Sabtu, 03 Oktober 2026
22:29 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Elemen klasik

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat unsur.

Babilonia

Udara  
Air Aither Api
Tanah  

Yunani

  Udara  
Air Aither Api
Tanah  

Hinduisme (Tattva) dan
Buddhisme (Mahābhūta)

  Vayu  
Ap Akasha Agni
  Prithvi  

Chinese (Wuxing)

  Kayu (木)  
Air (水)   Api (火)
Logam (金) Tanah (土)

Jepang (Godai)

  Udara (風)  
Air (水) Void (空) Api (火)
  Tanah (地)  

Tibetan (Bön)

  Air  
Water Aether Fire
  Earth  

Alkimia Medieval

  Air  
Water Aether Fire
  Earth
Sulphur Mercury Salt

Unsur klasik adalah suatu konsep yang digunakan oleh para filosof kuno untuk menjelaskan terjadinya pola-pola di alam. Versi Yunani dari konsep ini telah ada sejak zaman pra-Socrates dan bertahan melewati Abad pertengahan dan masuk sampai masa Renaisans, secara mendalam memberikan pengaruh cara berpikir dan budaya orang-orang Eropa; akan tetapi konsep ini jauh lebih tua telah dikenal di Timur Jauh, dan secara luas tersebar di India dan Republik Rakyat Tiongkok, di mana konsep tersebut membentuk dasar dari Buddhisme dan Hinduisme, secara khusus dalam suatu konteks esoteris.

Unsur klasik Tiongkok

Menurut tradisi Tiongkok klasik, gejala-gejala alam dapat dikelompokkan ke dalam Lima Unsur atau Lima Unsur (Chinese: 五行; Hanyu Pinyin: wǔxíng): kayu, api, tanah/bumi, logam/emas, dan air (木, 火, 土, 金, 水; mù, huǒ, tǔ, jīn, shǔi). Kelima unsur ini digunakan untuk menjelaskan interaksi dan hubungan antara gejala-gejala alam. Kelima unsur ini juga saling mendukung dan menghancurkan satu sama lain sehingga membentuk lingkaran unsur. Pada masing-masing hubungan terdapat filosofinya yang diamati dari gejala-gejala alam.

Unsur pendukung:

  • kayu menyalakan api;
  • api menghasilkan tanah (debu/abu);
  • tanah mengandung logam;
  • logam mengumpulkan air dan
  • air menumbuhkan kayu.

Unsur penghancur/pemusnah:

  • kayu membelah tanah;
  • tanah menyerap air;
  • air memadamkan api;
  • api mencairkan logam dan
  • logam memotong kayu.

Unsur klasik Yunani

Unsur klasik versi Yunani terbagi ke dalam empat jenis, yaitu tanah, api, udara dan air. Tokoh yang pertamakali mengusulkan teori unsur klasik ini adalah Empedocles,[1] lalu dibenarkan oleh Aristoteles. Ia menyebutkan bahwa benda yang disekitar kita adalah penggabungan keempat unsur tersebut termasuk emas (karena memang emas yang paling berharga saat itu). Mereka mencari-cari batu yang bernama "Philoshopher's stone" yang dipercaya bisa mengubah logam biasa menjadi emas karena terpengaruh oleh teori Aristoteles (meskipun tak ada satupun orang yang berhasil mewujudkan itu selama 200 tahun). Fisluf Yunani lain yang berpikiran tentang materi pembentuk alam semesta adalah:

  • Thales: Dia beranggapan bahwa segala sesuatu terbuat dari air. (Dia keliru, seharusnya makhluk hidup yang dimulai dari air 3,4 miliar tahun lalu).
  • Demokritos: Dia adalah orang pertama yang memikirkan atom. Teorinya disangkal selama 2000 tahun.
  • Heraklitus: Dia beranggapan bahwa segala sesuatu terbuat dari api.
Unsur-unsur klasik Yunani
Unsur Lambang
40px-Alchemical_air_symbol_%28heavy_yellow%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail udara
40px-Alchemical_fire_symbol_%28heavy_red%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail api
40px-Alchemical_water_symbol_%28heavy_blue%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail air
40px-Alchemical_earth_symbol_%28heavy_green%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail tanah

Referensi

  1. ↑ Curd, Patricia (2020). Zalta, Edward N. (ed.). The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Edisi Fall 2020). Metaphysics Research Lab, Stanford University.


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan