. Sementara Enola membongkar identitas palsu tersebut, terungkap pula bahwa Sherlock disekap bersama Lady Tewkesbury.
Moriarty lalu mengungkap bahwa hampir seluruh rangkaian peristiwa ini telah ia rancang sejak setahun sebelumnya. Ia bahkan memengaruhi Lady Tewkesbury agar memilih Malta sebagai lokasi pernikahan, semata-mata untuk memancing Enola datang. Penculikan Sherlock hanyalah umpan agar Enola terjebak dalam permainan yang telah ia susun. Tak tinggal diam, Enola bekerja sama dengan Dr. John Watson—yang baru saja berkenalan dengan Sherlock—serta Mikiel Mizzi, seorang pejuang kemerdekaan Malta. Penyelidikan mereka membawa pada sebuah konspirasi yang berakar dari Pertempuran Khost di Afganistan. Di tengah perang, sejumlah perwira Inggris mencuri emas Afganistan dalam jumlah besar lalu menyelundupkannya ke Malta. Lord Peter ternyata ikut terlibat dalam operasi tersebut, sementara medali perang miliknya menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap keseluruhan misteri. Dari petunjuk itu, Enola menyadari bahwa pria bertopeng yang mengenakan medali serupa adalah Brigadir Sampson, wali Tewkesbury sekaligus sahabat dekat mendiang ayahnya. Selama bertahun-tahun, Sampson bekerja sama dengan gubernur Inggris dan sejumlah perwira tinggi untuk menutupi pencurian emas tersebut.
Mengikuti rangkaian petunjuk berkode yang ditinggalkan Sherlock, Enola akhirnya menemukan gua tersembunyi tempat peti-peti emas disembunyikan. Ia sadar Moriarty sengaja memanfaatkannya untuk menemukan lokasi itu dan hampir pasti telah menyiapkan jebakan. Dugaan tersebut terbukti. Begitu Enola mengambil peti emas, ia dan Watson langsung dikepung para tentara bayaran Malta yang bekerja untuk Moriarty. Beruntung, Tewkesbury dan Mikiel tiba bersama para pemberontak Malta tepat pada waktunya sehingga Enola berhasil meloloskan diri sambil membawa emas tersebut. Moriarty kemudian melarikan diri dengan menunggang kuda, tanpa sadar menuntun Enola ke lokasi tempat Sherlock dan Lady Tewkesbury disekap. Pertarungan sengit pun tak terelakkan. Enola akhirnya berhasil melumpuhkan Moriarty, sementara Sherlock yang telah mengalami penyiksaan berat nyaris membunuh musuh bebuyutannya itu. Enola berhasil menyadarkan sang kakak agar tidak menyeberangi batas moralnya, dan mereka pun memutuskan untuk menyerahkan Moriarty kepada pihak berwajib.Terungkapnya konspirasi tersebut memaksa Brigadir Sampson mengakui keterlibatannya dalam pencurian emas Afganistan. Ia bersama para perwira korup lainnya ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Alih-alih membiarkan Inggris menguasai harta rampasan itu, Enola dan Sherlock memastikan emas tersebut dikembalikan kepada Afganistan sebagai pemilik yang sah. Bagi Mikiel, terbongkarnya skandal ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan kolonial Inggris sekaligus dorongan besar bagi perjuangan kemerdekaan Malta.
Setelah kasus itu berakhir, Sherlock meminta maaf karena pernah meremehkan kemampuan Enola. Kakak beradik itu akhirnya berdamai, dan Sherlock mengakui bahwa Enola telah menjadi detektif yang benar-benar sepadan dengannya. Di sisi lain, Tewkesbury terpukul setelah mengetahui keterlibatan ayahnya dalam kejahatan imperialis Inggris. Sebagai bentuk penolakan terhadap warisan tersebut, ia melepaskan gelar kebangsawanannya sekaligus kursinya di House of Lords, lalu memilih menggunakan nama lahirnya, Earnest Augustus Tebbity-Gore. Sementara itu, Enola memutuskan tetap mempertahankan nama Enola Holmes sebagai simbol identitasnya, meski kini telah menikah. Pada akhirnya, keduanya mengucapkan janji suci dalam sebuah upacara pernikahan sederhana di atas tebing yang dipimpin langsung oleh Eudoria Holmes.
Pemeran
- Millie Bobby Brown sebagai Enola Eudoria Holmes, anak bungsu dari keluarga Holmes yang menjadi detektif dengan caranya sendiri. Enola sesekali menembus dinding keempat dan berbicara langsung kepada penonton
- Henry Cavill sebagai Sherlock Holmes, seorang penyelidik swasta terkenal sekaligus kakak Enola
- Helena Bonham Carter sebagai Eudoria Holmes, ibu Enola dan Sherlock, yang merupakan seorang sufraget militan
- Louis Partridge sebagai Tewkesbury
- Himesh Patel sebagai Dr. Watson, sahabat dan orang kepercayaan Sherlock
- Sharon Duncan-Brewster sebagai Moriarty, seorang dalang kriminal
- Hattie Morahan sebagai Lady Tewkesbury, ibu dari Tewkesbury
- Susan Wokoma sebagai Edith, orang kepercayaan Eudoria sekaligus mentor Enola yang hadir di pernikahan Enola dan Tewkesbury
- Joe Azzopardi sebagai Mikiel, anggota Partito Anti-Riformista
- Nicholas Aaron sebagai Sersan Nicholas Smith
- Michela Farrugia sebagai Crista
- David Sterne sebagai Kusir Eric
- Jason Watkins sebagai Brigadir Sampson, wali baptis Tewkesbury yang mengenal ayahnya
- Paul Cawley sebagai Gubernur Britania di Malta
- Myron Ellul sebagai Sargeant Indri
- Robbie O'Neill sebagai Kopral Malick
- Stephen Chance sebagai seorang perwira senior
- Nicolette Yardley-Moore sebagai Baroness Guilford
Produksi
Pada November 2024 diumumkan bahwa film ketiga Enola Holmes sedang dalam tahap pengembangan, dengan Philip Barantini ditunjuk sebagai sutradara dan Millie Bobby Brown kembali memerankan Enola Holmes, sekaligus bertindak sebagai produser bersama. Film ini digambarkan lebih gelap dan lebih dewasa dibandingkan dua film sebelumnya.[4] Pada April 2025, Louis Partridge, Himesh Patel, Henry Cavill, Helena Bonham Carter, dan Sharon Duncan-Brewster dipastikan kembali memerankan tokoh mereka dari film sebelumnya.[5]
Jack Thorne kembali menulis naskah asli. Setelah mengeksplorasi hak pilih dan hak pekerja dalam film sebelumnya, ia memilih untuk menyoroti sejarah kolonial Britania. Thorne juga ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi sutradara baru Phil Barantini, serta bagi Millie Bobby Brown yang kini tampil sebagai perempuan dewasa.[6] Pulau Mediterania Malta berada di bawah kendali Britania sejak 1800, dan sebagai Koloni Mahkota Malta menjadi markas armada Britania. Pembukaan Terusan Suez pada 1869 menjadikannya gerbang penting menuju timur dan India Britania. Thorne menciptakan peristiwa fiksi "Pertempuran Khost", merujuk pada invasi Britania ke Afganistan serta terinspirasi dari serangan dan penjarahan benteng Bala Hissar, Kabul.[7]
Pengambilan gambar utama dimulai pada 10 April 2025 di Shepperton Studios, Inggris serta di Valletta dan Mdina, Malta.[8] Pada 27 Juni 2025, Millie Bobby Brown mengumumkan bahwa proses pengambilan gambar telah selesai.[9]
Musik
Aaron May dan David Ridley menyusun komposisi musik film ini. Mereka menggantikan Daniel Pemberton, yang menyusun musik untuk dua film pertama dalam seri.[1]
Penayangan
Enola Holmes 3 ditayangkan oleh Netflix pada 1 Juli 2026.[3]
Tanggapan kritikus
Di Rotten Tomatoes, film ini memperoleh penilaian 65% berdasarkan ulasan dari 79 kritikus. Konsensus situs tersebut menyatakan: "Meski ceritanya membingungkan dan daya tariknya berkurang, Enola Holmes 3 tetap berhasil berkat penampilan Millie Bobby Brown yang memikat serta beberapa adegan aksi yang hidup."[10] Di Metacritic, film ini memiliki skor rata-rata tertimbang 58 dari 100 berdasarkan ulasan 17 kritikus, yang menunjukkan ulasan "beragam atau rata-rata".[11]
Frank Scheck dari The Hollywood Reporter memberikan ulasan positif dan menulis: "Brown telah matang dalam perannya, menunjukkan ketegasan baru serta kemampuan komedi yang semakin meningkat." Ia mengkritik tempo cerita pada beberapa bagian, tetapi menyimpulkan bahwa "film ini menebus kekurangannya dengan pesan antikolonialis yang kuat, menghadirkan unsur serius yang mengejutkan dalam kisah yang seharusnya bersifat hiburan semata."[12] Natalia Winkelman dari The New York Times memuji penampilan Brown dengan mengatakan ia "bersinar, menghadirkan semangat dan ketajaman yang membuat film ini jauh lebih menarik dibandingkan karya lain dalam genre aksi-petualangan remaja."[13]
Referensi
- 1 2 "Aaron May & David Ridley Scoring Philip Barantini's 'Enola Holmes 3'". Film Music Reporter (dalam bahasa Inggris). 2026-03-10. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2026-03-12. Diakses tanggal 2026-03-11.
- ↑ "Enola Holmes 3 (12)" (dalam bahasa Inggris). British Board of Film Classification. 2026-06-30. Diakses tanggal 2026-07-01.
- 1 2 Blevins, Adam (April 23, 2026). "Netflix and Henry Cavill's 3-Part Detective Franchise Officially Returns on July 1". Collider (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 April 2026. Diakses tanggal April 23, 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kroll, Justin (2024-11-21). "'Enola Holmes 3': Philip Barantini To Direct Netflix And Legendary Sequel". Deadline Hollywood (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-12-23. Diakses tanggal 2024-11-22.
- ↑ Dillio, John (2025-04-22). "Enola Holmes Is on the Case Again in Enola Holmes 3". Netflix Tudum. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-22. Diakses tanggal 2025-04-22.
- ↑ Hibbs, James (2026-02-06). "Enola Holmes 3 writer explains how new film tackles colonial history". Radio Times. Diakses tanggal 2026-07-05.
- ↑ Olivia Harrison (2026-07-03). "Enola Holmes 3: Learn the True Story Behind the Film". Netflix Tudum. Diakses tanggal 2026-07-05.
- ↑ Calnan, Ellie (2025-04-11). "Philip Barantini's 'Enola Holmes 3' with Millie Bobby Brown begins filming in the UK". Screen Global Production (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-16. Diakses tanggal 2025-04-11.
- ↑ Anderton, Joe (2025-06-28). "Millie Bobby Brown shares exciting update for her long-awaited Netflix sequel". Digital Spy (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-09-30. Diakses tanggal 2025-06-29.
- ↑ "Enola Holmes 3". Rotten Tomatoes. Diakses tanggal 2026-08-04.
- ↑ "Enola Holmes 3 Reviews". Metacritic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2026-07-02. Diakses tanggal 2026-08-04.
- ↑ Scheck, Frank (2026-06-30). "'Enola Holmes 3' Review: Millie Bobby Brown's Sleuth Tackles Nuptials and a New Case in Fun, Forgettable Netflix Threequel". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2026-07-04. Diakses tanggal 2026-07-05.
- ↑ Winkelman, Natalia (2026-07-01). "'Enola Holmes 3' Review: A Kidnapping in Malta". The New York Times.
Pranala luar
- Enola Holmes 3 di IMDb (dalam bahasa Inggris)

| Film |
|
|---|---|
| Album musik | |