Kamis, 29 Oktober 2026
02:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Efek Peltier

Efek Peltier

teori ilmiah

Bagikan:
Peltier_effect_circuit.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sirkuit efek Peltier

Efek Peltier adalah teori yang menyatakan bahwa penyerapan panas dapat terjadi pada dua penghantar listrik yang diberi arus listrik pada suhu yang berbeda. Kondisi kedua penghantar adalah terhubung di bagian permukaannya. Rambatan panas yang timbul setiap detik menyebabkan kenaikan suhunya sebanding dengan arus listrik yang mengalir.[1] Efek Peltier ditemukan oleh Jean Charles Athanase Peltier pada tahun 1834. Penyerapan panas dan pelepasan panas pada tingkat subatomik. Efek Peltier hanya terjadi pada dua jenis bahan listrik yang berbeda. Perbedaan tingkat energi material menentukan besarnya efek Peltier. Pengamatan efek Peltier sangat jelas pada semikonduktor tipe p dan tipe n. Elektron dapat berpindah dari material tipe p ke material tipe n dan sebaliknya. Perpindahan dari tipe p ke tipe n menandakan elektron berpindah ke energi yang lebih tinggi untuk menyerap energi di sekitarnya. Sedangkan perpindahan elektron dari bahan tipe n ke bahan tipe p menandakan elektron berpindah ke tingkat energi yang lebih rendah untuk melepaskan energi ke sekitarnya.[2]

Referensi

  1. ↑ Gertshen, C., Kneser, H.O., dan Vogel, H. (1996). Fisika: Listrik, Magnet, dan Optik (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. 96. ISBN 979-459-693-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Patil, dkk. (2017). "Thermoelectric Refrigeration Using Peltier Effect" (PDF). International Journal of Engineering Sciences & Research Technology. 6 (5): 614. doi:10.5281/zenodo.800636. ISSN 2277-9655.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan