Sabtu, 17 Oktober 2026
07:59 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Duy Tan

Duy Tan

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Duy Tan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025)
250px-Vua_Duy_Tan_nho.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duy Tân pada tahun 1907

Kaisar Duy Tân (Hán tự: 維新), Nguyễn Phúc Vĩnh San (14 Agustus 1899 - 25 Desember 1945), adalah kaisar Dinasti Nguyễn dan berkuasa selama 9 tahun antara tahun 1907 hingga 1916. Namanya adalah Pangeran Nguyễn Phúc Vĩnh San dan merupakan putra dari kaisar Thành Thái. Karena perlawanan Thanh Thai terhadap kekuasaan Prancis, ia dibuang ke Vũng Tàu tahun 1907. Prancis lalu menyerahkan kekuasaan kepada putranya Nguyễn Phúc Vĩnh San, yang masih berusia tujuh tahun, karena mereka menduga orang yang sangat muda akan dengan mudah dipengaruhi dan dikuasai, dan dibesarkan sebagai orang yang pro terhadap Prancis.

Namun hal ini tidak berhasil. Nguyễn Phúc Vĩnh San naik tahta dengan anam Duy Tan, berarti "teman reformasi". Ketika ia menginjak usia remaja, Kaisar Duy Tan wdipengaruhi oleh Trần Cao Vân, yang melawan kekuasaan kolonial. Duy Tan mulai merencanakan pemberontakan rahasia dengan Trần Cao Vân dan yang lainnya untuk mengusir Prancis.

Pada tahun 1916, ketika Perang Dunia I sedang terjadi, Kaisar Duy Tan keluar dari Kota Terlarang bersama Trần Cao Vân untuk memanggil rakyatnya bertempur melawan Prancis. Namun, rahasia berhasil terungkap dan Prancis segera mengirip tentara ke Vietnam, dan setelah beberapa hari, mereka dikhianati dan ditangkap oleh pemerintah Prancis. Karena usianya dan untuk menghindari situasi yang lebih buruk, Duy Tan dibuang. Trần Cao Vân dan yang lainnya dipancung. Duy Tan dibuang bersama ayahnya di Pulau Reunion di Samudra Hindia.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan