Jumat, 16 Oktober 2026
19:52 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Institut NIOD untuk Pembelajaran Perang, Holokaus dan Genosida

Institut NIOD untuk Pembelajaran Perang, Holokaus dan Genosida

universitas di Belanda

Bagikan:
Institut NIOD untuk Pembelajaran Perang, Holokaus dan Genosida
250px-002_%28NIOD_sign%29_2016_%28Herengracht_380-382%2C_Amsterdam%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PendahuluInstitut Belanda untuk Dokumentasi Perang
Pusat untuk Pembelajaran Holokaus dan Genosida
Tanggal pendirian1945
Kantor pusatAmsterdam
Lokasi
Situs webwww.niod.nl

Institut NIOD untuk Pembelajaran Perang, Holokaus dan Genosida (Belanda: NIOD Instituut voor Oorlogs-, Holocaust- en Genocidestudies) adalah sebuah organisasi di Belanda yang berfokus pada arsip-arsip dan pembelajaran sejarah dalam Perang Dunia Kedua. Institut tersebut didirikan sebagai penggabungan dari Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang (Nederlands instituut voor oorlogsdocumentatie, NIOD, aslinya Rijksinstituut voor oorlogsdocumentatie, RIOD) dan Pusat untuk Pembelajaran Holokaus dan Genosida (PPHG).[1]

Institut tersebut merupakan bagian dari Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen (Akademi Kerajaan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Belanda) sejak 1 Januari 1999.[1]

Institut tersebut menerbitkan Het Koninkrijk der Nederlanden in de Tweede Wereldoorlog (Kerajaan Belanda Pada Perang Dunia II) dalam empat belas volume dan 18,000 halaman. Magnum opus Loe de Jong adalah rujukan standar pada sejarah Belanda pada Perang Dunia II. NIOD sekarang membuat sebuah edisi elektronik dari karya entire, yang tersedia untuk diunduh dari 11 Desember 2011, dilisensikan dibawah label umum kreatif CC BY 3.0.[2]

Institut tersebut juga menampilkan sebuah pembelajaran terhadap pembantaian Srebrenica pada 1995, yang membawa kepada pelaporan Srebrenica: sebuah wilayah ‘keamanan’, yang berujung pada pengunduran diri kabinet Wim Kok kedua.

Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang di Herengracht 380 di Amsterdam. Plat nama di bagian depan Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang. Ruang pembelajaran di Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang.

Referensi

  1. 1 2 "A short history of the NIOD". Institut NIOD untuk Pembelajaran Perang, Holokaus dan Genosida. Diakses tanggal 25 Juli 2012.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Loe de Jong (1969–1991). "The Kingdom of the Netherlands During World War II" (dalam bahasa Belanda). NIOD. Diakses tanggal 21 Desember 2011.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai NIOD.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan