Kamis, 08 Oktober 2026
14:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
El Niño

El Niño

fenomena alam berbahaya

Bagikan:
Impacts of El Niño on climate
Impacts of La Niña on climate
Perubahan suhu dan presipitasi berbeda selama El Niño dan La Niña, dan bervariasi dari musim ke musim.[1]

El Niño (/ɛlˈniːn.joʊ/; bahasa Spanyol: [elˈniɲo]) adalah fase hangat dari El Niño–Osilasi Selatan (El Niño–Southern Oscillation, ENSO) dan dikaitkan dengan sekelompok air laut hangat yang berkembang di pusat dan timur tengah Pasifik khatulistiwa (antara kira-kira Garis Penanggalan Internasional dan 120°BB), termasuk daerah di lepas pantai Pasifik Amerika Selatan. ENSO adalah siklus suhu permukaan laut (sea surface temperature, SST) hangat dan dingin dari Samudra Pasifik tropis tengah dan timur. El Niño disertai dengan tekanan udara tinggi di Pasifik barat dan tekanan udara rendah di Pasifik timur. Fase El Niño diketahui terjadi hampir empat tahun, tetapi, catatan menunjukkan bahwa siklus tersebut telah berlangsung antara dua dan tujuh tahun. Selama pengembangan El Niño, curah hujan berkembang antara September-November.[2] Fase dingin ENSO adalah La Niña, dengan SST di Pasifik timur di bawah rata-rata, dan tekanan udara tinggi di Pasifik timur dan rendah di Pasifik barat. Siklus ENSO, termasuk El Niño dan La Niña, menyebabkan perubahan suhu dan curah hujan global.[3][4]

Negara-negara berkembang yang bergantung pada pertanian dan perikanannya sendiri, khususnya yang berbatasan dengan Samudra Pasifik, biasanya paling terpengaruh. Dalam bahasa Spanyol Amerika, istilah El Niño dengan huruf besar berarti "anak laki-laki". Dalam fase Osilasi ini, air hangat di Pasifik dekat Amerika Selatan sering kali paling hangat sekitar Natal.[5] Nama asli fase ini, El Niño de Navidad, muncul berabad-abad yang lalu, ketika para nelayan Peru menamakan fenomena cuaca itu berdasarkan nama Kristus yang baru lahir.[6][7] La Niña, dipilih sebagai "lawan" dari El Niño, adalah bahasa Spanyol Amerika untuk "si gadis".

Referensi

  1. ↑ Wald, Lucien (2021). "Definitions of time: from year to second". Fundamentals of solar radiation. Boca Raton: CRC Press. ISBN 978-0-367-72588-4.
  2. ↑ Changnon, Stanley A (2000). El Niño 1997-98 The Climate Event of The Century. 198 Madison Avenue, New York, New York 10016: Oxford University Press. hlm. 35. ISBN 0-19-513552-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  3. ↑ Climate Prediction Center (19 Desember 2005). "Frequently Asked Questions about El Niño and La Niña". National Centers for Environmental Prediction. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-27. Diakses tanggal 17 Juli 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ K.E. Trenberth; P.D. Jones; P. Ambenje; R. Bojariu; D. Easterling; A. Klein Tank; D. Parker; F. Rahimzadeh; J.A. Renwick; M. Rusticucci; B. Soden; P. Zhai. "Observations: Surface and Atmospheric Climate Change". Climate Change 2007: The Physical Science Basis. The contribution of Working Group I to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge, UK: Cambridge University Press. hlm. 235–336. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-24. Diakses tanggal 2019-08-31.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)
  5. ↑ "El Niño Information". California Department of Fish and Game, Marine Region.
  6. ↑ "The Strongest El Nino in Decades Is Going to Mess With Everything". Bloomberg.com. 21 Oktober 2015. Diakses tanggal 18 Februari 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "How the Pacific Ocean changes weather around the world". Popular Science (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Februari 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai El Niño.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan