Jumat, 09 Oktober 2026
23:19 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Edward Coke

Edward Coke

Hakim di Inggris

Bagikan:
250px-Edward_coke.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Edward Coke

Edward Coke adalah ahli hukum, hakim dan politikus Inggris.[1][2] Sebagai hakim, ia melihat bahwa hukum umum (common law) lebih tinggi kedudukannya daripada hukum yang ditetapkan oleh Dewan Komisi Tinggi.[2] Ia pernah memangku jabatan dalam pemerintahan dan memimpin pihak oposisi dalamparlemen.[3] Ia juga berperan dalam menyusun petisi Petition of Rights, sebuah surat permohonan hak-hak asasi warga negara yang disetujui oleh raja Inggris.[3]

Pendiidkan

Edward Coke menempuh pendidikan di Sekolah Tata Bahasa Norwich (Norwich Grammar School) dan setelah itu melanjutkan ke Universitas Trinity di Cambridge.[2]

Karier

Edward Coke dilatih sebagai pengacara pada tahun 1578.[2] Lalu, pada tahun 1594 ia menjadi Jaksa Agung.[2] Sebagai Jaksa Agung, ia telah mengadili Walter Raleigh dan para konspirator Gunpowder Plot karena sebuah pengkhianatan.[2] Setelah itu, ia menjadi Ketua Hakim Agung pada tahun 1606 dan diangkat menjadi Ketua Hakim Raja Bench pada tahun 1613.[2] Namun, keengganan untuk berkompromi dalam hal supremasi hukum umum membuatnya semakin tidak populer dan akhirnya namanya dihapus sebagai Hakim Agung pada tahun 1616.[4]

Referensi

  1. ↑ "Sir Edward Coke". Diakses tanggal 2 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Sir Edward Coke". Diakses tanggal 2 Juni 2014.
  3. 1 2 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hasan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  4. ↑ "Edward Coke". Diakses tanggal 2 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan