Senin, 28 September 2026
14:03 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Eksaptasi

Eksaptasi

Eksaptasi dan istilah "ko-opsi" yang berhubungan mendeskripsikan perpindahan fungsi suatu ciri tubuh selama evolusi. Sebagai contoh, sebuah ciri dapat berevolusi untuk menjalani fungsi tertentu, tetapi kemudian barangkali dapat digunakan untuk menjalani fungsi lainnya. Eksaptasi umum ditemukan di anatomi dan perilaku.

250px-Red_feather_pigments.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bulu burung berbagai warna.

Bulu burung adalah sebuah contoh klasik dari hal ini. Awalnya, bulu burung barangkali berevolusi untuk membantu regulasi suhu tubuh, tetapi belakangan beradaptasi untuk terbang. Saat bulu pertamakali digunakan untuk membantu terbang, hal ini dikenal dengan penggunaan eksaptif. Semenjak itu, bulu burung telah dibentuk oleh seleksi alam untuk mengembangkan kemampuan terbang, sehingga pada wujud sekarang, mereka lebih baik dianggap sebagai adaptasi untuk terbang. Hal yang serupa terjadi pada beragam jenis struktur yang awalnya memiliki fungsi sebagai eksaptasi: setelah berkembang untuk menjalani fungsi baru, mereka beradaptasi lebih jauh untuk menjalankan fungsi tersebut.

Minat pada eksaptasi berhubungan kepada proses dan produk evolusi: proses yang membentuk ciri kompleks dan produk (fungsi, struktur anatomis, senyawa kimia, dan lain sebagainya) yang barangkali berkembang secara tak sempurna.[1][2] Istilah "eksaptasi" pertamakali diusulkan oleh Stephen Jay Gould dan Elisabeth Vrba, sebagai pengganti 'pre-adaptasi', yang mereka anggap sebagai istilah yang sarat teleologis.[3]

Referensi

  1. ↑ Bock, W.J. (1959). "Preadaptation and multiple evolutionary pathways". Evolution. 13 (2): 194–211. doi:10.2307/2405873. JSTOR 2405873.
  2. ↑ Hayden, Eric J.; Ferrada, Evandro; Wagner, Andreas (2 Juni 2011). "Cryptic genetic variation promotes rapid evolutionary adaptation in an RNA enzyme" (PDF). Nature. 474 (7349): 92–95. doi:10.1038/nature10083. PMID 21637259. S2CID 4390213.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Gould & Vrba 1982.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan