Senin, 12 Oktober 2026
19:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Engkabang layar

Bagikan:
Engkabang layar
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Rubroshorea
Spesies:
R. fallax
Nama binomial
Rubroshorea fallax
(Meijer) P.S.Ashton & J.Heck.[2]
Sinonim[2]
  • Shorea fallax Meijer
  • Shorea oleosa Meijer

Shorea fallax atau engkabang layar adalah pohon dalam famili Dipterocarpaceae, asli Kalimantan. Julukan spesifik fallax berarti "menipu" dan mengacu pada spesies yang awalnya dianggap Shorea scaberrima. Masyarakat kalimantan sendiri menyebut tanaman ini dengan nama kontoi atau tuntong seluing.

Keterangan

Shorea fallax tumbuh hingga 50 meter (160 ft) tinggi, dengan diameter batang mencapai 13 m (43 ft). Ini memiliki penopang hingga 2 m (7 ft) tinggi. Kulit batangnya yang berwarna coklat terkelupas dan pecah-pecah. Daun kasar berbentuk bulat telur hingga lonjong dan berukuran hingga 24 cm (9 in) panjang. Perbungaannya berukuran hingga 22 cm (9 in) panjang dan menghasilkan hingga tujuh bunga kuning.

Distribusi dan habitat

Shorea fallax merupakan hewan endemik Kalimantan. Habitatnya adalah hutan dipterocarp campuran, hingga ketinggian 500 m (1.600 ft).

Konservasi

Shorea fallax telah dinilai sebagai penyakit yang paling tidak mengkhawatirkan dalam Daftar Merah IUCN. Namun, di Kalimantan, hutan ini terancam oleh konversi lahan dan penebangan kayu untuk diambil kayunya. Spesies ini terdapat di sejumlah kawasan lindung di Sabah dan Sarawak.

Referensi

  1. ↑
  2. 1 2
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan