Jumat, 09 Oktober 2026
23:50 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Egianus Kogoya

Bagikan:
Ini adalah nama Papua, (Dani), marganya adalah Kogoya

Egianus Kogoya (lahir 1999) adalah Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang merupakan bagian dari kelompok Organisasi Papua Merdeka. Kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Egianus Kogoya ini merupakan satu dari tujuh kelompok bersenjata yang masih aktif di Papua dan paling banyak meneror manusia.[1] Diperkirakan kelompok ini terdiri dari sekitar 50 orang.[2] Dia merupakan putra dari Daniel Yudas Kogoya[3] atau Silas Elimin Kogoya,[4] yang terlibat dalam penyanderaan tim Ekspedisi Lorentz (1996).

Egianus disinyalir memimpin berbagai aksi penyerangan di Kabupaten Nduga, seperti:

  1. Penembakan pesawat Twin Otter PHK-HVU milik Dimonim Air rute Timika-Kenyam dan pesawat Twin Otter milik Trigana Air yang mengangkut logistik Pilkada dan personil Brimob (Juni 2018)
  2. Penyanderaan beberapa guru dan tenaga medis di Distrik Mapenduma (Oktober 2018)
  3. Penyekapan dan pembunuhan pekerja PT. Istaka Karya di Bukit Puncak Kabo (Desember 2018)
  4. Pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air di Bandara Paro (7 Februari 2023)[5]

Referensi

  1. ↑ Suwandi, Dhias (30 September 2020). "Perkembangan KKB di Papua, Kapolda: Tersisa Tujuh yang Masih Aktif". Kompas.com. Diakses tanggal 9 April 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Pramono, Stefanus (30 Maret 2019). "Bayi Lari Dikejar dan Pengungsi". Majalah Tempo. Diakses tanggal 9 April 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Sosok Ayah Egianus Kogoya, Pentolan KKB yang Diburu Prabowo dan Kopasus karena Sandera Tim Lorentz". Tribunnews.com. 2023-11-25. Diakses tanggal 2023-11-25.
  4. ↑ VOI, VOI. "Profil Egianus Kogoya Pimpinan KKB di Nduga, Buron TNI dan Polri". voi.id. VOI. Diakses tanggal 18 Maret 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Wibowo, Eko Ari (2023-02-07). "TPNPB Pimpinan Egianus Kogoya Akui Bakar Pesawat Susi Air di Nduga dan Sandera Pilot". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-03-28.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan