Senin, 02 November 2026
16:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Eksekusi kode arbitrer

Bagikan:

Dalam keamanan komputer, eksekusi kode arbitrer (arbitrary code execution, disingkat ACE) adalah kemampuan penyerang untuk menjalankan perintah atau kode apa pun sesuai pilihannya pada mesin target atau di dalam proses target.[1] Kerentanan eksekusi kode arbitrer adalah celah keamanan pada perangkat lunak atau perangkat keras yang memungkinkan eksekusi kode arbitrer. Program yang dirancang untuk memanfaatkan kerentanan semacam itu disebut eksploit eksekusi kode arbitrer. Kemampuan memicu eksekusi kode arbitrer melalui jaringan (terutama jaringan area luas seperti Internet) sering disebut eksekusi kode jarak jauh (remote code execution, disingkat RCE atau RCX).

Jenis kerentanan

Ada sejumlah golongan kerentanan yang dapat memberi penyerang kemampuan untuk mengeksekusi perintah atau kode arbitrer. Contohnya:

  • Kerentanan keamanan memori, seperti luapan penyangga (buffer overflow) atau pembacaan melebihi batas (over-read).
  • Kerentanan deserialisasi.[2]
  • Kerentanan kebingungan tipe (type confusion).[3][4]
  • Eksekusi kode arbitrer pada GNU ldd.[5]

Metode

Eksekusi kode arbitrer umumnya dicapai melalui kendali atas penunjuk instruksi (misalnya lompatan atau percabangan) dari sebuah proses yang sedang berjalan. Penunjuk instruksi menunjuk ke instruksi berikutnya dalam proses yang akan dieksekusi. Dengan demikian, kendali atas nilai penunjuk instruksi memberi kendali atas instruksi mana yang dieksekusi berikutnya. Untuk mengeksekusi kode arbitrer, banyak eksploit menyuntikkan kode ke dalam proses (misalnya dengan mengirimkan masukan yang disimpan dalam penyangga masukan di RAM) lalu memanfaatkan sebuah kerentanan untuk mengubah penunjuk instruksi agar mengarah ke kode yang disuntikkan tersebut. Kode yang disuntikkan kemudian akan dieksekusi secara otomatis. Serangan jenis ini memanfaatkan fakta bahwa sebagian besar komputer (yang menggunakan arsitektur Von Neumann) tidak membedakan secara umum antara kode dan data,[6][7] sehingga kode berbahaya dapat disamarkan sebagai data masukan yang tidak berbahaya. Banyak CPU yang lebih baru memiliki mekanisme untuk mempersulit hal ini, seperti bit no-execute.[8][9]

Dikombinasikan dengan eskalasi hak istimewa

Dengan sendirinya, eksploit eksekusi kode arbitrer hanya memberi penyerang hak istimewa yang sama dengan proses target yang rentan.[10] Misalnya, jika memanfaatkan celah pada peramban web, penyerang dapat bertindak sebagai pengguna, seperti mengubah berkas komputer pribadi atau mengakses informasi perbankan, tetapi tidak dapat melakukan tindakan tingkat sistem (kecuali pengguna tersebut juga memiliki akses itu).

Untuk mengatasi hal ini, setelah penyerang dapat mengeksekusi kode arbitrer pada sebuah target, sering kali ada upaya melakukan eksploit eskalasi hak istimewa untuk memperoleh kendali tambahan. Hal ini dapat melibatkan kernel itu sendiri atau akun seperti Administrator, SYSTEM, atau root. Dengan atau tanpa kendali yang ditingkatkan ini, eksploit berpotensi menimbulkan kerusakan parah atau mengubah komputer menjadi zombi, tetapi eskalasi hak istimewa membantu menyembunyikan serangan dari administrator sistem yang sah.

Contoh

Para penggemar permainan video retro berhasil menemukan kerentanan pada permainan video klasik yang memungkinkan mereka mengeksekusi kode arbitrer, biasanya dengan urutan masukan tombol yang presisi dalam sebuah tool-assisted superplay untuk memicu luapan penyangga, sehingga dapat menulis ke memori terproteksi. Pada Awesome Games Done Quick 2014, sekelompok speedrunner berhasil menulis dan menjalankan versi permainan Pong, Snake, dan Super Mario Bros. pada salinan Super Mario World[11] dengan memanfaatkan pembacaan di luar batas pada penunjuk fungsi yang mengarah ke penyangga yang dikendalikan pengguna untuk mengeksekusi kode arbitrer.

Pada 1 Mei 2018, seorang peneliti keamanan menemukan kerentanan ACE pada pengarsip berkas 7-Zip.[12]

Pada 12 Juni 2018, peneliti keamanan asal Bosnia, Jean-Yves Avenard dari Mozilla, menemukan kerentanan ACE pada Windows 10.[13]

PHP telah menjadi sasaran banyak kerentanan ACE.[14][15][16]

Pada 9 Desember 2021, kerentanan RCE bernama "Log4Shell" ditemukan pada kerangka kerja pencatatan log populer Log4j, yang memengaruhi banyak layanan termasuk iCloud, Minecraft: Java Edition, dan Steam, serta disebut sebagai "kerentanan tunggal terbesar dan paling kritis dalam satu dekade terakhir".[17][18]

Referensi

  1. ↑ "Remote code execution attack: what it is, how to protect your systems". blog.kernelcare.com (dalam bahasa Inggris). 2021-01-25. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-01-26. Diakses tanggal 2021-09-22.
  2. ↑ "Deserialization of untrusted data". owasp.org.
  3. ↑ "Understanding type confusion vulnerabilities: CVE-2015-0336". microsoft.com. 2015-06-18.
  4. ↑ "Exploiting CVE-2018-19134: remote code execution through type confusion in Ghostscript". lgtm.com. 2019-02-05.
  5. ↑ "LDD arbitrary code execution".
  6. ↑ Gilreath, William F.; Laplante, Phillip A. (2003). "Evolution of Instruction Sets". Computer Architecture: A Minimalist Perspective. hlm. 23–32. doi:10.1007/978-1-4615-0237-1_4. ISBN 978-1-4613-4980-8.
  7. ↑ Reilly, Edwin D. (2003). Milestones in Computer Science and Information Technology (dalam bahasa Inggris). Greenwood Publishing Group. hlm. 245. ISBN 9781573565219.
  8. ↑ "Tech Insight: Execute Disable Bit (XD-Bit)" (PDF). Toshiba Polska. 2005. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-10-31. Diakses tanggal 2018-10-31.
  9. ↑ "AMD has you covered" (PDF). AMD. 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-03-05.
  10. ↑ Winterfeld, Steve (2013). "Offensive Tactics and Procedures". The Basics of Cyber Warfare. hlm. 67–82. doi:10.1016/B978-0-12-404737-2.00005-7. ISBN 978-0-12-404737-2.
  11. ↑ Orland, Kyle (2014-01-14). "How an emulator-fueled robot reprogrammed Super Mario World on the fly". Ars Technica. Diakses tanggal 2016-07-27.
  12. ↑ "A Vulnerability in 7-Zip Could Allow for Arbitrary Code Execution". New York State Office of Information Technology Services (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-15. Diakses tanggal 2018-10-31.
  13. ↑ "Microsoft Windows CVE-2018-8213 Arbitrary Code Execution Vulnerability". Symantec (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-10-31. Diakses tanggal 2018-10-31.
  14. ↑ "NVD - CVE-2017-12934". nvd.nist.gov. Diakses tanggal 2018-10-31.
  15. ↑ "File Operation Induced Unserialization via the "phar://" Stream Wrapper" (PDF). Secarma Labs. 2018.
  16. ↑ "NVD - CVE-2017-12933". nvd.nist.gov. Diakses tanggal 2018-10-31.
  17. ↑ "Zeroday in ubiquitous Log4j tool poses a grave threat to the Internet". Ars Technica. 2021-12-09. Diakses tanggal 2021-12-11.
  18. ↑ "Recently uncovered software flaw 'most critical vulnerability of the last decade'". The Guardian. 2021-12-11. Diakses tanggal 2021-12-11.

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan