Sabtu, 31 Oktober 2026
06:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Elyesa Bazna

Elyesa Bazna

agen rahasia Jerman Nazi selama PD II dengan nama samaran Cicero

Bagikan:
Elyesa Bazna
250px-Elyesa_Bazna.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elyesa Bazna (Cicero)
Lahir
Elyesa Bazna

(1904-07-28)28 Juli 1904
Pristina, Vilayet Kosovo (sekarang Kosovo)
Meninggal21 Desember 1970(1970-12-21) (umur 66)
Munich, Jerman
Tempat peristirahatan terakhir
Friedhof am Perlacher Forst, Munich, Jerman[1]
Nama lainCicero
Dikenal karenaMata-mata untuk Jerman Nazi

Elyesa Bazna (bahasa Turki: [ˈeljesɑˈbɑznɑ]), yang juga disebut sebagai Iliaz[2] dan Ilyaz Bazna (Albania: [iliazbazna]),[3] (28 Juli 1904 – 21 Desember 1970), adalah seorang agen rahasia untuk Jerman Nazi pada Perang Dunia II, beroperasi di bawah nama kode Cicero.

Lahir di Pristina, Bazna masuk akademi militer, dan bergabung dengan unit militer Prancis pada usia 16 tahun. Ia didakwa mencuri kendaraan dan senjata, sehingga ia menjalani tiga tahun dalam kamp buruh paksa di Prancis. Bazna memegang sejumlah pekerjaan manual di kota-kota Turki dan Prancis sebelum meraih pekerjaan untuk para diplomat dan konsulat asing sebagai penjaga pintu, sopir dan petugas keamanan. Ia dapat berbicara dalam berbagai bahasa, termasuk Prancis, yang merupakan bahasa paling dominan di kalangan diplomat pada masa itu. Pada 1943, Bazna diangkat menjadi seorang pemarkir oleh Hughe Knatchbull-Hugessen, duta besar Inggris di Ankara, Turki. Ia memfoto dokumen Inggris yang dimiliki Knatchbull-Hugessen, dan menjualnya kepada Jerman melalui atase mereka Ludwig Carl Moyzisch dalam apa yang menjadi dikenal sebagai urusan Cicero.

Catatan

Referensi

Sumber

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan