Rabu, 14 Oktober 2026
11:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Elang-ular bido

Elang-ular bido

spesies burung

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Elang-ular bido" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Elang-ular bido
250px-Crested_Serpent-Eagle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. cheela
Nama binomial
Spilornis cheela
Latham, 1790
Artikel takson sembarang

Elang-ular bido (Spilornis cheela) adalah sejenis elang besar yang menyebar luas di Asia, mulai dari India di barat, Nepal, Srilanka, terus ke timur hingga Cina, ke selatan melintasi Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, kepulauan Sunda Besar, hingga ke Palawan di Filipina.[butuh rujukan] Elang ular bido merupakan anggota suku Accipitridae.[1]

Pengenalan

Dikenal juga sebagai Crested Serpent Eagle atau CSE oleh sebagian pecinta burung pemangsa (BOP). Elang ini berwarna hitam dengan garis putih di ujung belakang sayap, terlihat di saat terbang seperti garis yang tebal. Sangat berisik, suara panggilan seperti ""Kiiiik"" panjang dan diakhiri dengan penekanan nada. Sayap menekuk ke atas (seperti elang jawa) dan ke depan, membentuk huruf C yang terlihat membusur. Ciri khas lainnya adalah kulit kuning tanpa bulu di sekitar mata hingga paruh.[2] Ada yang mengatakan bahwa kulit kaki dari elang ini mempunyai kekebalan terhadap bisa ular, karena itulah elang ini di sebut elang ular karena mempunyai kekebalan terhadap bisa ular.

Pada waktu terbang, terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pada pinggir belakang sayap. Berwarna gelap, sayap sangat lebar membulat, ekor pendek.

Dewasa: Bagian atas coklat abu-abu gelap. Bagian bawah coklat. Perut, sisi tubuh dan lambung berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor.[2] Jambul pendek dan lebar, berwarna hitam dan putih. Remaja: Mirip dewasa, tetapi lebih coklat dan lebih banyak warna putih pada bulu. Iris berwarna kuning, paruh coklat abu-abu, kaki kuning. Bagian bawah berwarna putih kekuningan dengan guratan gelap lebar. Ekor berwarna keputihan dengan tiga pita kehitaman[2]

Penyebaran dan Ras

Secara global, elang ini terdapat sekitar 21 sub-spesies yang di akui dengan pesebaran berbeda yang meliputi India, Cina selatan, Asia tenggara, Palawan, dan Sunda Besar.

  • cheela (Latham, 1790) – India Utara dan Nepal.
  • melanotis (Jerdon, 1844) – India Selatan .
  • spilogaster (Blyth, 1852) – Sri Lanka.
  • burmanicus (Swann, 1920) – Burma, China Barat-daya, Thailand dan Indochina.
  • davisoni (Hume, 1873) – Kep. Andaman ; Mungkin juga di Kep. Nicobar.
  • minimus (Hume, 1873) – Kep. Nicobar Tengah.
  • ricketti (W. L. Sclater, 1919) – Vietnam Utara dan China Selatan.
  • perplexus (Swann, 1922) – Selatan Kep. Ryukyu.
  • hoya (Swinhoe, 1866) – Taiwan.
  • rutherfordi (Swinhoe, 1870) – Hainan.
  • palawanensis (W. L. Sclater, 1919) – Palawan (Filipina).
  • pallidus (Walden, 1872) – Dataran rendah Kalimantan bagian utara.
  • richmondi (Swann, 1922) – Kalimantan Selatan.
  • natunensis (Chasen, 1934) – Kep. Natuna dan Belitung.
  • malayensis (Swann, 1920) – Semenanjung Malaysia, sekitar Kep. Anambas dan Sumatera Utara.
  • batu (Meyer de Schauensee & Ripley, 1939) – Sumatera Selatan dan Kep. Batu (di barat Sumatra).
  • abbotti (Richmond, 1903) – P. Simeulue (di barat Sumatra).
  • asturinus (A. B. Meyer, 1884) – P. Nias (di barat Sumatra).
  • sipora (Chasen & Kloss, 1926) – Kep. Mentawai (di barat Sumatra).
  • bido (Horsfield, 1821) – Jawa dan Bali.
  • baweanus (Oberholser, 1917) – P. Bawean (utara P. Jawa).

Kebiasaan

Hidup berpasang-pasangan. Sangat ribut, melayang-layang di atas wilayah sambil mengeluarkan suara. Pada musim berbiak, pasangan menunjukkan gaya terbang akrobatik.

Habitatnya adalah hutan, tepi hutan, perkebunan, sub-urban. Tersebar sampai ketinggian 1.900 m dpl. Bido memangsa ular dan reptil pada umumnya, katak, serta mamalia kecil.

Berbiak sepanjang waktu, sarangnya terbuat dari tumpukan ranting berlapis daun di hutan yang rapat. Telur berwarna putih suram, bercak kemerahan, berjumlah 1-2 butir.

Makanan

Makanan utama dari elang ular adalah Ular-ular kecil, burung-burung kecil sampai ke mamalia kecil seperti tikus atau kelinci yang mempunyai ukuran yang kecil.

Refensi

  1. ↑ Ayat, Asep (2011). Mardiastuti, Ani (ed.). Burung-burung Agroforest di Sumatera (PDF). Bogor: World Agroforesty Centre. hlm. 103. ISBN 978-979-3198-60-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Robson, Craig (2020-02-06). Field Guide to the Birds of South-East Asia (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. hlm. 66. ISBN 978-1-4729-8139-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan